UBTUBT

Elektrika BorneoElektrika Borneo

Petir adalah suatu fenomena alam yang terjadi di atmosfer. Petir merupakan suatu lonjakan muatan listrik dari awan yang bermuatan, berupa pelepasan muatan yang bisa mengenai objek, terutama permukaan bumi. Bangunan tinggi menjadi objek terdekat yang bisa tersambar petir. Efek sambaran petir sangat berbahaya bagi manusia dan dapat menyebabkan kerusakan pada bangunan. Untuk mencegah bahaya tersebut, dipasang penangkal petir yang terdiri dari penangkal petir internal dan eksternal. Penelitian ini membahas sistem penangkal petir eksternal yang terdiri dari Terminasi Udara, Konduktor Penyalur, dan Terminasi Bumi (Grounding). Berdasarkan hasil pengukuran lapangan, diperoleh nilai grounding sebesar 2,11 Ω. Analisis menggunakan metode sudut proteksi menghasilkan sudut 45° dengan jari-jari alas 38,75 meter. Selanjutnya, metode bola bergulir menghasilkan radius bola 60 meter dan arus petir sebesar 234,89 kA.

Berdasarkan hasil pengukuran lapangan, nilai grounding yang diperoleh sebesar 0,028 Ω, sedangkan perhitungan berdasarkan SNI menghasilkan 1,96 Ω.Luas cakupan area yang rentan sambaran petir adalah 6411,69 km² dengan frekuensi sambaran petir langsung sebanyak 0,64 kali per tahun, sehingga tingkat proteksi gedung berada pada tingkat IV.Hasil analisis menggunakan metode sudut proteksi dan bola bergulir menunjukkan bahwa sistem penangkal petir yang terpasang telah mampu melindungi seluruh bagian gedung secara efektif.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengevaluasi efektivitas sistem penangkal petir internal pada gedung yang sama, terutama dalam melindungi peralatan elektronik dari lonjakan tegangan akibat induksi petir, mengingat penelitian ini hanya fokus pada aspek eksternal. Kedua, dapat dikembangkan studi komparatif yang membandingkan metode sudut proteksi dan bola bergulir pada gedung-gedung bertingkat dengan struktur arsitektur yang beragam di wilayah tropis, untuk mengetahui metode mana yang lebih andal dalam konteks geografis dan iklim Indonesia. Ketiga, perlu dilakukan penelitian untuk menganalisis pengaruh kualitas tanah terhadap performa grounding dalam jangka panjang, termasuk dampak musim hujan dan kemarau terhadap resistivitas tanah, sehingga dapat dirancang sistem grounding yang lebih stabil dan efisien secara dinamis.

Read online
File size457.21 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test