POLTEKKESKUPANGPOLTEKKESKUPANG

JURNAL INFO KESEHATANJURNAL INFO KESEHATAN

Kanker payudara dapat dideteksi dini dengan melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) yang bertujuan mencegah risiko tingkat lanjut dan dapat menurunkan angka kematian pada penderita, karena kanker dapat ditemukan lebih awal sehingga akan memberikan harapan hidup yang lebih lama. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor keterlambatan pengobatan pada wanita penderita kanker payudara di RSUD Kabupaten Simeulue tahun 2018. Penelitian ini menggunakan kualitatif yaitu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran atau deskripsi tentang Faktor keterlambatan pengobatan pada wanita penderita kanker payudara di RSUD Kabupaten Simeulue. Analisis data meliputi pengolahan data dengan tahapan data reduction, data display, dan conclusion or verificasion. Hasil penelitian diperoleh informasi terjadinya keterlambatan pengobatan kanker payudara salah satunya oleh tingkat pendidikan informan, pengetahuan dan fasilitas pengobatan yang kurang lengkap, sehingga mengakibatkan terjadinya keterlambatan dalam penanganan kanker payudara. Sedangakan faktor pendukung keluarga, teman dan petugas kesehatan hanya meyakinkan informan untuk segera mengobati penyakitnya secara tuntas. Faktor keterlambatan pengobatan yaitu pendidikan dan pengetahuan rendah, keterlambatan pengobatan di tempat pengobatan sebelumnya tidak lengkap, faktor keterlambatan pengobatan karena ketiga komponen faktor ini baik keluarga, teman ataupun petugas kesehatan hanya menguatkan informan untuk segera mengobati penyakitnya.

Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan yang rendah, fasilitas pengobatan yang tidak lengkap di RSUD Simeulue, dan kurangnya pengetahuan mengenai kanker payudara menjadi faktor utama keterlambatan pengobatan.Meskipun dukungan dari keluarga, teman, dan petugas kesehatan ada, faktor-faktor tersebut tidak cukup untuk mengatasi hambatan yang ada.Oleh karena itu, peningkatan akses terhadap fasilitas kesehatan yang memadai dan edukasi yang lebih intensif mengenai deteksi dini kanker payudara sangat diperlukan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menggali lebih dalam mengenai peran faktor budaya dan kepercayaan masyarakat terhadap pilihan pengobatan kanker payudara, terutama di daerah dengan karakteristik sosial-budaya yang unik seperti Simeulue. Kedua, penelitian kuantitatif dengan sampel yang lebih besar dapat dilakukan untuk menguji validitas dan generalisasi temuan penelitian ini, serta untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko lain yang mungkin berkontribusi terhadap keterlambatan pengobatan. Ketiga, studi intervensi yang berfokus pada peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini kanker payudara melalui SADARI, serta peningkatan akses terhadap layanan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas, perlu dilakukan untuk mengevaluasi efektivitasnya dalam mengurangi keterlambatan pengobatan dan meningkatkan angka harapan hidup penderita kanker payudara. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif dan mendalam, sehingga dapat dirumuskan strategi yang lebih efektif untuk mengatasi masalah keterlambatan pengobatan kanker payudara di Indonesia.

Read online
File size435.07 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test