UNESUNES
Ekasakti Legal Science JournalEkasakti Legal Science JournalPenerbangan merupakan sektor strategis yang dikuasai oleh negara dan pembinaannya dilakukan oleh pemerintah melalui Kementerian Perhubungan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan. Pembinaan kegiatan penerbangan di bandar udara dilaksanakan oleh otoritas bandar udara yang memiliki kewenangan untuk menjalankan dan melakukan pengawasan terhadap terpenuhinya ketentuan peraturan perundang-undangan. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 41 Tahun 2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Otoritas Bandar Udara menetapkan Kantor Otoritas Bandar Udara sebagai Unit Pelaksana Teknis di Kementerian Perhubungan yang bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan melalui Direktur Jenderal Perhubungan Udara. Dalam pelaksanaan pengawasan di bidang angkutan udara, Inspektur Angkutan Udara memiliki tugas dan wewenang sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 59 Tahun 2015 tentang Kriteria, Tugas, dan Wewenang Inspektur Penerbangan. Penelitian ini merupakan penelitian hukum dengan spesifikasi deskriptif analitis yang bertujuan untuk menggambarkan kedudukan Inspektur Angkutan Udara pada Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VI Padang dalam melaksanakan pengawasan terhadap penyelenggaraan angkutan udara. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif, yaitu dengan mengkaji ketentuan hukum yang mengatur kewenangan Inspektur Angkutan Udara, serta didukung oleh pendekatan yuridis empiris melalui penelusuran terhadap implementasi norma-norma hukum tersebut dalam praktik pengawasan di lapangan. Inspektur Angkutan Udara Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VI Padang memiliki kedudukan yang lemah karena kewenangannya terbatas hanya sebagai pelaksana teknis dalam melaksanakan pengawasan penyelenggaraan angkutan udara di wilayah kerjanya. Kewenangan yang dimiliki adalah berupa mandat, di mana tanggung jawab hukum tetap berada pada pemberi mandat, yaitu Direktur Jenderal Perhubungan Udara. Pelaksanaan pengawasan penyelenggaraan angkutan udara oleh Inspektur Angkutan Udara Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VI Padang mencakup kegiatan inspeksi, monitoring, dan surveillance dan termasuk dalam kategori pengawasan eksternal, baik preventif maupun represif. Dalam pelaksanaan pengawasan, Inspektur Angkutan Udara Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VI Padang dihadapkan pada sejumlah hambatan seperti keterbatasan jumlah personel, luasnya wilayah kerja tanpa rute penerbangan langsung, serta kendala anggaran, yang secara keseluruhan menghambat optimalisasi pelaksanaan tugas pengawasan.
Inspektur Angkutan Udara pada Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VI Padang memiliki kewenangan terbatas sebagai pelaksana teknis dalam pengawasan keselamatan penerbangan, khususnya di bidang penyelenggaraan angkutan udara, dengan kewenangan berbentuk mandat yang tidak mengalihkan tanggung jawab hukum kepada mereka.Pengawasan yang dilakukan mencakup inspeksi, pengamatan, dan pemantauan terhadap lima provinsi, termasuk dalam kategori pengawasan eksternal yang menggabungkan aspek preventif dan represif.Pelaksanaan pengawasan dihadapkan pada tiga hambatan utama.keterbatasan jumlah personel jauh di bawah kebutuhan ideal, luasnya wilayah kerja tanpa rute penerbangan langsung yang menghambat mobilitas, dan keterbatasan anggaran yang membatasi frekuensi kunjungan lapangan.
Penelitian lanjutan dapat mengkaji bagaimana jika kewenangan Inspektur Angkutan Udara ditingkatkan dari bentuk mandat menjadi delegasi penuh, sehingga mereka dapat langsung menjatuhkan sanksi administratif tanpa harus menunggu keputusan dari Direktur Jenderal Perhubungan Udara, apakah hal ini meningkatkan efektivitas penegakan hukum di lapangan. Selain itu, perlu diteliti apakah penerapan sistem pengawasan berbasis digital dan pemantauan jarak jauh melalui integrasi data real-time dari bandara-bandara kecil di lima provinsi dapat mengurangi ketergantungan pada kunjungan fisik, dan sejauh mana teknologi ini dapat mengatasi hambatan geografis dan logistik. Terakhir, studi lebih dalam dapat dilakukan untuk mengukur dampak peningkatan anggaran pengawasan terhadap frekuensi dan kualitas inspeksi, dengan membandingkan kinerja pengawasan sebelum dan sesudah alokasi anggaran meningkat, serta menilai apakah penambahan personel sesuai analisis beban kerja secara signifikan mengurangi pelanggaran keselamatan penerbangan di wilayah kerja tersebut.
| File size | 438.08 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UIADUIAD menjadi sebuah gerakan penyadaran masyarakat untuk terus belajar sepanjang hayat dalam mengatasi tantanan kehidupan yang beubah-ubah semakin berat. Secaramenjadi sebuah gerakan penyadaran masyarakat untuk terus belajar sepanjang hayat dalam mengatasi tantanan kehidupan yang beubah-ubah semakin berat. Secara
IAIN MADURAIAIN MADURA Dengan demikian, gagasan ini menawarkan sebuah nalar Islam moderen yang memandang kesetaraan sebagai prinsip utama, dengan mengembalikan fokus pada ajaranDengan demikian, gagasan ini menawarkan sebuah nalar Islam moderen yang memandang kesetaraan sebagai prinsip utama, dengan mengembalikan fokus pada ajaran
IFTKLEDALEROIFTKLEDALERO Pendekatan filosofis-humanis adalah suatu cara berpikir yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, martabat dan kebebasan. Berdasarkan telaah filosofis-humanis,Pendekatan filosofis-humanis adalah suatu cara berpikir yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, martabat dan kebebasan. Berdasarkan telaah filosofis-humanis,
ST3BST3B Penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan dalam penerapan kebijakan agama, termasuk munculnya diskriminasi dan resistensi dari kelompok tertentu.Penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan dalam penerapan kebijakan agama, termasuk munculnya diskriminasi dan resistensi dari kelompok tertentu.
STAISAMSTAISAM 2) Dalam membangun karakter anak, keadaan lingkungan yang ada kurang mendukung dan terdapat permasalahan yang cukup rumit. Penelitian ini merupakan penelitian2) Dalam membangun karakter anak, keadaan lingkungan yang ada kurang mendukung dan terdapat permasalahan yang cukup rumit. Penelitian ini merupakan penelitian
STAISAMSTAISAM Pentingnya kontribusi Jürgen Habermas dalam mengembangkan teori hermeneutika, khususnya dalam menyeimbangkan antara obyektifitas dan subyektifitas, idealitasPentingnya kontribusi Jürgen Habermas dalam mengembangkan teori hermeneutika, khususnya dalam menyeimbangkan antara obyektifitas dan subyektifitas, idealitas
STTSIMPSONSTTSIMPSON Sekalipun Alkitab dengan jelas telah menegaskan mengenai eksistensi manusia yang berdosa secara sifat dasar maupun aktual, realitas anugerah Allah yangSekalipun Alkitab dengan jelas telah menegaskan mengenai eksistensi manusia yang berdosa secara sifat dasar maupun aktual, realitas anugerah Allah yang
IAIN SUIAIN SU Islam menegaskan perihal kewajiban setiap Muslim untuk memanfaatkan, memelihara dan melindungi alam secara arif, dan upaya ke arah tersebut merupakan bagianIslam menegaskan perihal kewajiban setiap Muslim untuk memanfaatkan, memelihara dan melindungi alam secara arif, dan upaya ke arah tersebut merupakan bagian
Useful /
IAIN MADURAIAIN MADURA Perguruan tinggi menjadi tempat yang amat strategis salam pengembangan ilmu ekonomi syarîah serta penyiapan SDM di bidang tersebut, utamanya mulai dariPerguruan tinggi menjadi tempat yang amat strategis salam pengembangan ilmu ekonomi syarîah serta penyiapan SDM di bidang tersebut, utamanya mulai dari
DINASTIRESDINASTIRES Komitmen berpengaruh terhadap peran manajemen pengawasan di perusahaan karena erat kaitannya dengan kegiatan perusahaan. Perencanaan juga memengaruhi peranKomitmen berpengaruh terhadap peran manajemen pengawasan di perusahaan karena erat kaitannya dengan kegiatan perusahaan. Perencanaan juga memengaruhi peran
DINASTIRESDINASTIRES In West Sumatra itself, the Information Commission has been running for two periods, namely 2015-2019 and 2019-2023. Currently, the selection process forIn West Sumatra itself, the Information Commission has been running for two periods, namely 2015-2019 and 2019-2023. Currently, the selection process for
AHMADDAHLANAHMADDAHLAN Namun, peternakan ini masih menghadapi berbagai tantangan, seperti fluktuasi harga pakan dan telur yang terkadang kurang stabil, kualitas telur yang belumNamun, peternakan ini masih menghadapi berbagai tantangan, seperti fluktuasi harga pakan dan telur yang terkadang kurang stabil, kualitas telur yang belum