UNIMALUNIMAL

Jurnal Malikussaleh MengabdiJurnal Malikussaleh Mengabdi

Berlatih silat sangatlah baik sekali, karena semua materi yang di ajarkan bersifat mengolah badan, keringat mengeluarkan kotoran-kotoran tubuh melalui liang pori-pori, mengeluarkan energi negatif dan memasukan energi positif. Energi positif ini yang membuat tubuh tetap fit, ringan, bertenaga, sehat, kuat dan energi cadangan yang terkumpul di dalam tubuh menjadikan daya tahan tetap kuat serta memiliki kekebalan terhadap penyakit. Keberhasilan dari kegiatan ini dapat dilihat dari aspek pengetahuan dan ketrampilan pesilat Kelatnas Perisai Diri. Aspek pengetahuan dilihat dari hasil tes uji gerak yang diberikan sebelum dan sesudah pelaksanaan kegiatan. Sementara aspek ketrampilan dilihat dari kemampuan pesilat dalam mengulangi Kembali gerakan Teknik yang telah diberikan dan dapat Menyusun program latihan. Kelatnas Perissai Diri yang disusun secara sistematis berdasarkan pada pendekatan pola dan kemampuan pesilat dalam menguasai gerakan silat Perisai Diri. Pembelajaran gerakan teknik Perisai Diri diberikan secara urut dan terinci mulai dari pembukaan dan penutup, sehingga adanya keterkaitan antara latihan fisik dan rohani dengan prilaku pesilat Perisai Diri.

Materi dalam Kelatnas Perisai Diri yang diajarkan sesuai dengan tingkatan pesilat Perisai Diri, dengan adanya unsur pendidikan kerohanian akan membantu pesilat membentuk karakter sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.Metode pembelajaran yang ada di Kelatnas Perissai Diri yang disusun secara sistematis berdasarkan pada pendekatan pola dan kemampuan pesilat dalam menguasai gerakan silat Perisai Diri.Pembelajaran gerakan teknik Perisai Diri diberikan secara urut dan terinci mulai dari pembukaan dan penutup, sehingga adanya keterkaitan antara latihan fisik dan rohani dengan prilaku pesilat Perisai Diri.

Penelitian selanjutnya dapat meneliti dampak jangka panjang latihan silat Perisai Diri terhadap indikator imunologis dan kesehatan umum peserta, sehingga dapat diketahui sejauh mana manfaat kesehatan yang berkelanjutan. Selanjutnya, studi komparatif dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor motivasi yang berbeda antara kelompok usia muda, dewasa, dan lansia dalam mengikuti program silat, guna merancang strategi motivasi yang lebih tepat sasaran. Terakhir, pengembangan dan evaluasi modul pelatihan silat berbasis digital atau daring dapat diuji efektivitasnya dibandingkan dengan pelatihan tatap muka tradisional, terutama dalam konteks keterbatasan waktu dan akses geografis, sehingga dapat memperluas jangkauan pendidikan silat yang berkualitas.

  1. Pandai Silat Tanpa Cedera: Kenaikan Tingkat Menuju Pengembangan Kelatnas Perisai Diri di Aceh | Jurnal... ojs.unimal.ac.id/index.php/jmm/article/view/8394Pandai Silat Tanpa Cedera Kenaikan Tingkat Menuju Pengembangan Kelatnas Perisai Diri di Aceh Jurnal ojs unimal ac index php jmm article view 8394
Read online
File size99.58 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test