YRPIPKUYRPIPKU

Journal of Applied Engineering and Technological Science (JAETS)Journal of Applied Engineering and Technological Science (JAETS)

Rantai pasokan kopi global merupakan jaringan kompleks yang melibatkan beragam pemangku kepentingan seperti petani, pedagang, eksportir, dan konsumen, masing‑masing memiliki insentif dan keterbatasan unik. Penelitian ini memperkenalkan kerangka konseptual yang mengintegrasikan System Dynamics (SD), Agent‑Based Modelling (ABM), serta Cooperative Game Theory (CGT) untuk menangani tantangan alokasi keuntungan, stabilitas koalisi, dan keberlanjutan. SD memberikan wawasan makro tentang tren global seperti fluktuasi harga dan dinamika produksi, sementara ABM memodelkan proses pengambilan keputusan individu; CGT melengkapi kedua metode dengan memungkinkan distribusi hasil yang adil dan pembentukan koalisi yang stabil. Kerangka kerja disusun menjadi tiga tahap: identifikasi masalah, pengembangan dan pemetaan model, serta pemilihan mode interaksi, sehingga dapat menganalisis aliran material, informasi, dan keputusan secara menyeluruh. Melalui skenario ilustratif, studi ini menunjukkan kemampuan kerangka untuk menganalisis trade‑off dan dampak jangka panjang terhadap stabilitas rantai pasokan, serta memberikan implikasi praktis bagi pembuat kebijakan dan pemimpin industri dalam merancang mekanisme pembagian keuntungan yang adil, mendorong kerja sama stabil, dan meningkatkan keberlanjutan rantai pasokan kopi serta sektor agri‑food lainnya.

Penelitian ini memperkenalkan kerangka hibrida yang menggabungkan System Dynamics, Agent‑Based Modelling, dan Cooperative Game Theory untuk meningkatkan pengambilan keputusan dalam rantai pasokan kopi, sehingga memungkinkan pemahaman yang lebih baik tentang interaksi makro‑mikro serta meningkatkan stabilitas dan keadilan di antara pemangku kepentingan.Pendekatan hibrida tersebut terbukti efektif dalam menangkap dinamika volatilitas harga, alokasi sumber daya, dan perilaku kolaboratif, memberikan wawasan yang lebih komprehensif dibandingkan model tunggal.Penelitian selanjutnya dapat memperluas kerangka ini ke sektor agri‑food lainnya dan mengintegrasikan pembelajaran mesin untuk memperkuat kemampuan prediksi serta mendukung keputusan real‑time.

Penelitian lanjutan dapat menguji penerapan kerangka hibrida ini pada rantai pasokan sektor agrikultural lainnya, seperti kakao atau padi, untuk menilai adaptabilitas dan menyesuaikan parameter spesifik sektor demi meningkatkan relevansi kebijakan. Selanjutnya, integrasi teknik pembelajaran mesin, misalnya jaringan saraf tiruan atau model prediksi berbasis data historis, dapat memperkaya kemampuan prediksi harga dan perilaku agen dalam simulasi, sehingga menghasilkan keputusan yang lebih proaktif dan responsif terhadap perubahan pasar. Selain itu, diperlukan studi empiris yang memanfaatkan data lapangan dari petani kopi Indonesia untuk mengkalibrasi model, mengevaluasi akurasi prediksi, dan menguji sensitivitas terhadap faktor iklim serta kebijakan pemerintah, yang pada gilirannya akan memperkuat validitas serta kegunaan praktis kerangka tersebut.

  1. Sustainable Coffee Supply Chain Risk Mitigation Analysis Using the Failure Mode and Effect Analysis |... doi.org/10.1051/bioconf/202516502002Sustainable Coffee Supply Chain Risk Mitigation Analysis Using the Failure Mode and Effect Analysis doi 10 1051 bioconf 202516502002
Read online
File size928.53 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test