INABJINABJ
The Indonesian Biomedical JournalThe Indonesian Biomedical JournalLatar belakang: Aluminium, unsur non-esensial, dapat menumpuk di otak dan terlibat dalam gangguan neurodegeneratif seperti penyakit Alzheimer (AD). Meskipun penelitian sebelumnya telah meneliti neurotoksisitas aluminium, banyak yang berfokus pada satu titik waktu, membatasi wawasan tentang bagaimana aluminium menumpuk seiring waktu. Studi ini mengatasi kesenjangan tersebut dengan menyelidiki akumulasi aluminium yang bergantung pada waktu dan perubahan neuroperilaku terkait pada tikus pada 14, 28, dan 42 hari. Metode: Tikus Wistar jantan diberikan 200 mg/kg/hari klorida aluminium (AlCl3) melalui gavage oral selama 14 (akut), 28 (subakut), dan 42 (subkronis) hari. Perilaku kognitif dan kecemasan dinilai menggunakan tes pengenalan objek baru 2 (2NOR), labirin Y spontan, dan tes lapangan terbuka (OFT). Kadar aluminium otak diukur menggunakan spektrometri massa plasma terkopling induktif (ICP-MS). Hasil: Terdapat gangguan dalam memori spasial dan non-spasial dan peningkatan perilaku seperti kecemasan di semua durasi paparan (p<0,05). Kinerja memori non-spasial menurun sebesar 50,5%, 37,7%, dan 56,2% pada hari-14, -28, dan -42, masing-masing. Memori spasial menurun secara signifikan sebesar 34,3% dan 43,2% pada hari-14 dan -42, masing-masing, sementara penurunan 20,0% pada hari-28 tidak signifikan secara statistik. Perilaku seperti kecemasan meningkat, dengan entri zona tengah berkurang sebesar 37,6%, 64,9%, dan 62,9% pada titik waktu yang sama. Konsentrasi aluminium otak meningkat secara signifikan pada semua kelompok terpapar aluminium dibandingkan dengan kontrol, dengan peningkatan sebesar 2.622,6%, 314,7%, dan 969,3% pada hari-14, -28, dan -42, masing-masing (p<0,05). Peningkatan tersebut tidak secara ketat proporsional dengan durasi paparan, menunjukkan kemungkinan regulasi homeostatik. Penilaian berat badan dan hati mengonfirmasi sifat subtoksik dari paparan. Kesimpulan: Paparan aluminium selama 42 hari menginduksi defisit perilaku dan meningkatkan kadar aluminium otak, yang dapat mendukung relevansinya yang potensial sebagai model untuk mempelajari neurotoksisitas yang diinduksi aluminium.
Paparan aluminium selama 42 hari menginduksi defisit perilaku dan meningkatkan kadar aluminium otak, yang dapat mendukung relevansinya yang potensial sebagai model untuk mempelajari neurotoksisitas yang diinduksi aluminium.Studi ini menunjukkan bahwa aluminium dapat menjadi model yang berguna untuk mempelajari neurotoksisitas yang diinduksi aluminium.Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami mekanisme yang mendasari efek ini dan untuk mengembangkan strategi pencegahan dan pengobatan.
Berdasarkan temuan ini, beberapa arah penelitian lanjutan yang menjanjikan muncul. Pertama, penting untuk menyelidiki mekanisme molekuler yang mendasari akumulasi aluminium di otak dan bagaimana hal itu memengaruhi fungsi neuron dan sinapsis. Penelitian ini dapat melibatkan analisis jalur pensinyalan yang terganggu, perubahan ekspresi gen, dan disfungsi mitokondria. Kedua, penelitian lebih lanjut harus fokus pada peran neuroinflamasi dalam neurotoksisitas yang diinduksi aluminium. Investigasi ini dapat mengeksplorasi aktivasi mikroglia dan astrosit, pelepasan sitokin pro-inflamasi, dan kontribusi neuroinflamasi terhadap kerusakan kognitif. Terakhir, penelitian harus mengeksplorasi potensi intervensi terapeutik untuk mengurangi efek neurotoksik aluminium. Ini dapat mencakup studi tentang antioksidan, senyawa anti-inflamasi, atau agen yang meningkatkan mekanisme pembersihan aluminium dari otak. Dengan mengatasi pertanyaan-pertanyaan ini, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang dampak aluminium pada kesehatan otak dan mengembangkan strategi yang efektif untuk mencegah dan mengobati gangguan terkait.
- Test No. 425: Acute Oral Toxicity: Up-and-Down Procedure | OECD. test acute toxicity procedure oecd skip... oecd.org/en/publications/test-no-425-acute-oral-toxicity-up-and-down-procedure_9789264071049-en.htmlTest No 425 Acute Oral Toxicity Up and Down Procedure OECD test acute toxicity procedure oecd skip oecd en publications test no 425 acute oral toxicity up and down procedure 9789264071049 en html
- Aluminum Exposure Induces Time-Dependent Cognitive Decline, Anxiety, and Brain Aluminum Accumulation... doi.org/10.18585/inabj.v17i5.3746Aluminum Exposure Induces Time Dependent Cognitive Decline Anxiety and Brain Aluminum Accumulation doi 10 18585 inabj v17i5 3746
- Alteration of Hepatic Gene Expression along with the Inherited Phenotype of Acquired Fatty Liver in Chicken.... mdpi.com/2073-4425/9/4/199Alteration of Hepatic Gene Expression along with the Inherited Phenotype of Acquired Fatty Liver in Chicken mdpi 2073 4425 9 4 199
- Mitochondrial control of microglial phagocytosis by the translocator protein and hexokinase 2 in Alzheimer’s... pnas.org/doi/10.1073/pnas.2209177120Mitochondrial control of microglial phagocytosis by the translocator protein and hexokinase 2 in AlzheimerAos pnas doi 10 1073 pnas 2209177120
| File size | 2.81 MB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
POLKESBANPOLKESBAN Hasil menunjukkan bahwa diet HFHFr berhasil menginduksi obesitas ditandai dengan peningkatan berat badan, indeks Lee >300, serta kenaikan kadar kolesterol,Hasil menunjukkan bahwa diet HFHFr berhasil menginduksi obesitas ditandai dengan peningkatan berat badan, indeks Lee >300, serta kenaikan kadar kolesterol,
UNSOEDUNSOED SARS-CoV-2 (Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2) merupakan virus penyebab pandemi COVID-19 secara global. Virus ini diketahui mengkodekan empatSARS-CoV-2 (Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2) merupakan virus penyebab pandemi COVID-19 secara global. Virus ini diketahui mengkodekan empat
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Metode: Penelitian ini adalah penelitian in vivo. Sebanyak 24 tikus Wistar (Rattus norvegicus) jantan dibagi menjadi 6 kelompok. Setelah dilakukan pencabutanMetode: Penelitian ini adalah penelitian in vivo. Sebanyak 24 tikus Wistar (Rattus norvegicus) jantan dibagi menjadi 6 kelompok. Setelah dilakukan pencabutan
UNUSAUNUSA Kelompok I berperan sebagai kontrol negatif, sedangkan kelompok II, III, dan IV menerima minyak zaitun extra virgin secara oral dengan dosis masing-masingKelompok I berperan sebagai kontrol negatif, sedangkan kelompok II, III, dan IV menerima minyak zaitun extra virgin secara oral dengan dosis masing-masing
UNIVMEDUNIVMED Penelitian ini bertujuan untuk menilai aktivitas antiartritis ekstrak etanol daun Jarak Pagar pada tikus dengan model adjuvant induced arthritis (AIA).Penelitian ini bertujuan untuk menilai aktivitas antiartritis ekstrak etanol daun Jarak Pagar pada tikus dengan model adjuvant induced arthritis (AIA).
UNIVERSITAS BTHUNIVERSITAS BTH Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat Kota Tasikmalaya mengenai tuberculosis, penularan, factor resiko dam pencegahan tuberculosisTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat Kota Tasikmalaya mengenai tuberculosis, penularan, factor resiko dam pencegahan tuberculosis
UNIVERSITAS BTHUNIVERSITAS BTH Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi tentang keanekaragaman tumbuhan obat berkhasiat antiinflamasi, teknik dan cara penggunaan tumbuhanTujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi tentang keanekaragaman tumbuhan obat berkhasiat antiinflamasi, teknik dan cara penggunaan tumbuhan
UNIVERSITAS BTHUNIVERSITAS BTH The result of the research showed that ethanolic extract strawberry fruit 2 weeks can decrease triglycerides, total cholesterol, LDL-cholesterol and increasedThe result of the research showed that ethanolic extract strawberry fruit 2 weeks can decrease triglycerides, total cholesterol, LDL-cholesterol and increased
Useful /
ITSCIENCEITSCIENCE Kegiatan pembelajaran secara daring sebaiknya dilakukan dengan persiapan yang baik dan penambahan sarana teknologi tambahan seperti Youtube dan WhatsAppKegiatan pembelajaran secara daring sebaiknya dilakukan dengan persiapan yang baik dan penambahan sarana teknologi tambahan seperti Youtube dan WhatsApp
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Cerebral palsy (CP) adalah disabilitas motorik paling umum pada anak-anak, dengan prevalensi 1,5 hingga 3,0 kasus per 1. 000 kelahiran hidup di seluruhCerebral palsy (CP) adalah disabilitas motorik paling umum pada anak-anak, dengan prevalensi 1,5 hingga 3,0 kasus per 1. 000 kelahiran hidup di seluruh
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Hasil: Temuan tersebut menunjukkan bahwa kedua varietas buah tersebut berhasil menurunkan indeks serpihan gigi; meskipun demikian, terdapat perbedaan signifikanHasil: Temuan tersebut menunjukkan bahwa kedua varietas buah tersebut berhasil menurunkan indeks serpihan gigi; meskipun demikian, terdapat perbedaan signifikan
UNUSAUNUSA Penelitian ini bertujuan menguji tingkat toksisitas ekstrak lamun (E. acoroides) dari perairan pesisir Soropia. Metode penelitian menggunakan rancanganPenelitian ini bertujuan menguji tingkat toksisitas ekstrak lamun (E. acoroides) dari perairan pesisir Soropia. Metode penelitian menggunakan rancangan