PPICURUGPPICURUG

Langit Biru: Jurnal Ilmiah AviasiLangit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi

Penelitian ini bertujuan menghitung Runway Occupancy Time (ROT) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. ROT merupakan faktor penting dalam perhitungan kapasitas landasan, yang dapat memengaruhi waktu pesawat meninggalkan landasan setelah pendaratan atau memasuki landasan sebelum lepas landas. Hal ini berdampak pada jumlah pesawat yang dapat menggunakan landasan untuk lepas landas dan pendaratan dalam satu jam. Model perhitungan ROT yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Doratask sebagaimana tercantum dalam Runway Capacity Calculation Manual, yang dipadukan dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, studi dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata‑rata ROT di Bandara Soekarno‑Hatta lebih lambat 5,36 detik dibandingkan standar (95,36 detik untuk ROTT) dan lebih cepat 0,37 detik dibandingkan standar (54,63 detik untuk ROTL).

Penelitian menemukan bahwa rata‑rata Runway Occupancy Time untuk lepas landas (ROTT) di Bandara Soekarno‑Hatta sebesar 95,36 detik, yaitu 5,36 detik lebih lama dibandingkan standar, sedangkan rata‑rata untuk pendaratan (ROTL) sebesar 54,63 detik, 0,67 detik lebih pendek dari standar.Tingkat kepatuhan terhadap standar ROT menunjukkan bahwa hanya 28 % penerbangan lepas landas dan 58 % penerbangan pendaratan memenuhi batas waktu yang ditetapkan.Keterlambatan pada ROTT sebesar 5,36 detik dapat menimbulkan efek domino yang berpotensi memperpanjang waktu antrean penerbangan, sehingga diperlukan koordinasi stakeholder untuk mempercepat proses lepas landas.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji pengaruh penerapan interval pemisahan turbulensi wake yang dioptimalkan terhadap penurunan Runway Occupancy Time dengan menggunakan simulasi berbasis data historis, sehingga dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan pemisahan yang lebih efisien. Selanjutnya, diperlukan studi empiris untuk menilai efektivitas sistem pemantauan waktu respons pilot secara real‑time dalam mengurangi waktu pendataan ROT, dengan mengintegrasikan teknologi sensor dan analisis perilaku pilot selama fase lepas landas dan pendaratan. Selain itu, penelitian tentang penataan ulang lokasi keluar taksiway yang mempertimbangkan kategori dan kecepatan pesawat dapat memperpendek jarak tempuh ke titik keluar landasan, sehingga mengurangi ROT secara signifikan; studi ini sebaiknya melibatkan model optimasi jaringan taxiway serta evaluasi dampaknya terhadap kapasitas keseluruhan bandara.

  1. Vol. 17 No. 01 (2024): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi | Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi. http ojs... doi.org/10.54147/langitbiru.v17i01Vol 17 No 01 2024 Langit Biru Jurnal Ilmiah Aviasi Langit Biru Jurnal Ilmiah Aviasi http ojs doi 10 54147 langitbiru v17i01
Read online
File size576.62 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test