DELIHUSADADELIHUSADA

Deli Medical and Health Science JournalDeli Medical and Health Science Journal

Salah satu target global MGDS adalah menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Angka kematian ibu di Indonesia masih tinggi, yaitu 390 per 100.000 kelahiran hidup. Perdarahan pasca persalinan merupakan penyebab utama AKI. Upaya telah dilakukan untuk mengatasi perdarahan, termasuk pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD), karena IMD dapat merangsang hormon oksitoksin yang berperan dalam kontraksi rahim dan mengurangi perdarahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh IMD terhadap jumlah perdarahan pada kala IV persalinan. Penelitian ini merupakan studi kuasi-eksperimen dengan kelompok kontrol dan perlakuan. Populasi dan sampel terdiri dari 16 ibu yang melahirkan di Klinik Pratama Tanjung, menggunakan metode purposive sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Mann-Whitney. Hasil menunjukkan terdapat pengaruh signifikan IMD terhadap jumlah perdarahan pada kala IV. Rata-rata jumlah perdarahan pada responden yang menjalani IMD adalah 4,50 cc dengan standar deviasi 12,683, sedangkan pada kelompok kontrol sebesar 12,50 cc dengan standar deviasi 19,291. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,001 < 0,05. Dengan demikian, terdapat pengaruh IMD terhadap jumlah perdarahan pada kala IV persalinan. Disarankan agar bidan dan dokter menerapkan IMD untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas ibu dan bayi.

Terdapat pengaruh inisiasi menyusu dini terhadap jumlah perdarahan kala IV persalinan di Klinik Pratama Tanjung Kecamatan Deli Tua.Rata-rata jumlah perdarahan pada kelompok intervensi lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol.Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,001 < 0,05, yang menyatakan signifikansi pengaruh IMD terhadap perdarahan pasca persalinan.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengeksplorasi pengaruh IMD terhadap kontraksi uterus menggunakan metode ultrasonografi secara berkala selama kala IV guna mendapatkan gambaran objektif mengenai mekanisme oksitoksin. Kedua, penting untuk mengkaji faktor-faktor sosial budaya yang memengaruhi kepatuhan ibu dalam menjalani IMD di wilayah pedesaan atau daerah dengan akses layanan kesehatan terbatas, agar intervensi promosi kesehatan dapat dirancang lebih tepat sasaran. Ketiga, sebaiknya dilakukan studi komparatif mengenai efektivitas IMD pada ibu dengan persalinan normal versus ibu yang melahirkan secara sesar untuk mengetahui apakah jenis persalinan memengaruhi respons fisiologis terhadap IMD dalam mengurangi perdarahan, sehingga dapat dikembangkan protokol penanganan perdarahan yang lebih personalisasi berdasarkan karakteristik persalinan.

Read online
File size206.38 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test