JURNALHUKUMDANPERADILANJURNALHUKUMDANPERADILAN
Jurnal Hukum dan PeradilanJurnal Hukum dan PeradilanBaru-baru ini, kemajuan teknologi dan waktu telah mempercepat perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Teknologi e‑Court yang berbasis pengadilan elektronik mulai menjadi hal umum di lingkup Mahkamah Agung. Namun, praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme masih terus terjadi, mulai dari suap hakim, perilaku arogan hakim dalam persidangan, hingga pelanggaran etik dan hukum oleh hakim atau pegawai. Kejadian tersebut tampak bertentangan dengan harapan bahwa kemajuan teknologi dapat mencegahnya. Penelitian ini bertujuan memberikan gagasan baru mengenai potensi AI generatif berbasis aplikasi dalam konteks pengawasan peradilan untuk mengurangi perilaku korupsi, kolusi, dan nepotisme. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan preskriptif analitis serta hermeneutika hukum berbasis aplikasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya anomali signifikan di mana kemajuan teknologi informasi dan komunikasi belum berhasil menekan perilaku korupsi, kolusi, dan nepotisme di peradilan, sehingga muncul ide penerapan AI generatif berbasis aplikasi dalam manajemen supervisi peradilan. AI generatif merupakan jenis AI yang dapat mencipta konten dan ide baru.
Implementasi Generative AI dalam sistem pengawasan peradilan sangat penting untuk meningkatkan efisiensi tindakan pengawasan yang dilakukan oleh atasan atau lembaga pengawas.Teknologi ini dapat menganalisis pola-pola penyalahgunaan wewenang secara cepat dan akurat, serta menghasilkan rekomendasi berbasis algoritma yang konsisten, sehingga proses pengawasan menjadi lebih menyeluruh dan akuntabel.Dengan penerapan Gen AI, upaya mengurangi korupsi, kolusi, dan nepotisme di Mahkamah Agung dapat diwujudkan secara maksimal, sekaligus menyediakan dasar rekomendasi kebijakan bagi pembuat keputusan di masa mendatang.
Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas Generative AI dalam mendeteksi pola korupsi, kolusi, dan nepotisme pada tingkat pengadilan yang berbeda dengan menggunakan data kasus yang dianonimkan, sehingga dapat menilai akurasi dan keandalannya. Selanjutnya, diperlukan pengembangan kerangka tata kelola etika dan hukum bagi penerapan Generative AI dalam pengawasan peradilan, mencakup perlindungan privasi, akuntabilitas, serta mitigasi bias algoritma. Terakhir, studi komparatif antara penerapan Generative AI di sistem peradilan negara lain, seperti Estonia dan China, dapat mengidentifikasi praktik terbaik yang dapat diadaptasi untuk konteks Indonesia, memperkuat kebijakan dan prosedur implementasi yang berkelanjutan.
- “Black Box Justice”: Robot Judges and AI-based Judgment Processes in China’s Court... ieeexplore.ieee.org/document/9462216AuBlack Box JusticeAy Robot Judges and AI based Judgment Processes in ChinaAos Court ieeexplore ieee document 9462216
- Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum. komisi yudisial pengawasan hakim asy syir jurnal ilmu syari quick... doi.org/10.14421/ajish.v48i2.128Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum komisi yudisial pengawasan hakim asy syir jurnal ilmu syari quick doi 10 14421 ajish v48i2 128
- KECERDASAN BUATAN MANUSIA (ARTIFICIAL INTELLIGENCE); TEKNOLOGI IMPIAN MASA DEPAN | Kusumawati | Ulul... ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/ululalbab/article/view/6218KECERDASAN BUATAN MANUSIA ARTIFICIAL INTELLIGENCE TEKNOLOGI IMPIAN MASA DEPAN Kusumawati Ulul ejournal uin malang ac index php ululalbab article view 6218
- Prinsip Kebebasan Hakim dalam Memutus Perkara Sebagai Amanat Konstitusi | Jurnal Konstitusi. prinsip... jurnalkonstitusi.mkri.id/index.php/jk/article/view/1222Prinsip Kebebasan Hakim dalam Memutus Perkara Sebagai Amanat Konstitusi Jurnal Konstitusi prinsip jurnalkonstitusi mkri index php jk article view 1222
- GAGASAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PENERAPAN HUKUM DI ERA 4.0 PERSPEKTIF PENYELESAIAN PERKARA MODEL... ejournal.unuja.ac.id/index.php/lsj/article/view/4190GAGASAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PENERAPAN HUKUM DI ERA 4 0 PERSPEKTIF PENYELESAIAN PERKARA MODEL ejournal unuja ac index php lsj article view 4190
| File size | 484.53 KB |
| Pages | 30 |
| DMCA | Report |
Related /
IPINTERNASIONALIPINTERNASIONAL Dengan desain pretest–posttest satu kelompok dan 120 guru sekolah dasar, data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert adaptasi DigCompEdu. AnalisisDengan desain pretest–posttest satu kelompok dan 120 guru sekolah dasar, data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert adaptasi DigCompEdu. Analisis
IFRELRESEARCHIFRELRESEARCH Di Bali pembagian harta waris berdasarkan oleh sistem kekerabatan patrilineal, dimana dari sistem tersebut anak laki-laki lah yang melanjutkan keluargaDi Bali pembagian harta waris berdasarkan oleh sistem kekerabatan patrilineal, dimana dari sistem tersebut anak laki-laki lah yang melanjutkan keluarga
DAARULHUDADAARULHUDA Hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi digital—seperti cloud computing, big data analytics, kecerdasan buatan, serta platform kolaboratif—berperanHasil kajian menunjukkan bahwa teknologi digital—seperti cloud computing, big data analytics, kecerdasan buatan, serta platform kolaboratif—berperan
MKRIMKRI Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan sistem pemilu di Indonesia pascareformasiMetode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan sistem pemilu di Indonesia pascareformasi
MKRIMKRI Kondisi ini menyebabkan putusan a quo tidak dapat dioperasikan. Seharusnya, dalam perkara a quo, Mahkamah menjatuhkan putusan secara ultra petita denganKondisi ini menyebabkan putusan a quo tidak dapat dioperasikan. Seharusnya, dalam perkara a quo, Mahkamah menjatuhkan putusan secara ultra petita dengan
MKRIMKRI Ambiguitas pada Pasal 299 ayat (1) UU Pemilu harus ditafsirkan secara restriktif, membatasi hak kampanye hanya bagi petahana yang mencalonkan diri kembali.Ambiguitas pada Pasal 299 ayat (1) UU Pemilu harus ditafsirkan secara restriktif, membatasi hak kampanye hanya bagi petahana yang mencalonkan diri kembali.
POLITANI SAMARINDAPOLITANI SAMARINDA Pendekatan yang digunakan mengikuti TOGAF Architecture Development Method (ADM), dengan penekanan khusus pada fase Architecture Vision, Business Architecture,Pendekatan yang digunakan mengikuti TOGAF Architecture Development Method (ADM), dengan penekanan khusus pada fase Architecture Vision, Business Architecture,
IFRELRESEARCHIFRELRESEARCH Dengan demikian, peran OJK dalam melindungi nasabah perbankan sangat penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan. Otoritas JasaDengan demikian, peran OJK dalam melindungi nasabah perbankan sangat penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan. Otoritas Jasa
Useful /
IPINTERNASIONALIPINTERNASIONAL Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 85 % peserta memahami materi pelatihan dan 90 % peserta menjadi mahir memproses produk-produk tersebut. Peserta jugaHasil evaluasi menunjukkan bahwa 85 % peserta memahami materi pelatihan dan 90 % peserta menjadi mahir memproses produk-produk tersebut. Peserta juga
MKRIMKRI Dari perspektif utilitarianisme Jeremy Bentham, kebijakan ini membawa manfaat besar bagi masyarakat karena meningkatkan jumlah kontestan, mengurangi dominasiDari perspektif utilitarianisme Jeremy Bentham, kebijakan ini membawa manfaat besar bagi masyarakat karena meningkatkan jumlah kontestan, mengurangi dominasi
ITSNULAMPUNGITSNULAMPUNG Program ini mencakup penilaian kebutuhan, pelatihan pengetahuan dan keterampilan, pendampingan teknis, serta evaluasi dan monitoring untuk memastikan implementasiProgram ini mencakup penilaian kebutuhan, pelatihan pengetahuan dan keterampilan, pendampingan teknis, serta evaluasi dan monitoring untuk memastikan implementasi
IIMSIIMS Penggunaan media kartu kata dengan ejaan suku kata dan warna yang bervariasi ternyata berhasil menarik minat siswa dalam belajar membaca, serta melibatkanPenggunaan media kartu kata dengan ejaan suku kata dan warna yang bervariasi ternyata berhasil menarik minat siswa dalam belajar membaca, serta melibatkan