UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI

Jurnal Ekonomi dan PariwisataJurnal Ekonomi dan Pariwisata

Profesi petani sulit dijumpai di Kota Denpasar mengingat semakin berkurangnya lahan pertanian yang disebabkan karena Denpasar merupakan pusat perekonomian Bali dan juga disebabkan karena alih fungsi lahan yang semakin banyak terjadi beberapa tahun terakhir. Lahan pertanian yang berada di Kecamatan Denpasar Timur salah satunya berlokasi di Banjar Anggabaya, Kelurahan Penatih, dengan jarak tempuh sekitar 10 (sepuluh) kilometer dari pusat kota kita bisa menjumpai Banjar Anggabaya yang meskipun sudah penuh dengan kaum urban namun di pinggiran banjar tersebut tepatnya di sebelah utara terhampar lahan pertanian yang hijau membentang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Badung. Tanaman bunga sebagai sarana pendukung dalam canang sari merupakan salah satu komoditas yang dihasilkan selain padi dan palawija. Dari pengamatan di lapangan ditemukan bahwa wanita petani di Banjar Anggabaya membeli canang sari yang mereka perlukan untuk sarana persembahyangan meskipun dengan analisis informasi akuntansi diferensial diperoleh biaya yang lebih sedikit dikeluarkan apabila mereka membuat sendiri. Hal itu disebabkan oleh beberapa alasan seperti adat, kewajiban sebagai ibu rumah tangga dan hal - hal lainnya sesuai peran mereka dalam rumah tangga dan sebagai warga banjar.

Alternatif membuat canang sari sendiri lebih menguntungkan secara biaya karena bahan baku seperti bunga sudah dimiliki, namun petani wanita lebih cenderung membeli karena faktor adat, kewajiban rumah tangga, dan kegiatan lain.Keputusan pembelian ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat potensi penghematan, pertimbangan sosial dan waktu menjadi penentu utama.Permintaan terhadap canang sari tetap menawarkan peluang ekonomi yang signifikan bagi keluarga petani di Bali.

Penelitian selanjutnya dapat menguji bagaimana variasi tradisi dan adat di subak‑subak yang berbeda memengaruhi penggunaan informasi akuntansi diferensial dalam keputusan membuat atau membeli canang sari, dengan membandingkan beberapa banjar di wilayah Denpasar Timur dan Badung. Selanjutnya, studi longitudinal dapat meneliti dampak fluktuasi harga bahan baku dan nilai jual canang sari sepanjang tahun terhadap pilihan make‑or‑buy, sehingga dapat mengidentifikasi pola ekonomi musiman yang memandu petani wanita. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi penerapan teknologi informasi, seperti aplikasi seluler sederhana, untuk memberikan petani wanita akses real‑time terhadap perhitungan biaya diferensial, dan menilai apakah intervensi digital tersebut meningkatkan kecenderungan membuat canang sari sendiri serta meningkatkan kesejahteraan keluarga. Ketiga arah penelitian ini diharapkan memperluas pemahaman tentang faktor sosial, ekonomi, dan teknologi yang memengaruhi keputusan produksi canang sari, sekaligus memberikan rekomendasi kebijakan yang praktis untuk mendukung keberlanjutan pertanian keluarga di Bali.

Read online
File size196.72 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test