IAIIIAII

Journal of Systems Engineering and Information Technology (JOSEIT)Journal of Systems Engineering and Information Technology (JOSEIT)

Mata kuliah Algoritma dan Pemrograman dalam program studi Teknik Informatika diajarkan pada semester pertama dan kedua, karena mata kuliah ini merupakan mata kuliah ilmiah yang menjadi dasar untuk kursus pemrograman lanjutan di semester yang lebih tinggi. Seringkali lulusan yang cerdas mendapatkan nilai akademik yang baik selama studi dan menjadi mahasiswa unggulan, tetapi ketika bekerja di bidang keahliannya, kinerjanya tidak sebaik lulusan yang memiliki nilai akademik lebih rendah. Keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual (IQ), tetapi juga oleh jenis kecerdasan lainnya. Kecerdasan intelektual atau kecerdasan kognitif adalah satu jenis kecerdasan, sementara kecerdasan non-intelektual mencakup jenis kecerdasan lain di luar kecerdasan kognitif. Salah satu kecerdasan non-intelektual ini adalah kecerdasan emosional. Kecerdasan intelektual dan non-intelektual berperan sama pentingnya dalam mendukung kesuksesan individu. Penelitian ini membahas analisis pengaruh kecerdasan emosional terhadap tingkat pemahaman algoritma dan pemrograman menggunakan metode regresi linear yang diimplementasikan dengan aplikasi. Sampel yang diambil adalah mahasiswa program studi Teknik Informatika semester tiga dan empat. Dengan hasil pengaruh kecerdasan emosional terhadap pemahaman Algoritma dan Pemrograman, dapat memberikan solusi untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap mata kuliah Algoritma dan Pemrograman serta mata kuliah komputer lainnya dalam bidang studi Teknik Informatika. Aplikasi dibuat menggunakan bahasa pemrograman Python.

Berdasarkan uji yang telah dilakukan, terdapat nilai P-Value β1 = 0,0141604 yang lebih kecil dari 5 persen, yang memberikan bukti bahwa tidak ada hubungan antara kecerdasan emosional dan pemahaman seseorang dalam mata kuliah Algoritma.Diperlukan studi lebih dalam mengenai hubungan antara EQ dan tingkat pemahaman objek yang diteliti, karena variabel EQ terkait stres emosional tidak memengaruhi tingkat IQ, tetapi memiliki pengaruh lebih besar pada tingkat kinerja.

Penelitian lanjutan dapat menginvestigasi pengaruh kecerdasan emosional terhadap pemahaman pemrograman di tingkat akademik yang berbeda, seperti mahasiswa program studi lain atau tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Selain itu, perlu dikembangkan metode analisis yang lebih kompleks, seperti penggunaan algoritma machine learning, untuk memperkuat validitas temuan penelitian ini. Studi juga dapat mengeksplorasi peran faktor-faktor non-kognitif lainnya, seperti motivasi atau sikap belajar, dalam memengaruhi kinerja pemrograman, sehingga memberikan wawasan yang lebih luas tentang dinamika pembelajaran pemrograman.

  1. Analysis of the Effect Emotional Intelligence on Understanding Level in Programming Algorithm Learning... jurnal.iaii.or.id/index.php/JOSEIT/article/view/4996Analysis of the Effect Emotional Intelligence on Understanding Level in Programming Algorithm Learning jurnal iaii index php JOSEIT article view 4996
Read online
File size346.96 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test