STIAAMUNTAISTIAAMUNTAI

Journal of Development Administrations Thinking Understand: Public and Business Administration (DATU)Journal of Development Administrations Thinking Understand: Public and Business Administration (DATU)

Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan pada KUA di kecamatan maka Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam telah berkomitmen meningkatkan kapasitas KUA melalui perbaikan pelayanan berbasis Informasi Teknologi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan nikah dalam penerapan SIMKAH masih kurang baik. Pertama pada reliability (kehandalan), pemberian pelayanan yang tepat dan benar cukup baik. Pada indikator ketepatan waktu masih kurang baik. Kedua, pada tangibles (bukti langsung) yaitu indikator sarana dan prasarana masih belum memadai untuk menunjang pelayanan. Pada indikator SDM sudah mencukupi dan berkemampuan dalam mengoperasikan SIMKAH. Ketiga, pada responsiveness (pertanggungjawaban) yaitu indikator kecepatan pelayanan masih kurang baik. Indikator respon pegawai masih kurang baik karena tidak ada yang menggantikan pelayanan ketika pegawai tidak ada ditempat dan pegawai yang kurang respon terhadap masyarakat. Keempat, pada assurance (jaminan) yaitu indikator keramahan sudah baik. Kelima, pada emphaty (empati) yaitu indikator perhatian terhadap pengguna layanan sudah baik. Faktor-faktor yang mempengaruhi adalah ketepatan waktu, sarana dan prasarana dan respon pegawai. Upaya yang dilakukan antara lain pemahaman dan pelatihan serta inisiatif pegawai itu sendiri.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan nikah dalam penerapan SIMKAH masih kurang baik.Aspek reliability, pemberian pelayanan yang tepat dan benar cukup baik, namun ketepatan waktu masih kurang baik.Tangibles, sarana dan prasarana belum memadai, sementara SDM sudah mencukupi dan mampu mengoperasikan SIMKAH.Responsiveness, kecepatan dan respon pegawai masih perlu ditingkatkan, namun assurance dan emphaty sudah baik.Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan meliputi ketepatan waktu, sarana prasarana, dan respon pegawai.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi secara spesifik jenis dan jumlah sarana dan prasarana yang paling dibutuhkan oleh KUA Kecamatan Batumandi untuk meningkatkan kualitas pelayanan nikah berbasis SIMKAH. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan penerapan SIMKAH di KUA Kecamatan Batumandi dengan KUA lain yang berhasil meningkatkan kualitas pelayanan nikah secara signifikan, untuk mengidentifikasi praktik-praktik terbaik yang dapat diadopsi. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pelatihan yang lebih efektif bagi pegawai KUA dalam mengoperasikan SIMKAH dan meningkatkan respon pelayanan mereka terhadap masyarakat, termasuk pelatihan mengenai manajemen antrian dan komunikasi yang efektif. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan nikah di KUA secara berkelanjutan, sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan yang lebih cepat, tepat, dan memuaskan.

  1. Pelayanan Isbat Nikah Wilayah Kerja Kantor Pengadilan Agama Amuntai Kelas 1b Kabupaten Hulu Sungai Utara... journal.unilak.ac.id/index.php/nia/article/view/7384Pelayanan Isbat Nikah Wilayah Kerja Kantor Pengadilan Agama Amuntai Kelas 1b Kabupaten Hulu Sungai Utara journal unilak ac index php nia article view 7384
Read online
File size555.55 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test