INABJINABJ
The Indonesian Biomedical JournalThe Indonesian Biomedical JournalLatar Belakang: Neuropati perifer diabetik (DPN) merupakan komplikasi umum diabetes mellitus tipe 2 (T2DM), yang terkait dengan hiperglikemia kronis, resistensi insulin, dan neuroinflamasi. Meskipun penggunaan Michigan Neuropathy Screening Instrument (MNSI) tersebar luas untuk identifikasi dini dalam skrining neuropati, penelitian yang menilai hubungan antara NGF, resistensi insulin, dan neuropati pada pasien T2DM masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi hubungan antara kadar serum NGF, resistensi insulin, fungsi beta-sel, dan skor MNSI pada T2DM. Metode: Tujuh puluh tujuh subjek T2DM diklasifikasikan ke dalam kelompok DPN dan non-DPN menggunakan MNSI. Subjek dikecualikan jika memiliki komorbiditas dan kondisi yang berpotensi memengaruhi fungsi metabolik, imun, atau organ. Enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA) digunakan untuk pengukuran kadar serum NGF, metode hexokinase enzimatik untuk glukosa plasma puasa (FPG) dan glukosa pasca prandial 2 jam (2HPP), kromatografi cair kinerja tinggi (HPLC) untuk hemoglobin glikosilat (HbA1c), dan imunofluoresensi kemiluminesen untuk insulin puasa. Penilaian model homeostatik resistensi insulin (HOMA-IR) dan fungsi beta-sel (HOMA-β) kemudian dihitung. Hasil: Sebagian besar subjek penelitian memiliki kadar NGF <11 pg/mL. Konsentrasi NGF menunjukkan korelasi invers dengan HOMA-IR (r=–0,263, p=0,021) dan HOMA-β (r=–0,316, p=0,005). Pada subkelompok DPN, NGF menunjukkan korelasi negatif yang lebih kuat dengan HOMA-β (r=–0,425, p=0,009), sedangkan tidak ada korelasi signifikan yang ditemukan pada non-DPN. HbA1c lebih tinggi pada DPN (p=0,014). Tidak ada asosiasi signifikan yang diamati antara NGF dan HbA1c, FPG, atau 2HPP. NGF berhubungan signifikan dengan skor MNSI Bagian B (p=0,032), yang mencerminkan temuan neuropatik objektif, tetapi tidak dengan MNSI Bagian A atau skor total. Kesimpulan: Kadar NGF yang lebih rendah berhubungan signifikan dengan resistensi insulin dan disfungsi beta-sel pada T2DM. Asosiasi dengan bagian MNSI menunjukkan bahwa temuan pemeriksaan fisik mungkin mencerminkan perubahan neuropatik terkait NGF lebih baik daripada penilaian berbasis gejala.
Penelitian ini menunjukkan bahwa kadar NGF yang lebih rendah berhubungan signifikan dengan resistensi insulin dan disfungsi beta-sel pada T2DM.Asosiasi dengan bagian MNSI menunjukkan bahwa temuan pemeriksaan fisik mungkin mencerminkan perubahan neuropatik terkait NGF lebih baik daripada penilaian berbasis gejala.Temuan ini menggarisbawahi pentingnya skrining neuropati yang komprehensif dan potensi NGF sebagai biomarker untuk deteksi dini dan manajemen DPN.
Berdasarkan temuan ini, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi. Pertama, penelitian longitudinal diperlukan untuk menentukan apakah kadar NGF yang rendah merupakan prediktor perkembangan DPN subklinis menjadi neuropati klinis yang nyata pada pasien T2DM. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat menyelidiki mekanisme molekuler yang mendasari hubungan antara NGF, resistensi insulin, dan disfungsi beta-sel, dengan fokus pada peran inflamasi dan stres oksidatif. Ketiga, uji klinis terkontrol secara acak dapat mengevaluasi efektivitas intervensi yang menargetkan NGF, seperti suplemen neurotropik atau modifikasi gaya hidup, dalam mencegah atau memperlambat perkembangan DPN pada pasien T2DM. Dengan menggabungkan wawasan dari penelitian ini, kita dapat mengembangkan strategi pencegahan dan pengobatan yang lebih efektif untuk DPN, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas hidup bagi individu yang hidup dengan diabetes.
- Low Serum Nerve Growth Factor Levels Are Associated with Insulin Resistance, Beta Cell Dysfunction, and... doi.org/10.18585/inabj.v17i5.3750Low Serum Nerve Growth Factor Levels Are Associated with Insulin Resistance Beta Cell Dysfunction and doi 10 18585 inabj v17i5 3750
- Should insulin resistance (HOMA-IR), insulin secretion (HOMA-β), and visceral fat area be considered... drc.bmj.com/content/12/1/e003680Should insulin resistance HOMA IR insulin secretion HOMA and visceral fat area be considered drc bmj content 12 1 e003680
- Medical Science Monitor | Analysis of Factors Related to Type 2 Diabetic Peripheral Neuropathy Based... medscimonit.com/abstract/full/idArt/939157Medical Science Monitor Analysis of Factors Related to Type 2 Diabetic Peripheral Neuropathy Based medscimonit abstract full idArt 939157
| File size | 807.27 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
UNSOEDUNSOED ), telah dilaporkan memiliki aktivitas antivirus, namun belum ada studi mengenai potensi mereka sebagai inhibitor PLpro SARS‑CoV‑2. Oleh karena itu,), telah dilaporkan memiliki aktivitas antivirus, namun belum ada studi mengenai potensi mereka sebagai inhibitor PLpro SARS‑CoV‑2. Oleh karena itu,
STIK SAMSTIK SAM Faktor yang dapat berpengaruh terhadap kegagalan pengendalian DM salah satunya adalah faktor predisposisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktorFaktor yang dapat berpengaruh terhadap kegagalan pengendalian DM salah satunya adalah faktor predisposisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor
UNUSAUNUSA Dengan demikian, MPV lebih tinggi pada kelompok diabetes dengan komplikasi dibandingkan dengan yang tanpa komplikasi. Pasien diabetes dengan komplikasiDengan demikian, MPV lebih tinggi pada kelompok diabetes dengan komplikasi dibandingkan dengan yang tanpa komplikasi. Pasien diabetes dengan komplikasi
UNIVERSITAS BTHUNIVERSITAS BTH Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dari 20 responden 25% menyatakan bahwa tuberculosis paru merupakan batuk berdahak bercampur darah,Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dari 20 responden 25% menyatakan bahwa tuberculosis paru merupakan batuk berdahak bercampur darah,
UNIVERSITAS BTHUNIVERSITAS BTH Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dengan teknik observasi, wawancara, kepustakaan, dan laboratorium.Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dengan teknik observasi, wawancara, kepustakaan, dan laboratorium.
UNIVERSITAS BTHUNIVERSITAS BTH Penurunan kadar trigliserida pada dosis uji I (0,085 gram/200 g BB tikus), dosis uji II (0,042 gram/200 g BB tikus) dandosis uji III (0,17gram/200 g BBPenurunan kadar trigliserida pada dosis uji I (0,085 gram/200 g BB tikus), dosis uji II (0,042 gram/200 g BB tikus) dandosis uji III (0,17gram/200 g BB
UNIVERSITAS BTHUNIVERSITAS BTH Beberapa penelitian menunjukkan bahwa zat gizi tempe lebih mudah dicerna, diserap dan dimanfaatkan tubuh. Hal ini dikarenakan kapang yang tumbuh pada kedelaiBeberapa penelitian menunjukkan bahwa zat gizi tempe lebih mudah dicerna, diserap dan dimanfaatkan tubuh. Hal ini dikarenakan kapang yang tumbuh pada kedelai
UNIVERSITAS BTHUNIVERSITAS BTH Kandungan kimia pada daun binahong dapat berfungsi sebagai antibakteri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui daya hambat ekstrak etanol daun binahongKandungan kimia pada daun binahong dapat berfungsi sebagai antibakteri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui daya hambat ekstrak etanol daun binahong
Useful /
INABJINABJ Perilaku kognitif dan kecemasan dinilai menggunakan tes pengenalan objek baru 2 (2NOR), labirin Y spontan, dan tes lapangan terbuka (OFT). Kadar aluminiumPerilaku kognitif dan kecemasan dinilai menggunakan tes pengenalan objek baru 2 (2NOR), labirin Y spontan, dan tes lapangan terbuka (OFT). Kadar aluminium
SERAMBISERAMBI Temuan menunjukkan bahwa manajemen berbasis ihsan diterapkan secara sistematis sebagai etos manajerial yang mendorong perbaikan kualitas berkelanjutanTemuan menunjukkan bahwa manajemen berbasis ihsan diterapkan secara sistematis sebagai etos manajerial yang mendorong perbaikan kualitas berkelanjutan
ITHBITHB Penelitian ini masih terbatas pada penggunaan sensor MQ-135, DHT22, dan LDR, sementara indikator kualitas udara internasional mencakup PM2. 5, PM10, CO,Penelitian ini masih terbatas pada penggunaan sensor MQ-135, DHT22, dan LDR, sementara indikator kualitas udara internasional mencakup PM2. 5, PM10, CO,
UNUSAUNUSA Sejak profil FTIR membuktikan bahwa kelompok L. casei mampu menghasilkan eksopolisakarida, maka memiliki potensi yang lebih besar sebagai probiotik. FTIRSejak profil FTIR membuktikan bahwa kelompok L. casei mampu menghasilkan eksopolisakarida, maka memiliki potensi yang lebih besar sebagai probiotik. FTIR