UNANDUNAND

Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial BudayaJurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya

Konflik etnis dan agama masih menjadi perbincangan hangat di awal tahun 2017. Wacana mengenai muslim non muslim serta pribumi non pribumi, menjadi topik utama dalam berbagai berita di Indonesia. Kedamaian yang selama ini dijaga, pasca konflik yang terjadi di Sampit dan Ambon, tiba-tiba terusik. Orang‑orang di Indonesia kembali terkotak‑kotak menjadi kelompok‑kelompok agama (muslim atau non muslim) atau kelompok‑kelompok etnis (pribumi atau non‑pribumi). Akan tetapi, Indonesia memiliki harapan untuk berdamai dalam perbedaan‑perbedaan dan menjadikannya harmoni dalam masyarakat. Kita bisa belajar dari masyarakat Enggano. Masyarakat Enggano merupakan masyarakat yang tinggal di salah satu Pulau terluar di Indonesia. Pulau ini terletak di sebelah barat Pulau Sumatra. Masyarakat Enggano mampu hidup dalam kebhinekaan meskipun kehidupan mereka jauh dari kata sejahtera, akses serta fasilitas yang masih buruk, dan jauh dari perhatian pemerintah. Hampir tidak ada konflik yang terjadi di Pulau ini. Hal ini dikarenakan kearifan lokal Enggano yang begitu kuat sehingga mampu menjembatani perbedaan‑perbedaan tersebut.

Masyarakat Enggano menunjukkan cara berpikir yang modern, mampu mengidentifikasi potensi konflik dan menerapkan langkah‑langkah pencegahan yang dapat dijadikan contoh konseptual kebhinekaan Indonesia.Mereka mengintegrasikan pendatang dengan memberikan suku Kaamay serta hak‑hak yang setara, sehingga menghindari ketegangan sosial.Keberagaman agama di Enggano tidak menimbulkan permusuhan karena nilai‑nilai adat dan kebudayaan menjadi faktor pemersatu.

Penelitian selanjutnya dapat membandingkan kearifan lokal yang diterapkan di Pulau Enggano dengan pulau‑pulau terluar lainnya untuk menilai transferabilitas strategi damai dalam konteks geografis yang berbeda. Selanjutnya, studi longitudinal yang memantau dampak kebijakan integrasi pendatang melalui pembentukan suku Kaamay terhadap kohesi sosial dan tingkat konflik dapat memberikan pemahaman mendalam tentang efektivitas kebijakan tersebut dari waktu ke waktu. Terakhir, penelitian dengan pendekatan campuran (mixed‑methods) mengenai peran sinkretisme agama dalam mitigasi konflik di Enggano dapat mengungkap mekanisme interaksi antara kepercayaan tradisional, agama Kristen, dan Islam yang berkontribusi pada harmoni masyarakat.

  1. HARMONI DALAM KEBHINEKAAN (Kearifan Lokal Masyarakat Pulau Enggano Provinsi Bengkulu Dalam Mengatasi... doi.org/10.25077/jaisb.v19.n2.p139-147.2017HARMONI DALAM KEBHINEKAAN Kearifan Lokal Masyarakat Pulau Enggano Provinsi Bengkulu Dalam Mengatasi doi 10 25077 jaisb v19 n2 p139 147 2017
Read online
File size127.25 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test