UHTUHT

Hang Tuah Medical JournalHang Tuah Medical Journal

Kanker serviks dapat muncul akibat infeksi Human Papillomavirus (HPV) yang berlangsung secara persisten, dan hal ini dapat dicegah melalui deteksi dini dengan pemeriksaan pap smear. Memiliki pengetahuan yang memadai mengenai kanker serviks sangat penting untuk mendorong partisipasi dalam tes pap smear, yang mampu mendeteksi perubahan sel non-kanker atau prakanker sebelum berkembang lebih lanjut. Penelitian deskriptif-analitik dengan desain potong lintang ini bertujuan menilai tingkat pengetahuan tentang kanker serviks dan hubungannya dengan hasil pap smear pada wanita usia reproduksi di Jakarta, Bogor, dan Bekasi (23–50 tahun). Sebanyak 133 partisipan menjalani kuesioner terstruktur untuk menilai pengetahuan serta tes pap smear untuk menilai kondisi serviks. Hasil pap smear menunjukkan 80% normal, 6% sel atipik tanpa keganasan, dan 14% lesi inflamasi. Uji Chi-square mengungkapkan adanya hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan dan hasil pap smear. Temuan ini memberi masukan berharga bagi pemangku kepentingan di bidang kesehatan dalam merancang strategi promosi kesehatan yang efektif guna meningkatkan cakupan pap smear dan mendorong deteksi dini kanker serviks.

Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan tentang kanker serviks dan hasil pap smear pada wanita berusia 23–50 tahun di Jakarta, Bogor, dan Bekasi.Temuan ini menekankan pentingnya edukasi yang terarah guna meningkatkan kesadaran dan partisipasi dalam skrining, sehingga membantu deteksi dini dan pencegahan kanker serviks.Peningkatan pengetahuan tentang kanker serviks berkorelasi positif dengan hasil pap smear yang normal, yang mengindikasikan pentingnya intervensi edukasi yang komprehensif.Strategi promosi kesehatan yang disesuaikan dengan karakteristik sosiodemografi dapat meningkatkan cakupan skrining dan mengurangi beban kanker serviks.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, studi longitudinal diperlukan untuk mengkonfirmasi hubungan kausal antara peningkatan pengetahuan dan hasil kesehatan serviks yang lebih baik dalam jangka panjang. Kedua, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk mengeksplorasi secara mendalam hambatan-hambatan yang dihadapi wanita dalam mengakses skrining pap smear, termasuk faktor budaya dan sosial yang mungkin belum teridentifikasi. Ketiga, pengembangan intervensi edukasi yang disesuaikan dengan karakteristik sosiodemografi, seperti usia dan status pernikahan, dapat meningkatkan efektivitas program promosi kesehatan dan mendorong partisipasi yang lebih luas dalam skrining kanker serviks.

  1. Impact of health education intervention in promoting cervical cancer screening among rural women of Chengalpattu... linkinghub.elsevier.com/retrieve/pii/S2213398421002037Impact of health education intervention in promoting cervical cancer screening among rural women of Chengalpattu linkinghub elsevier retrieve pii S2213398421002037
  2. Thieme E-Journals - Indian Journal of Medical and Paediatric Oncology / Abstract. thieme journals indian... thieme-connect.de/products/ejournals/abstract/10.4103/ijmpo.ijmpo_199_17Thieme E Journals Indian Journal of Medical and Paediatric Oncology Abstract thieme journals indian thieme connect de products ejournals abstract 10 4103 ijmpo ijmpo 199 17
  3. Knowledge and intentions regarding the Pap smear test among Saudi Arabian women | PLOS One. knowledge... doi.org/10.1371/journal.pone.0253850Knowledge and intentions regarding the Pap smear test among Saudi Arabian women PLOS One knowledge doi 10 1371 journal pone 0253850
Read online
File size434.12 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test