UMSUMS

Forum GeografiForum Geografi

Gunung Sewu Karst, yang terletak di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memiliki topografi karst yang khas dengan dolines, bukit, dan gua. Meskipun memiliki keindahan estetika, daerah ini sering mengalami kekurangan air karena kurangnya air permukaan. Dolines, yaitu depresi berbentuk cekungan yang terbentuk selama proses karstifikasi, memainkan peran penting dalam konservasi keanekaragaman hayati, ekologi, hidrologi, dan perencanaan pengelolaan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan mengidentifikasi distribusi spasial serta karakteristik morfometri dolines di Kecamatan Purwosari, yang memiliki implikasi penting dalam pengelolaan sumber daya air dan mitigasi kekeringan di daerah karst. Temuan ini dimaksudkan untuk memandu perencanaan spasial dan strategi mitigasi lingkungan. Data untuk penelitian ini berasal dari model elevasi digital (DEM), yang merupakan data elevasi yang lebih skalabel dan mudah diakses, untuk menghasilkan Indeks Posisi Topografi (TPI) dan Indeks Kelembaban Topografi (TWI) untuk menganalisis pola spasial dolines, bentuk medan mereka, tipe mereka (kering atau berair), dan morfometri. Hasil menunjukkan bahwa dolines terkait dengan nilai TPI negatif (58%) dan nilai TWI rendah (53,48%), dengan sebagian besar bentuk lahan diklasifikasikan di bawah tingkat dataran (27,91%). Proporsi dolines yang signifikan (79,06%) mengandung air, dengan akurasi klasifikasi antara TPI dan TWI sebesar 65,11%. Secara morfologis, sebagian besar dolines berbentuk U, dengan dolines berbentuk oval yang paling umum (41,86% dari pengamatan). Temuan mengungkapkan bahwa dolines di Kecamatan Purwosari memiliki potensi penyimpanan air bawah tanah yang signifikan, sehingga menjadi penting dalam mengurangi risiko kekeringan regional.

Distribusi pola dolina di wilayah penelitian membentuk kelompok.Struktur geologi dalam bentuk patahan dan retakan mempengaruhi karakteristik ini.Posisi topografi dolina didominasi oleh topografi rendah atau cekungan, karena area terendah akan memudahkan proses pelarutan untuk membentuk cekungan.Indeks kelembaban dolina didominasi oleh klasifikasi rendah.Kondisi hidrologi karst umumnya memiliki pola drainase multibasinal, atau drainase yang menghilang ke bawah permukaan.Ada dua jenis dolina dengan kategori nilai TPI dan TWI di wilayah penelitian.dolina berbentuk kolam yang berair, dan dolina berbentuk cekungan yang kering.Temuan mengungkapkan bahwa dolines di Kecamatan Purwosari memiliki potensi penyimpanan air bawah tanah yang signifikan, sehingga menjadi penting dalam mengurangi risiko kekeringan regional.Ukuran dolina di wilayah penelitian dipengaruhi oleh bentuk lembah berbentuk U, dengan bentuk dibagi menjadi bulat, oval, dan tidak beraturan.Dolina berbentuk oval adalah jenis yang dominan di wilayah penelitian.Bentuk dolina ini akan kemudian berkembang menjadi bentuk yang tidak beraturan karena karstifikasi atau pelarutan.Karena dolines dapat berevolusi, pemetaan dinamis yang memantau perubahan bentuknya saat karstifikasi terjadi akan memberikan wawasan yang lebih dalam tentang evolusi lanskap karst.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: (1) Mengembangkan model hidrologi yang lebih canggih yang mempertimbangkan curah hujan musiman, pola aliran permukaan, dan interaksi dengan sistem sungai bawah tanah. Model ini dapat digunakan untuk memprediksi perubahan tipe dan distribusi dolines seiring waktu, serta dampak mereka pada kerentanan bawah tanah. (2) Menganalisis lebih lanjut hubungan antara morfometri dolines dengan tingkat perkembangan karst dan implikasinya terhadap konservasi keanekaragaman hayati dan ekologi. (3) Mengkaji dampak antropogenik pada dolines dan strategi konservasi yang dapat diterapkan untuk melindungi nilai konservasi dan ekologi dolines.

  1. Hubungan Karakteristik Topografi dengan Sifat-Sifat Fisika Tanah Studi Kasus: Sub DAS Citarik, DAS Citarum... jurnal.unpad.ac.id/soilrens/article/view/18310Hubungan Karakteristik Topografi dengan Sifat Sifat Fisika Tanah Studi Kasus Sub DAS Citarik DAS Citarum jurnal unpad ac soilrens article view 18310
  2. Pengaruh Topografi dan Kesarangan Batuan Karbonat terhadap Warna Tanah pada Jalur Baron-Wonosari Kabupaten... doi.org/10.23917/forgeo.v23i2.5010Pengaruh Topografi dan Kesarangan Batuan Karbonat terhadap Warna Tanah pada Jalur Baron Wonosari Kabupaten doi 10 23917 forgeo v23i2 5010
  3. PENENTUAN PRIORITAS PENANGANAN BANJIR GENANGAN BERDASARKAN TINGKAT KERAWANAN MENGGUNAKAN TOPOGRAPHIC... ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/19911PENENTUAN PRIORITAS PENANGANAN BANJIR GENANGAN BERDASARKAN TINGKAT KERAWANAN MENGGUNAKAN TOPOGRAPHIC ejournal undip ac index php ilmulingkungan article view 19911
  4. "KARAKTERISTIK DAN POLA PERSEBARAN DOLINA DI KECAMATAN PONJONG DAN SEMA" by Astrid Damayanti... scholarhub.ui.ac.id/jglitrop/vol2/iss2/5KARAKTERISTIK DAN POLA PERSEBARAN DOLINA DI KECAMATAN PONJONG DAN SEMA by Astrid Damayanti scholarhub ui ac jglitrop vol2 iss2 5
Read online
File size1.22 MB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test