PPNIUNIMMANPPNIUNIMMAN

Jurnal Siti RufaidahJurnal Siti Rufaidah

Pneumonia adalah infeksi paru-paru yang menyebabkan kantung udara terisi cairan atau nanah. Penyakit ini bisa disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, atau parasit, dengan tingkat keparahan yang bervariasi tergantung penyebab dan kondisi penderita. Gejalanya meliputi batuk, demam, dan sesak napas. Data yang didapatkan dari Dinas Kesehatan Kota Batam penyakit pnuemonia pada tahun 2023, terdapat 1.509 kasus pneumonia, kasus terbanyak ditemukan di Kota Batam (1.182 kasus), sementara kasus paling sedikit tercatat di Kabupaten Lingga (5 kasus). Karya Tulis Ilmiah Profesi ini bertujuan untuk asuhan keperawatan medikal bedah dengan penerapan fisioterapi dada pada Nn. N untuk mengurangi jumlah sputum terhadap penderita pnuemonia di ruang rawat inap di Rumah Sakit Harapan Bunda Kota Batam Tahun 2025. Metode yang digunakan pada Karya Tulis Ilmiah Profesi ini adalah studi kasus yang dilakukan berdasarkan tahap-tahap asuhan keperawatan meliputi pengkajian, analisa data, diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Hasil menunjukkan pada hari ketiga terdapat penurunan jumlah sputum pada klien, dan demam menurun dengan kriteria hasil yang diharapkan, serta pola tidur yang membaik dengan kriteria yang diharapkan. Bagi pasien diharapkan dapat mengetahui dan memahami terapi fisioterapi dada dapat menurunkan jumlah sputum.

Penerapan asuhan keperawatan medikal bedah dengan fisioterapi dada selama tiga hari menunjukkan penurunan jumlah sputum, mengurangi gejala pilek dan sesak napas, serta menurunkan keluhan lelah pada pasien pneumonia.Intervensi ini terbukti efektif sebagai terapi nonfarmakologis yang mudah dilakukan dan dapat dipraktikkan secara mandiri oleh pasien.Hasil penelitian ini dapat dijadikan panduan dasar dalam penerapan fisioterapi dada untuk manajemen pasien pneumonia di rumah sakit maupun di rumah.

Pertama, perlu dilakukan penelitian dengan desain kuasi-eksperimen untuk menguji efektivitas fisioterapi dada secara lebih rigor dibandingkan dengan perawatan konvensional pada pasien pneumonia dewasa di rumah sakit lain, agar hasilnya dapat digeneralisasi. Kedua, diperlukan studi longitudinal untuk mengevaluasi apakah pelatihan mandiri dalam penerapan fisioterapi dada di rumah dapat mempertahankan penurunan sputum dan mencegah rehospitalisasi dalam jangka panjang. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi faktor-faktor penghambat dan pendukung kepatuhan pasien terhadap terapi fisioterapi dada pasca rawat inap, termasuk aspek sosial, ekonomi, dan literasi kesehatan, guna merancang intervensi edukasi yang lebih personal dan berkelanjutan. Ketiga arah penelitian ini akan melengkapi temuan studi kasus ini dengan bukti yang lebih kuat, berkelanjutan, dan kontekstual bagi implementasi klinis yang lebih luas.

  1. HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN VITAMIN A DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DI KELURAHAN KIBING... ejournal.itka.ac.id/index.php/saintekes/article/view/14HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN VITAMIN A DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DI KELURAHAN KIBING ejournal itka ac index php saintekes article view 14
Read online
File size432.8 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test