MAHADEWAMAHADEWA

Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan SainsEmasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains

Matematika merupakan salah satu ilmu pengetahuan yang banyak memberikan kontribusi dalam menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, masih banyak ditemukan kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika salah satunya pada soal trigonometri kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya kesalahan dan apa penyebab siswa melakukan kesalahan dalam menyelesaikan masalah kontekstual pada materi trigonometri. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA SMA PGRI 4 Denpasar dengan jumlah 28 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan tes, wawancara, dan dokumentasi. Kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan masalah kontekstual pada soal trigonometri adalah kesalahan konseptual dilakukan sebanyak 39,34%, kesalahan prosedural sebanyak 24,6%, kesalahan teknikal sebanyak 36,06%. Penyebab kesalahan yang dilakukan siswa adalah terlalu terburu-buru dalam menyelesaikan soal yang diberikan, kurang teliti dalam menghitung, tidak fokus dalam mengerjakan soal yang diberikan, kurang teliti dalam memasukkan data pada soal, kurang memanfaatkan waktu dengan baik saat mengerjakan soal, ketidakpahaman siswa dalam mengerjakan soal, tidak memeriksa kembali pekerjaannya sebelum dikumpulkan.

Kesalahan yang dilakukan siswa kelas XI MIPA SMA PGRI 4 Denpasar dalam menyelesaikan soal kontekstual matematika pada materi trigonometri menggunakan tahapan Kastolan terdiri dari 3 kesalahan, yaitu kesalahan kontekstual, kesalahan prosedural, dan kesalahan teknikal.Kesalahan yang paling banyak dilakukan oleh siswa adalah pada kesalahan kontekstual sebanyak 39,34%, sedangkan kesalahan terkecil dilakukan pada kesalahan prosedural sebanyak 24,6%.Penyebab kesalahan meliputi kebiasaan terburu-buru, kurang teliti, dan kurang memahami konsep.Scaffolding yang efektif untuk kesalahan konseptual adalah explaining dan reviewing, untuk kesalahan prosedural adalah explaining, reviewing, resctucturing, dan developing conceptual thinking, serta untuk kesalahan teknikal adalah explaining, reviewing, dan resctucturing.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi efektivitas scaffolding digital dalam pembelajaran trigonometri kontekstual untuk meningkatkan pemahaman siswa. Selain itu, studi tentang perbandingan metode scaffolding berbasis AI dengan pendekatan konvensional bisa dilakukan untuk mengevaluasi dampak teknologi terhadap kinerja siswa. Terakhir, penelitian dapat menggali pengaruh pelatihan guru dalam implementasi scaffolding terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa secara jangka panjang.

Read online
File size496.76 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test