UNISDAUNISDA

RUNGKAT: RUANG KATARUNGKAT: RUANG KATA

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dengan menggunakan pendekatan feminisme. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data utama yang dianalisis adalah teks novel, di mana narasi, dialog, dan penggambaran karakter perempuan dijadikan objek analisis. Penelitian ini juga menggunakan teori feminisme untuk mengungkap bentuk-bentuk ketidakadilan gender yang dialami oleh tokoh perempuan, termasuk subordinasi, marginalisasi, stereotip, dan kekerasan simbolik yang terwujud dalam interaksi sosial mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehidupan sosial tokoh perempuan dalam novel Gadis yang Menulis Surat Setiap Malam didominasi oleh berbagai bentuk ketidakadilan gender yang berakar pada budaya patriarki. Tokoh perempuan dalam novel ini menghadapi keterbatasan dalam menjalani peran-peran sosial mereka, baik sebagai individu maupun bagian dari masyarakat. Namun, melalui surat-surat yang ditulis, mereka berusaha melawan batasan-batasan tersebut dan menyuarakan keinginan mereka untuk kebebasan. Hal ini menunjukkan bahwa novel ini tidak hanya menjadi cerminan realitas sosial perempuan, tetapi juga merupakan kritik sosial terhadap kondisi ketidakadilan gender yang masih relevan di masyarakat Indonesia.

Eksistensi tokoh Meutiah dalam novel Gadis yang Menulis Surat Setiap Malam karya Arafat Nur mencerminkan upaya tokoh perempuan dalam menghadapi dan mengatasi penderitaan emosional melalui menulis surat.Proses menulis menjadi sarana penting bagi Meutiah untuk menyampaikan perasaan tidak nyaman, meraih pemulihan, serta menemukan makna dalam hidupnya.Tokoh Meutiah digambarkan sebagai pribadi yang kuat, kreatif, dan memiliki ketahanan mental serta kedekatan dengan Tuhan dalam menghadapi berbagai kesulitan hidup.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang bagaimana menulis surat atau bentuk ekspresi tertulis lainnya dapat berfungsi sebagai terapi psikologis bagi perempuan korban trauma dalam konteks masyarakat patriarki. Penelitian ini bisa menggali efektivitas menulis sebagai alat penyembuhan emosional dan bagaimana ia membantu membangun identitas diri. Kedua, penting untuk meneliti representasi pendidikan dan pengucilan perempuan dari dunia sekolah dalam karya sastra Indonesia yang berlatar konflik sosial, untuk memahami bagaimana struktur sosial dan gender membatasi akses pendidikan perempuan. Ketiga, perlu dikaji lebih dalam mengenai peran spiritualitas dan agama dalam pemberdayaan tokoh perempuan pasca-trauma, khususnya dalam sastra Indonesia modern, untuk melihat apakah agama dipotret sebagai alat penindas atau justru sebagai sumber kekuatan dan pembebasan diri. Penelitian-penelitian ini dapat memperdalam pemahaman tentang interaksi antara gender, trauma, ekspresi diri, dan pemulihan dalam konteks budaya lokal.

  1. Students’ Perception toward Using Canva in EFL Business Correspondence Class | Edulitics (Education,... e-jurnal.unisda.ac.id/index.php/edulitic/article/view/5268StudentsAo Perception toward Using Canva in EFL Business Correspondence Class Edulitics Education e jurnal unisda ac index php edulitic article view 5268
  2. Improving Students’ Ability in Writing Descriptive Text Using Example Non-Example Method at Eight... doi.org/10.52166/edulitics.v8i1.4540Improving StudentsAo Ability in Writing Descriptive Text Using Example Non Example Method at Eight doi 10 52166 edulitics v8i1 4540
  1. #pendekatan fenomenologi#pendekatan fenomenologi
  2. #peran sosial#peran sosial
Read online
File size315.98 KB
Pages6
Short Linkhttps://juris.id/p-2kU
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test