FEB UMIFEB UMI

Paradoks : Jurnal Ilmu EkonomiParadoks : Jurnal Ilmu Ekonomi

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran mediasi efikasi diri keuangan dalam hubungan antara literasi keuangan, sikap keuangan, dan gaya hidup terhadap perilaku manajemen keuangan Generasi Z di Purbalingga, Indonesia. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan pengumpulan data primer melalui kuesioner skala Likert 5 poin, melibatkan 226 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan perangkat lunak SmartPLS versi 4. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa literasi keuangan, sikap keuangan, dan gaya hidup memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap efikasi diri keuangan (p < 0,05). Selain itu, literasi keuangan, sikap keuangan, gaya hidup, dan efikasi diri keuangan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku manajemen keuangan (p < 0,05). Daya penjelas model dianggap moderat, sebagaimana tercermin dari nilai adjusted R2 sebesar 0,715 untuk perilaku manajemen keuangan dan 0,518 untuk efikasi diri keuangan. Analisis tidak langsung menunjukkan bahwa efikasi diri keuangan memediasi pengaruh literasi keuangan, sikap keuangan, dan gaya hidup terhadap perilaku manajemen keuangan. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan literatur perilaku manajemen keuangan dengan menekankan pentingnya efikasi diri keuangan sebagai mekanisme psikologis yang menjembatani pengaruh faktor keuangan dan gaya hidup terhadap perilaku manajemen keuangan. Penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk mengeksplorasi faktor psikologis atau kontekstual lain yang mungkin memengaruhi perilaku manajemen keuangan.

Penelitian ini menyoroti pentingnya efikasi diri keuangan dalam memediasi pengaruh literasi keuangan, sikap keuangan, dan gaya hidup terhadap perilaku manajemen keuangan Generasi Z di Kabupaten Purbalingga, Indonesia.Perilaku manajemen keuangan tidak hanya ditentukan oleh pengetahuan dan sikap, tetapi juga oleh keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam mengelola sumber daya keuangan.Secara teoritis, studi ini memperkuat integrasi Social Cognitive Theory (SCT) dan Theory of Planned Behavior dengan menunjukkan bahwa efikasi diri keuangan bukan hanya faktor psikologis, tetapi juga mekanisme kognitif yang menjelaskan bagaimana pengetahuan dan sikap diwujudkan menjadi tindakan keuangan yang konsisten.

Studi lanjutan dapat memperluas cakupan geografis penelitian ini untuk melihat apakah temuan yang ada juga berlaku untuk Generasi Z di wilayah lain di Indonesia, seperti kota-kota besar yang memiliki dinamika ekonomi dan sosial berbeda, atau di daerah pedesaan dengan akses sumber daya yang lebih terbatas. Pertanyaan yang menarik adalah apakah terdapat perbedaan signifikan dalam pola perilaku manajemen keuangan dan peran efikasi diri keuangan antara Generasi Z yang terpapar lingkungan perkotaan yang serba cepat dengan mereka yang tumbuh di lingkungan yang lebih tradisional. Hal ini penting guna memahami dampak konteks sosio-ekonomi terhadap kemampuan individu dalam mengelola keuangan pribadi. Selanjutnya, penelitian di masa depan sangat disarankan untuk menyelidiki secara lebih mendalam dampak spesifik dari adopsi teknologi keuangan (FinTech) oleh Generasi Z. Dapatkah penggunaan aplikasi perencanaan anggaran, platform investasi digital, atau dompet elektronik memengaruhi tingkat efikasi diri keuangan dan kemudian mengubah cara mereka mengelola dana? Apakah FinTech bertindak sebagai pendorong positif untuk efikasi diri atau justru berpotensi memicu perilaku konsumtif dan impulsif? Lebih jauh lagi, faktor psikologis tambahan seperti tingkat toleransi risiko keuangan atau pola pikir pertumbuhan (growth mindset) bisa ditambahkan sebagai variabel mediasi atau moderasi. Mengingat masih adanya porsi variasi perilaku manajemen keuangan yang belum terjelaskan, penelitian di mendatang juga perlu mempertimbangkan pengaruh lingkungan yang lebih luas, seperti efek dari program literasi keuangan yang diselenggarakan pemerintah atau lembaga pendidikan, serta peran penting dari diskusi keuangan dalam keluarga. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai mekanisme yang mendasari pembentukan perilaku manajemen keuangan pada Generasi Z.

  1. The influence of financial literacy, financial attitudes, and lifestyle on financial behavior | Widyakto... ejournal2.undip.ac.id/index.php/ijb/article/view/13617The influence of financial literacy financial attitudes and lifestyle on financial behavior Widyakto ejournal2 undip ac index php ijb article view 13617
  2. Pengaruh Financial Literacy, Locus of Control, Life Style, dan Gender terhadap Financial Management Behavior... journal.unesa.ac.id/index.php/jim/article/view/13205Pengaruh Financial Literacy Locus of Control Life Style dan Gender terhadap Financial Management Behavior journal unesa ac index php jim article view 13205
  3. Pengetahuan dan Sikap Keuangan: Perspektif Manajemen Keuangan dan Financial Self-Eficacy di Lingkungan... doi.org/10.35838/jrap.2024.011.01.09Pengetahuan dan Sikap Keuangan Perspektif Manajemen Keuangan dan Financial Self Eficacy di Lingkungan doi 10 35838 jrap 2024 011 01 09
  4. Pengaruh Financial Knowledge, Financial Attitude, Financial Self Efficacy, Income, Locus of Control,... journal.unesa.ac.id/index.php/jim/article/view/16323Pengaruh Financial Knowledge Financial Attitude Financial Self Efficacy Income Locus of Control journal unesa ac index php jim article view 16323
Read online
File size565.32 KB
Pages23
DMCAReport

Related /

ads-block-test