UMPOUMPO

Muaddib : Studi Kependidikan dan KeislamanMuaddib : Studi Kependidikan dan Keislaman

Institusi selalu mengharapkan kualitas output dan kepribadian yang baik, namun apabila lingkungan pendidikan tidak memberikan habitus yang tepat, hasil yang diharapkan tidak akan tercapai. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran habitus dalam mengembangkan modal intelektual mahasiswa di Mahad Aly Al Furqon, dengan menelaah sinergi antara struktur dan agen serta bagaimana modal intelektual dibentuk dan dijalankan di lingkungan pesantren. Mengingat keberagaman input mahasiswa, tantangan utama terletak pada pembentukan dan penetapan standar kemampuan mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa habitus berperan dalam peningkatan modal intelektual melalui tujuh model struktural yang mendukung pengembangan modal intelektual mahasiswa di Mahad Aly Al Furqon Ponorogo. Untuk mengatasi burnout, mahasiswa melakukan berbagai kegiatan yang menyegarkan sehingga dapat menghindari kelelahan. Modal intelektual yang dikembangkan berhasil mencapai target memorisasi tertentu serta pertumbuhan intelektual yang ditandai dengan kreativitas, inisiatif independen, penyusunan agenda ilmiah, dan kemampuan berargumentasi secara beragam.

Penelitian ini menemukan bahwa struktur habitus, termasuk pendanaan, infrastruktur, sistem asrama, komitmen belajar, standar membaca Al‑Quran, memorisasi, studi ilmiah, dan dakwah masyarakat, membentuk tujuh model yang mendukung pengembangan modal intelektual mahasiswa di Mahad Aly Al Furqon Ponorogo.Selain itu, kegiatan ekstra kurikuler seperti olahraga, wirausaha, dan program kebugaran efektif mengatasi burnout serta menjaga keseimbangan hidup mahasiswa.Hasilnya, mahasiswa berhasil mencapai target hafalan 14‑18 juz serta menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan partisipasi aktif dalam diskusi ilmiah.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana variasi habitus antar pesantren tradisional dan modern memengaruhi perkembangan modal intelektual mahasiswa, sehingga dapat diidentifikasi faktor‑faktor habitus yang paling efektif. Selanjutnya, diperlukan studi longitudinal untuk mengevaluasi dampak program kegiatan ekstra kurikuler yang dirancang khusus dalam mengurangi burnout serta meningkatkan prestasi akademik dan sosial mahasiswa. Selain itu, penelitian eksploratif tentang integrasi teknologi digital—seperti platform pembelajaran daring—ke dalam praktik habitus tradisional dapat memberikan wawasan tentang cara meningkatkan kualitas pendidikan tanpa mengurangi nilai budaya pesantren. Penelitian‑penelitian tersebut diharapkan dapat memperkaya pemahaman tentang hubungan antara habitus, lingkungan belajar, dan pencapaian intelektual, serta memberikan rekomendasi praktis bagi institusi pendidikan Islam untuk mengoptimalkan strategi pengembangan sumber daya manusia.

Read online
File size354.48 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test