UNTAGUNTAG

Persona:Jurnal Psikologi IndonesiaPersona:Jurnal Psikologi Indonesia

Perceraian membawa banyak dampak negatif pada remaja, seperti rendahnya kesejahteraan psikologis disebabkan oleh emosi-emosi negatif yang muncul akibat perceraian orang tua. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas pelatihan memaafkan untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis pada remaja dengan orangtua bercerai. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen Pretest-Posttest Control Group with Follow up Design. Subjek penelitian sebanyak 12 remaja dengan orangtua bercerai, yang terdiri dari 4 laki-laki dan 8 perempuan, dengan skor kesejahteraan psikologis pada kategori sedang-rendah. Subjek dibagi ke dalam 2 kelompok secara acak, terdiri dari 6 subjek di kelompok eksperimen dan 6 subjek kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diberikan intervensi berupa pelatihan memaafkan sebanyak 3 kali pertemuan dan pada kelompok kontrol diberikan video kekuatan memaafkan, setelah penelitian selesai. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Skala Kesejahteraan Psikologis (α = 0,919) dan Skala Memaafkan (α = 0,886). Metode analisis data yang digunakan adalah Uji Independent Sample T-test dan Paired Sample T-test. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa pelatihan memaafkan dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis pada remaja dengan orangtua bercerai.

Berdasarkan hasil uji hipotesis dan pembahasan dalam penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa pelatihan memaafkan dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis pada remaja dengan orangtua bercerai.Hal ini tampak dari hasil uji hipotesis yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan skor kesejahteraan psikologis pada kelompok eksperimen antara sebelum dan setelah diberikan pelatihan memaafkan.Partisipan penelitian diharapkan dapat melatih keterampilan memaafkan yang telah diberikan, seperti menuliskan pikiran dan perasaan yang muncul terkait dengan peristiwa tidak menyenangkan yang terjadi, sehingga subjek penelitian dapat menyadari pikiran dan perasaan tersebut serta menyadari bahwa ada luka yang timbul akibat peristiwa tersebut.Selain itu, diharapkan dapat melatih keterampilan relaksasi pernapasan yang diberikan sebagai bagian dari tahap untuk memaafkan, serta keterampilan reframing.Memaafkan merupakan suatu proses yang panjang dan membutuhkan kesediaan pada setiap individu.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, penelitian selanjutnya dapat menginvestigasi efektivitas pelatihan memaafkan dengan pendekatan yang lebih personal dan intensif, misalnya melalui konseling individu yang menggabungkan teknik-teknik mindfulness dan terapi kognitif perilaku. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi peran faktor-faktor sosial dan budaya dalam memengaruhi proses memaafkan pada remaja dengan orangtua bercerai, serta bagaimana faktor-faktor tersebut dapat dimanfaatkan untuk merancang intervensi yang lebih efektif. Terakhir, penelitian dapat meneliti dampak jangka panjang dari pelatihan memaafkan terhadap kesejahteraan psikologis dan kualitas hubungan remaja dengan orangtua dan lingkungan sosialnya, sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang manfaat dan tantangan dalam menerapkan intervensi ini.

  1. Jurnal Psikologi Teori dan Terapan. hubungan religiusitas stres well remaja pondok pesantren jurnal psikologi... journal.unesa.ac.id/index.php/jptt/article/view/1853Jurnal Psikologi Teori dan Terapan hubungan religiusitas stres well remaja pondok pesantren jurnal psikologi journal unesa ac index php jptt article view 1853
  2. Psychological Well‐being: Evidence Regarding its Causes and Consequences† - Huppert... iaap-journals.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/j.1758-0854.2009.01008.xPsychological WellyAAAabeing Evidence Regarding its Causes and ConsequencesyAAA Huppert iaap journals onlinelibrary wiley doi 10 1111 j 1758 0854 2009 01008 x
Read online
File size491.11 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test