YRPIPKUYRPIPKU

Journal of Applied Engineering and Technological Science (JAETS)Journal of Applied Engineering and Technological Science (JAETS)

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi bagaimana pengelolaan gas buang yang ditingkatkan dan integrasi bahan bakar aviasi berkelanjutan (SAF) dapat mengurangi emisi CO₂ pesawat terbang sesuai dengan standar internasional. Studi ini fokus pada standar ICAO, peran Area Kontrol Emisi (ECA), dan pemodelan kuantitatif pengurangan emisi melalui inovasi teknologi dan bahan bakar. Meskipun standar seperti ICAO 2016 menggambarkan kemajuan, masih ada celah dalam implementasi seragam dan adopsi teknologi. Penelitian sebelumnya telah mengeksaminasi SAF dan perkembangan kebijakan secara terpisah; namun, perbandingan komprehensif berbasis data tentang intensitas emisi di bawah standar saat ini versus target yang diproyeksikan—terutama hingga 2050—masih terbatas. Standar untuk emisi CO₂ pesawat internasional dikembangkan beberapa waktu lalu, hanya dalam dekade terakhir langkah besar menjadi nyata. Sebelum 2016 tidak ada standar yang disepakati untuk sertifikasi emisi CO₂ pesawat, meninggalkan celah besar dalam kebijakan global untuk aviasi. ICAO memimpin pekerjaannya melalui CAEP untuk menyelesaikan standar emisi CO₂ pertama untuk pesawat baru pada 2016.

Industri penerbangan memiliki peran penting dalam aktivitas ekonomi global, tetapi juga menyumbang emisi karbon dioksida (CO₂) yang signifikan, memperparah perubahan iklim dan kerusakan lingkungan.Meskipun kemajuan teknologi seperti pengelolaan gas buang yang ditingkatkan dan adopsi bahan bakar aviasi berkelanjutan (SAF) memberikan jalur penting untuk pengurangan emisi, upaya ini sendiri tidak cukup untuk mencapai target net-zero pada 2050.Kebijakan harus menggabungkan penggunaan segera SAF dengan investasi percepatan pada sistem propulsi generasi berikutnya.Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengatasi hambatan teknis terkait penyimpanan hidrogen, densitas energi baterai, dan teknologi propulsi alternatif.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji efektivitas sistem propulsi hibrida yang menggabungkan hidrogen dan bahan bakar konvensional untuk mengurangi emisi secara signifikan. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang skala produksi bahan bakar aviasi berkelanjutan (SAF) yang lebih besar, terutama di daerah dengan infrastruktur terbatas. Terakhir, penelitian juga bisa fokus pada pengembangan kebijakan regional yang disesuaikan dengan kondisi ekonomi dan lingkungan setempat untuk mempercepat adopsi teknologi rendah emisi.

  1. Targeted Use of Sustainable Aviation Fuel to Maximize Climate Benefits | Environmental Science &... pubs.acs.org/doi/10.1021/acs.est.2c05781Targeted Use of Sustainable Aviation Fuel to Maximize Climate Benefits Environmental Science pubs acs doi 10 1021 acs est 2c05781
  2. Radware Bot Manager Captcha. radware manager captcha apologize ensure keep safe please confirm human... doi.org/10.1088/1748-9326/ab3086Radware Bot Manager Captcha radware manager captcha apologize ensure keep safe please confirm human doi 10 1088 1748 9326 ab3086
Read online
File size706.28 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test