UMSUMS

Forum GeografiForum Geografi

Perkembangan pariwisata di daerah semi-arid yang menghadapi kekurangan air yang semakin parah menimbulkan risiko kritis terhadap keberlanjutan air tanah. Studi ini menyelidiki eksploitasi sumber daya air tanah oleh infrastruktur pariwisata di Piedmont Utara Marokos Western High Atlas, dengan tujuan untuk mengkuantifikasi penarikan dan menilai kelangsungan hidupnya dalam jangka panjang. Dengan menggabungkan data evapotranspirasi yang berasal dari satelit (WaPOR) dan data curah hujan (CHIRPS) dengan survei lapangan tentang investasi pariwisata, kami menganalisis permintaan air irigasi relatif terhadap persyaratan agronomi dan memetakan pola eksploitasi spasial. Hasilnya menunjukkan bahwa 65% dari pendirian pariwisata melebihi penggunaan air tanah yang berkelanjutan untuk irigasi sebesar 25-30%, dengan over-eksploitasi terkonsentrasi di komune di mana pengembangan pariwisata paling intensif. Praktik ini mengancam ekosistem lokal, mengurangi produktivitas pertanian, dan mengancam keamanan air domestik. Temuan kami menekankan kebutuhan mendesak untuk menegakkan peraturan penarikan air tanah, mengadopsi sistem irigasi yang efisien dalam penggunaan air, dan mengembangkan sumber air alternatif untuk menyelaraskan pertumbuhan ekonomi regional dengan pelestarian sumber daya air tanah yang kritis di lingkungan yang kekurangan air.

Studi ini mengungkapkan dampak signifikan dari pengembangan pariwisata terhadap sumber daya air tanah di Piedmont Utara Atlas Tinggi Barat Maroko, dengan implikasi sosial dan ekonomi yang mendalam.Analisis kami menemukan bahwa lebih dari 80% titik penarikan air tanah yang terkait dengan infrastruktur pariwisata tidak memiliki izin, memperburuk ketidaksetaraan akses air antara fasilitas pariwisata dan komunitas lokal.Ekstraksi yang tidak diatur ini secara tidak proporsional mempengaruhi populasi pedesaan yang bergantung pada air tanah untuk pertanian dan penggunaan domestik, yang berpotensi mengancam mata pencaharian di daerah yang kekurangan air.Kesenjangan antara air yang diperlukan untuk menjaga ruang hijau dan volume yang sebenarnya digunakan berkisar antara 25-30% di daerah dengan kepadatan pariwisata tinggi, mencerminkan inefisiensi yang membengkakkan biaya operasional bisnis sambil menekan pasokan air masyarakat.Secara spasial, komune seperti Tassoultante, Ghmat, Sidi Abdellah Ghiat, dan Ourika menghadapi tingkat penarikan yang melebihi pengisian ulang sebesar 40-45% setiap tahun, dengan 91% dari semua investasi pariwisata yang dipantau (937 dari 1.Tekanan ini menciptakan ketidaksetaraan sosial yang tajam, karena permintaan yang didorong oleh pariwisata memprioritaskan fasilitas mewah (misalnya taman yang dirawat dengan baik, kolam renang) daripada kebutuhan dasar di komunitas tetangga.Curah hujan saat ini hanya memenuhi 15-20% kebutuhan irigasi, memaksa bergantung pada penarikan air tanah yang tidak berkelanjutan.Pengembangan pariwisata yang lebih besar (> 20.000 m²) menunjukkan mismanagement yang paling buruk, dengan praktik inefisien meningkatkan biaya air sebesar 20-25% dibandingkan dengan fasilitas yang lebih kecil dan diatur.Temuan ini menekankan kebutuhan mendesak untuk menyelaraskan insentif ekonomi dengan batas lingkungan.Penerapan teknologi efisien air dapat mengurangi konsumsi sebesar 30-35%, menurunkan biaya operasional sambil melestarikan akuifer.Penegakan yang lebih ketat yang menargetkan sumur ilegal dan insentif untuk sumber air alternatif (misalnya air limbah yang telah diolah) akan meringankan ketegangan sosial dan menstabilkan ekonomi pedesaan.Memprioritaskan kerangka alokasi air yang adil dapat mencegah konflik antara pertumbuhan pariwisata dan kebutuhan komunitas, memastikan kelangsungan sektor dalam jangka panjang.pembuat kebijakan harus mengintegrasikan data hidrologi ke dalam undang-undang zonasi pariwisata, manajer mengadopsi model tata kelola partisipatif dengan komunitas lokal, dan bisnis beralih ke operasi yang bersertifikat berkelanjutan.Hanya dengan tindakan yang diselaraskan seperti itu, wilayah ini dapat menyeimbangkan kemakmuran ekonomi dengan keadilan lingkungan dan sosial.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengembangkan model prediktif yang mengintegrasikan skenario perubahan iklim untuk memperkirakan ketersediaan air tanah dalam jangka panjang di daerah pariwisata. Efektivitas sumber air alternatif seperti daur ulang air limbah dan pengumpulan air hujan perlu diuji lebih lanjut, dengan studi yang menunjukkan bahwa daur ulang air limbah lebih efisien dan layak diterapkan di resor pariwisata daripada pengumpulan air hujan, terutama di musim kering ketika permintaan air tinggi dan curah hujan rendah. Selain itu, diperlukan kerangka kebijakan yang mempromosikan sinergi antara konservasi air tanah dan pengembangan pariwisata. Aspek sosial-ekonomi dari kelangkaan air juga perlu dipelajari, mengingat tekanan pada komunitas lokal dan pertanian tradisional. Penelitian masa depan juga perlu mengembangkan metodologi partisipatif yang didasarkan pada kolaborasi multi-pemangku kepentingan antara investor, komunitas lokal, dan otoritas, seperti yang diuraikan dalam berbagai studi tentang kesuksesan kolaboratif dalam tata kelola air dan pariwisata berkelanjutan.

  1. Remote Sensing Assessment of Tourism's Groundwater Consumption: Evapotranspiration Analysis in the... doi.org/10.23917/forgeo.v39i1.9702Remote Sensing Assessment of Tourisms Groundwater Consumption Evapotranspiration Analysis in the doi 10 23917 forgeo v39i1 9702
  2. Water Resilience in the Souss-Massa Region Assessing Challenges and achievements for Sustainable Management:... doi.org/10.34874/IMIST.PRSM/fseijournal-v13i1.52951Water Resilience in the Souss Massa Region Assessing Challenges and achievements for Sustainable Management doi 10 34874 IMIST PRSM fseijournal v13i1 52951
  3. Tourism Investment and Land Use Change in the Northern Piedmont of the Western High Atlas (1989-2022)... journals2.ums.ac.id/index.php/fg/article/view/4458Tourism Investment and Land Use Change in the Northern Piedmont of the Western High Atlas 1989 2022 journals2 ums ac index php fg article view 4458
Read online
File size1.13 MB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test