UNIMALUNIMAL

Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)

Klorofil adalah pigmen hijau yang pada umumnya terdapat pada daun tanaman. Klorofil memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh di antaranya sebagai pembantu terjadinya detoksifikasi, antioksidan, antipenuaan dan antikanker. Salah satu tanaman yang memiliki klorofil tinggi adalah tanaman pepaya. Penelitian ini menghasilkan klorofil dari ekstrak daun pepaya dengan menggunakan metode ekstraksi. Ekstraksi dilakukan pada suhu 50ºC selama 120 menit dengan perbandingan sampel dan pelarut yaitu 1:4. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar klorofil pada daun pepaya dengan menggunakan variasi konsentrasi pelarut etanol dan waktu penyimpanan sehingga didapatkan kondisi yang dapat menghasilkan kadar klorofil yang paling tinggi. Konsentrasi pelarut etanol yang digunakan pada penelitian ini adalah 50%, 70% dan 96%. Variasi waktu penyimpanan sebelum ekstraksi yaitu 0 menit, 60 menit, 120 menit, 180 menit dan 240 menit. Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh kadar klorofil paling tinggi yaitu 3,9881 mg/l dengan densitas 0,9430 gr/ml pada kondisi konsentrasi etanol 96% dan waktu penyimpanan 240 menit.

Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar klorofil a dan b tertinggi diperoleh pada konsentrasi etanol 96%, dengan kadar klorofil a yang lebih tinggi dibandingkan klorofil b.Kadar klorofil tertinggi mencapai 3,9881 mg/l dan densitas sebesar 0,9430 gr/ml.Kondisi optimal ditemukan pada konsentrasi etanol 96% dan waktu penyimpanan selama 240 menit sebelum ekstraksi.

Pertama, perlu diteliti pengaruh suhu ekstraksi yang bervariasi terhadap stabilitas klorofil a dan b dalam ekstrak daun pepaya, mengingat bahwa klorofil a rentan terdegradasi oleh panas dan penelitian ini menggunakan alat ekstraksi sederhana yang mungkin tidak menjaga suhu secara konstan. Kedua, perlu dikaji efek kombinasi pelarut etanol dengan pelarut lain seperti aseton atau metanol terhadap perolehan klorofil total, karena beberapa studi menyebutkan bahwa campuran pelarut dapat meningkatkan efisiensi ekstraksi dibandingkan pelarut tunggal. Ketiga, penting untuk menguji stabilitas ekstrak klorofil selama penyimpanan setelah proses ekstraksi, termasuk pengaruh cahaya, suhu, dan wadah penyimpanan terhadap laju degradasi klorofil, guna mengevaluasi potensi aplikasi ekstrak ini dalam produk pangan atau kosmetik yang membutuhkan umur simpan panjang.

  1. PENGARUH KONSENTRASI PELARUT ETANOL DAN WAKTU PENYIMPANAN PADA PEMBUATAN EKSTRAK KLOROFIL DARI DAUN PEPAYA... doi.org/10.29103/cejs.v3i2.9605PENGARUH KONSENTRASI PELARUT ETANOL DAN WAKTU PENYIMPANAN PADA PEMBUATAN EKSTRAK KLOROFIL DARI DAUN PEPAYA doi 10 29103 cejs v3i2 9605
Read online
File size902.67 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test