AKABAAKABA

Jurnal Analisis HukumJurnal Analisis Hukum

Persoalan politik identitas menjadi fenomena yang krusial di tengah-tengah pesta demokrasi, khususnya pemilihan umum (pemilu) 2024. Hal ini menjadi pengaruh terhadap rakyat dalam memilih calon dari presiden hingga kepala daerah maupun anggota dewan perwakilan rakyat. Selain itu, fenomena ini mengakibatkan dampak pada perpecahan di kalangan masyarakat, yang memunculkan kubu-kubu dan dikhawatirkan dapat memicu konflik. Oleh karena itu, penelitian ini mengekspolarsi terhadap nilai-nilai demokrasi dan politik identitas yang berdasarkan nilai-nilai Islam dengan menggunakan studi kepustakaan (library research). Penelitian ini merujuk pada sumber-sumber terdahulu untuk menawarkan sudut pandang yang lebih dinamis dalam analisis hasil, termasuk pandangan beberapa tokoh Islam. Sehingga penelitian ini menunjukkan bahwa politik identitas menyebabkan adanya menyempitkan perspektif pemilih dan menurunkan kualitas proses pemilihan, di mana kompetensi kandidat sering kali diabaikan. Di samping itu, aspek Islam tidak menempatkan politik identitas sebagai faktor utama dalam memilih, tetapi lebih mengutamakan kepentingan bersama (kemaslahatan). Demikian politik identitas mendapat pengaruh terhadap demokrasi, sekaligus menyoroti pentingnya upaya rekonsiliasi sosial dan edukasi politik untuk mewujudkan demokrasi yang lebih inklusif dan visioner dengan kehidupan berbangsa dan bernegara (living state).

Demokrasi sebagai sistem politik ideal seharusnya berfokus pada partisipasi aktif, rasionalitas, dan penilaian objektif terhadap kebijakan dan program.Namun, munculnya politik identitas dalam proses pemilihan menunjukkan degradasi dalam praktik demokrasi.Politik identitas, yang menitikberatkan pada suku, agama, ras, atau kelompok tertentu, telah menggeser orientasi politik dari isu kebijakan ke sentimen emosional berbasis identitas kelompok.Fenomena ini memperlemah nilai-nilai demokrasi karena pemilih cenderung membuat keputusan berdasarkan afiliasi identitas daripada kapasitas atau integritas calon.Akibatnya, ruang publik menjadi terpecah, meningkatkan polarisasi dan konflik sosial.Politik identitas sering dimanfaatkan oleh aktor politik untuk memperkuat dukungan dengan mengorbankan persatuan dan kesetaraan dalam masyarakat, yang pada akhirnya melemahkan legitimasi proses demokrasi.Untuk mengatasi degradasi ini, diperlukan upaya serius untuk mengembalikan fokus demokrasi pada substansi, seperti program kerja dan visi calon pemimpin.Pendidikan politik yang inklusif dan kampanye yang menjunjung nilai-nilai kebangsaan harus digalakkan untuk mencegah manipulasi berbasis identitas.Dengan demikian, demokrasi dapat tetap menjadi wadah aspirasi yang mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan kelompok tertentu.

Berdasarkan analisis terhadap latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam tentang dampak politik identitas terhadap partisipasi politik dan kualitas demokrasi di Indonesia. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana politik identitas mempengaruhi perilaku pemilih, khususnya dalam pemilihan umum dan pemilihan kepala daerah. Kedua, penting untuk menganalisis peran media sosial dalam menyebarkan politik identitas dan pengaruhnya terhadap opini publik. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana media sosial menjadi platform untuk menguatkan identitas kelompok dan memicu polarisasi. Ketiga, penelitian tentang pendidikan politik dan upaya-upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang nilai-nilai demokrasi dan kebangsaan sangat diperlukan. Studi ini dapat mengeksplorasi strategi-strategi pendidikan politik yang efektif, termasuk pendidikan politik inklusif dan kampanye yang menjunjung nilai-nilai kebangsaan, untuk mencegah manipulasi berbasis identitas dan memperkuat demokrasi.

  1. Politik Identitas dalam Pilkada DKI Jakarta Tahun 2017: Perspektif Pemikiran Politik Nurcholish Madjid... journal.uinsgd.ac.id/index.php/politicon/article/view/8146Politik Identitas dalam Pilkada DKI Jakarta Tahun 2017 Perspektif Pemikiran Politik Nurcholish Madjid journal uinsgd ac index php politicon article view 8146
  2. Sosialisasi Pemilu Tahun 2019 Terhadap Pemilih Pemula oleh KPU Kabupaten Solok Selatan | Journal of Civic... doi.org/10.24036/jce.v4i1.439Sosialisasi Pemilu Tahun 2019 Terhadap Pemilih Pemula oleh KPU Kabupaten Solok Selatan Journal of Civic doi 10 24036 jce v4i1 439
  3. Pertarungan Populisme Islam dalam Pemilihan Presiden 2019 | Sihidi | JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan.... doi.org/10.14710/jiip.v5i2.8516Pertarungan Populisme Islam dalam Pemilihan Presiden 2019 Sihidi JIIP Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan doi 10 14710 jiip v5i2 8516
  4. Pengaruh Politik Identitas terhadap Demokrasi di Indonesia | Jurnal Lemhannas RI. pengaruh politik identitas... doi.org/10.55960/jlri.v9i4.419Pengaruh Politik Identitas terhadap Demokrasi di Indonesia Jurnal Lemhannas RI pengaruh politik identitas doi 10 55960 jlri v9i4 419
  5. DAMPAK POLITIK IDENTITAS PADA PEMILIHAN UMUM 2024 MENDATANG | Inovasi Pembangunan : Jurnal Kelitbangan.... doi.org/10.35450/jip.v11i02.400DAMPAK POLITIK IDENTITAS PADA PEMILIHAN UMUM 2024 MENDATANG Inovasi Pembangunan Jurnal Kelitbangan doi 10 35450 jip v11i02 400
Read online
File size325.54 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test