UNIVERSITAS BTHUNIVERSITAS BTH

Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan FarmasiJurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi

Penelitian ini dilakukan untuk menginventarisasi dan melakukan skrining fitokimia terhadap tumbuhan obat berkhasiat antiinflamasi di Kampung Naga, Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi tentang keanekaragaman tumbuhan obat berkhasiat antiinflamasi, teknik dan cara penggunaan tumbuhan obat berkhasiat antiinflamasi, serta mengetahui senyawa golongan metabolit sekunder yang terkandung pada tumbuhan obat tersebut yang berkhasiat antiinflamasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dengan teknik observasi, wawancara, kepustakaan, dan laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 20 jenis tumbuhan obat berkhasiat antiinflamasi yang digunakan oleh masyarakat Kampung Naga, yang tergolong dalam 15 suku dan 11 marga. Skrining fitokimia yang dilakukan terhadap 20 jenis tumbuhan obat menunjukkan bahwa kandungan senyawa metabolit sekunder dalam tumbuhan obat yang berkhasiat antiinflamasi adalah: alkaloid, saponin, tanin, flavonoid, serta monoterpenoid dan seskuiterpenoid.

Di Kampung Naga terdapat 20 jenis tumbuhan obat yang digunakan untuk antiinflamasi.Bagian tumbuhan yang digunakan dan berkhasiat obat adalah daun, semua bagian tumbuhan, batang, tunas, bunga, dan rimpang.Bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah daun, yaitu sebanyak 12 jenis, sedangkan yang paling sedikit digunakan adalah bunga, tunas, dan rimpang, masing-masing 1 jenis.Pada umumnya, jenis pengobatan di Kampung Naga ada 2 jenis, yaitu pengobatan luar dan pengobatan dalam.Tiga jenis tumbuhan obat yaitu Remek daging/Kitajam (Hemigraphis colorata Hall.), dan jarak pagar (Jatropha curcas L.) memiliki INP = 3 untuk pengobatan membersihkan darah, penyakit kulit seperti luka, bengkak, dan sakit gigi.Dari skrining fitokimia yang dilakukan terhadap 20 jenis tumbuhan obat, diketahui bahwa kandungan senyawa kimia dalam tumbuhan obat berkhasiat antiinflamasi antara lain adalah.alkaloid, saponin, tannin, flavonoid, monoterpenoid, dan seskuiterpenoid.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: (1) Mengembangkan penelitian tentang potensi tumbuhan obat antiinflamasi yang digunakan oleh masyarakat Kampung Naga untuk pengobatan dalam, dengan fokus pada efek antiinflamasi dan mekanisme kerja senyawa aktif yang terkandung dalam tumbuhan obat tersebut. (2) Melakukan studi lebih lanjut tentang penggunaan bagian-bagian tumbuhan obat yang berbeda untuk pengobatan luar, dengan tujuan untuk mengidentifikasi senyawa aktif yang bertanggung jawab atas efek antiinflamasi dan mengoptimalkan cara pengolahan tumbuhan obat untuk meningkatkan efektivitas pengobatan. (3) Menganalisis lebih lanjut tentang hubungan antara penggunaan tumbuhan obat antiinflamasi dengan budaya dan tradisi masyarakat Kampung Naga, serta bagaimana pengetahuan tradisional ini dapat dilestarikan dan dikembangkan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.

Read online
File size251.53 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test