UNNARUNNAR

e-NARODROIDe-NARODROID

Keselamatan Penerbangan dalam teknik penerbangan merupakan perhatian lebih dari pemerintah sebagai regulator/ fasilitator, setiap komponen sub system Bandar udara dalam melakukan kegiatan operasinya tetap harus mengutamakan keamanan dan keselamatan penerbangan. Dalam hal ini komponen pendukung dan pemanfaatan teknologi AI di rasakan sangat perlu guna melengkapi kebutuhan akan Pemenuhan Keselamatan Penerbangan dengan memanfaatkan robot sebagai media. Secara umum robot dapat didefinisikan sebagai sebuah piranti mekanik yang mampu melakukan pekerjaan manusia atau berperilaku seperti manusia. Salah satu pekerjaan manusia yang dapat dilakukan oleh robot adalah kegiatan pemadaman kebakaran. Dalam penelitian ini peneliti merancang sebuah Robot Pemadam Api untuk mencari dan memadamkan. Untuk itu robot dilengkapi dengan kamera CMU CAM 3, Motor DC, Kipas angin, dan mikrokontroler Arduino Due. Kamera CMU CAM 3 berguna untuk mendeteksi keberadaan. Motor DC untuk menggerakkan roda robot agar robot mampu bergerak. Kipas angin berfungsi untuk memadamkan. Dan mikrokontroler sebagai otak robot yang mengatur semua komponen-komponen robot agar berjalan sesuai yang diharapkan. Pada saat robot dinyalakan, robot akan mencari keberadaan api. Setelah robot menemukan api, robot akan bergerak lurus menuju api dan setelah sampai pada sumber api maka kipas angin akan menyala setelah pada jarak yang telah ditentukan untuk memadamkan api tersebut. Robot akan kembali mencari sumber titik api yang lain, sehingga robot pemadam api ini dapat mendeteksi keberadaan api yang lain. Dengan adanya Penelitian ini, diharapkan adanya kemajuan yaitu Memicu peneliti yang lain untuk membuat robot pemadam api yang lebih canggih dari robot yang dibuat oleh penelitian.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan didapat kesimpulan se berikut.Robot cerdas pemadam api telah berhasil dirancang dan dibuat menggunakan mikrokontroler Arduino Due dengan sistem penggerak roda dan kipas menggunakan motor DC dilengkapi beberapa sensor yaitu sensor UVTron Flame Detector, dan sensor PING ultrasonik range finder yang saling terintegrasi sehingga apabila salah satu terganggu/ eror maka robot tidak akan berfungsi dengan baik.Hasil pengujian sensor PING Ultrasonik range finder menunjukkan terdapat selisih antara jarak yang terukur masih mendekati jarak yang sebenarnya.Dan PING Ultrasonik range finder pada saat robot melakukan wall following pada lintasan belokan menunjukkan prosentase eror yang kecil sehingga robot dapat menyusur dinding dengan baik.Pengujian sensor UVTron Flame Detector menunjukkan bahwa dapat mendeteksi api hingga jarak 55 cm.Dari 30 kali percobaan scanning api yang terdapat di tepi, tengah, dan sudut ruangan, robot berhasil mendeteksi api tanpa eror dan memadamkannya.

Saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Mengembangkan sistem navigasi robot pemadam api dengan menggunakan algoritma pathfinding yang lebih canggih, seperti A* atau D*. Hal ini dapat meningkatkan efisiensi dan akurasi robot dalam mencari dan memadamkan api. 2. Menambahkan fitur deteksi dan pemadaman api yang lebih canggih, seperti menggunakan kamera termal atau sensor inframerah untuk mendeteksi api dari jarak jauh dan dengan akurasi yang lebih tinggi. 3. Mengintegrasikan sistem komunikasi nirkabel untuk memungkinkan robot berkomunikasi dengan pusat komando atau tim pemadam kebakaran, sehingga dapat memberikan informasi real-time tentang lokasi api dan status pemadaman. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kemampuan dan efektivitas robot pemadam api dalam menangani situasi darurat kebakaran.

Read online
File size1.93 MB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test