STIEMULIA SINGKAWANGSTIEMULIA SINGKAWANG

fintechfintech

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas pengendalian internal yang diterapkan oleh Mie Asin Cap Bunga Singkawang. Penelitian ini menggunakan bentuk penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus pada Mie Asin Cap Bunga Singkawang. Data yang diperoleh melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengendalian internal pada siklus produksi dinilai efektif dengan skor 34 sesuai tabel Analisa COSO Internal Control Framework. Kesimpulan dari penelitian ini adalah lingkungan pengendalian yang dilakukan perusahaan sudah baik. Hal ini terlihat dari berbagai faktor yang membentuk lingkungan pengendalian. Adanya nilai integritas dan etika sudah baik. komitmen terhadap kompetensi sudah baik. Belum ada Dewan komisaris dan komite audit yang belum. Filosofi dan gaya operasi manajemen yang sudah baik. Struktur organisasi yang sudah baik berbentuk fungsional yang terdiri atas owner, bagian administrasi, dan bagian Produksi. Pembagian wewenang dan pembebanan tanggung jawab yang sudah baik dan kebijakan dan praktik sumber daya yang sudah sangat baik.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas sistem pengendalian internal atas siklus produksi pada Mie Asin Cap Bunga Singkawang dinilai efektif dengan skor 34 berdasarkan kerangka kerja COSO, menunjukkan lingkungan pengendalian yang cukup baik.Meskipun demikian, terdapat beberapa area yang perlu perbaikan, termasuk ketiadaan gudang khusus untuk penyimpanan bahan baku serta potensi risiko dari kualitas bahan baku, karyawan yang tidak bertanggung jawab, dan lingkungan produksi yang kurang memadai.Oleh karena itu, peningkatan pada penanganan bahan baku, manajemen kualitas, dan pengawasan fisik seperti fasilitas gudang dan CCTV sangat direkomendasikan untuk memaksimalkan efektivitas pengendalian dan menjaga kualitas produksi.

Penelitian ini memberikan dasar yang kuat mengenai efektivitas pengendalian internal pada UMKM di sektor makanan olahan, namun masih terdapat banyak celah untuk studi lebih lanjut. Pertama, karena studi ini merupakan studi kasus tunggal, penelitian di masa depan dapat memperluas cakupan dengan melakukan studi komparatif. Periset dapat membandingkan implementasi sistem pengendalian internal atas siklus produksi pada beragam UMKM, baik di industri yang sama maupun berbeda, untuk mengidentifikasi perbedaan praktik terbaik, tantangan umum, dan faktor-faktor kontekstual yang memengaruhi keberhasilan pengendalian. Pertanyaan penelitian seperti Bagaimana karakteristik dan skala UMKM memengaruhi desain dan efektivitas sistem pengendalian internal dalam siklus produksi mereka? bisa menjadi arah yang menarik. Kedua, temuan mengenai keterbatasan fisik seperti tidak adanya gudang khusus dan pengawasan (CCTV) membuka peluang untuk meneliti dampak solusi infrastruktur dan teknologi. Studi lanjutan dapat mengevaluasi kelayakan investasi pada gudang penyimpanan bahan baku yang memadai dan penerapan teknologi pengawasan seperti CCTV terhadap peningkatan keamanan, kualitas produk, dan efisiensi operasional UMKM, dengan mempertimbangkan aspek biaya dan manfaat yang spesifik untuk konteks UMKM. Ketiga, mengingat peran vital karyawan yang bertanggung jawab, penelitian mendatang dapat berfokus pada dimensi perilaku dan sumber daya manusia dalam pengendalian internal. Menguji pengaruh program pelatihan kompetensi dan pembentukan budaya organisasi yang kuat terhadap kepatuhan karyawan terhadap prosedur pengendalian serta dampaknya pada pengurangan risiko produksi dapat memberikan wawasan berharga. Selain itu, dapat pula dikaji bagaimana efektivitas pengendalian internal berkorelasi dengan kinerja non-keuangan UMKM, seperti kepuasan pelanggan atau reputasi merek, melampaui metrik efisiensi operasional semata. Pendekatan ini akan memperkaya pemahaman tentang bagaimana UMKM dapat mengintegrasikan pengendalian internal tidak hanya untuk kepatuhan, tetapi juga untuk pertumbuhan berkelanjutan.

Read online
File size597.87 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test