STTCIREBONSTTCIREBON

Jurnal ArsitekturJurnal Arsitektur

Saat ini kondisi Taman Kober sangat memprihatinkan dengan fasilitas yang tidak dipelihara dengan baik dan terkesan seadanya saja, selain itu juga desain taman yang cenderung sama dengan taman desa lainnya kurang menampilkan citra khas yang dimiliki oleh Taman Kober. Redesain dilakukan untuk meningkatkan fungsi ruang terbuka hijau (RTH) yang tidak hanya estetis, tetapi juga fungsional dan berkelanjutan, dengan mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Untuk itu re-desain Taman Kober menggunakan pendekatan konsep ekologi. Elemen desain mencakup pemanfaatan tanaman lokal, fasilitas ramah lingkungan, serta partisipasi masyarakat untuk menciptakan ruang komunitas yang inklusif dan edukatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi lapangan, wawancara dengan masyarakat setempat, dan studi literatur. Hasil penelitian berupa konsep desain taman, meliputi site plan dan ilustrasi 3D, yang diharapkan dapat memberikan manfaat lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Redesain Taman Kober dengan pendekatan konsep ekologi berhasil meningkatkan fungsi ruang terbuka hijau secara estetis, fungsional, dan berkelanjutan.Penggunaan tanaman lokal, fasilitas ramah lingkungan, serta partisipasi masyarakat berhasil menciptakan ruang komunitas yang inklusif dan edukatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep ekologi dapat menjadi solusi efektif untuk mengatasi permasalahan lingkungan dan sosial di Taman Kober.

1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak jangka panjang konsep ekologi pada keberlanjutan lingkungan Taman Kober. 2. Pengembangan model partisipasi masyarakat dalam pemeliharaan taman berbasis ekologi untuk memastikan keberlanjutan. 3. Studi banding antara desain taman berbasis ekologi dengan taman konvensional untuk mengevaluasi efektivitas konsep tersebut dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Read online
File size1.89 MB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test