UNMUNM

International Journal of Language EducationInternational Journal of Language Education

Penelitian ini mengeksplorasi permasalahan penerapan pendidikan bilingual dalam Kurikulum Panorama China dengan tujuan meningkatkan adaptasi lintas‑budaya mahasiswa ASEAN di pendidikan tinggi. Metode yang digunakan berupa kuesioner dan wawancara yang dianalisis secara longitudinal berdasarkan faktor usia, jenis kelamin, kewarganegaraan, dan durasi tinggal di China untuk menyelidiki adaptasi psikologis dan lingkungan belajar mahasiswa ASEAN, serta menyoroti tantangan dalam beradaptasi dengan lanskap budaya China. Temuan penelitian mengidentifikasi kesenjangan budaya antara China dan negara‑negara ASEAN serta menunjukkan bahwa pendekatan pendidikan bilingual berkontribusi pada partisipasi kelas dan pertukaran budaya, namun tantangan psikologis tetap muncul yang memengaruhi kesejahteraan mental dan prestasi akademik; selain itu, kehidupan sosial mahasiswa ASEAN terbatas pada interaksi kampus, sehingga diperlukan peningkatan kemampuan bahasa Inggris dosen dan dorongan partisipasi aktif mahasiswa dalam kegiatan sosial. Meskipun pendidikan bilingual menjanjikan, penelitian menekankan perlunya strategi komprehensif meliputi pelatihan guru dan penanganan disparitas sosio‑ekonomi. Hasil penelitian memberikan wawasan tentang kompleksitas adaptasi lintas‑budaya dan menyoroti potensi pendidikan bilingual dalam Kurikulum Panorama, dengan catatan kehati‑hatian dalam generalisasi di luar mahasiswa ASEAN di Guangxi, China karena kemungkinan variasi konteks budaya, sosial, dan pendidikan secara internasional.

Pendekatan pendidikan bilingual dalam Kurikulum Panorama memiliki potensi besar untuk meningkatkan adaptasi lintas‑budaya, namun tantangan yang diidentifikasi menuntut penanganan isu‑isu multifaset.Solusi yang efektif harus mencakup strategi komprehensif seperti pelatihan guru yang terarah, alokasi sumber daya, sensitivitas budaya dalam pengajaran, serta pengakuan terhadap disparitas sosial‑ekonomi.Mengatasi tantangan tersebut penting untuk mewujudkan potensi penuh pendidikan bilingual dalam Kurikulum Panorama dan memastikan mahasiswa siap berinteraksi secara efektif dalam konteks global.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji bagaimana tingkat kemampuan bahasa Inggris guru memengaruhi efektivitas penerapan pendidikan bilingual terhadap peningkatan adaptasi lintas‑budaya mahasiswa ASEAN, dengan menggunakan desain eksperimental yang membandingkan kelas yang dipandu oleh guru berkompetensi tinggi versus guru dengan kompetensi terbatas. Selanjutnya, studi longitudinal dapat meneliti dampak partisipasi mahasiswa ASEAN dalam kegiatan sosial dan budaya di luar lingkungan kampus selama satu tahun penuh terhadap perkembangan adaptasi psikologis dan akademik mereka, sehingga dapat mengidentifikasi jenis intervensi ekstrakurikuler yang paling efektif. Selain itu, penelitian dapat menginvestigasi peran faktor sosio‑ekonomi, seperti tingkat pendapatan keluarga dan beasiswa, dalam memediasi kesulitan adaptasi mahasiswa ASEAN, serta merumuskan model dukungan berkelanjutan yang memperhitungkan disparitas ekonomi. Dengan menjawab tiga pertanyaan penelitian tersebut, diharapkan dapat memberikan dasar empiris yang kuat untuk memperbaiki kebijakan dan praktik pendidikan bilingual dalam kurikulum Panorama China.

  1. Enhancing ASEAN Students’ Cross-Cultural Adaptability in Higher Education: Exploring the Issues... ojs.unm.ac.id/ijole/article/view/60911Enhancing ASEAN StudentsAo Cross Cultural Adaptability in Higher Education Exploring the Issues ojs unm ac ijole article view 60911
Read online
File size430.58 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test