STIKESYARSIMATARAMSTIKESYARSIMATARAM

Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi MataramJurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram

Osteoarthritis merupakan penyakit kelainan pada sendi yang menyebabkan terjadinya penurunan gerak sendi. Nyeri merupakan masalah utama pada pasien dengan osteoarthritis, sehingga penatalaksanaan penyakit ini berfokus pada upaya mengatasi rasa nyeri. Pemberian kompres hangat jahe merah adalah salah satu alternatif untuk mengurangi nyeri sendi pada lansia dengan osteoarthritis. Penelitian ini dilakukan di BLSU Mandalika Mataram. Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimental observasional dengan rancangan one group pretest-posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 14 responden dan alat pengumpul data pada penelitian ini adalah lembar observasi. Data dianalisis secara univariat dan bivariate. Hasil uji wilcoxon didapatkan nilai 0,001 (p value < 0,05) dapat disimpulkan bahwa kompres hangat jahe merah berpengaruh terhadap penurunan skala nyeri pada lansia dengan osteoarthritis. Diharapkan hasil penelitian ini dapat disosialisakan dengan cara memberikan penyuluhan kepada masyarakat dimana jahe merah dapat dijadikan sebagai teknik nonfarmakologi untuk kompres hangat.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut terdapat pengaruh kompres hangat jahe merah terhadap penurunan skala nyeri pada lansia dengan osteoarthritis.Dengan hasil penelitian ini diharapkan dapat disosialisakan dengan cara memberikan penyuluhan kepada masyarakat dimana kompres hangat jahe merah dapat dijadikan teknik nonfarmakologi untuk menurunkan nyeri pada lansia dengan osteoarthritis sehingga dapat meningkatkan pelayanan kesehatan sekaligus mengurangi pemberian obat farmakologi dan efek samping yang ditimbulkan.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pertanyaan apakah variasi dosis dan durasi kompres hangat jahe merah (misalnya 15 menit versus 30 menit, atau 1 kali sehari versus 2 kali sehari) menghasilkan perbedaan signifikan dalam penurunan skala nyeri pada lansia dengan osteoarthritis; penelitian ini dapat menggunakan desain randomisasi terkontrol dengan kelompok kontrol placebo panas. Selanjutnya, penting untuk membandingkan efektivitas kompres hangat jahe merah dengan intervensi nonfarmakologis lain seperti terapi fisik, latihan peregangan, atau penggunaan kompres panas biasa, guna menentukan mana yang paling efisien dalam mengurangi nyeri dan meningkatkan fungsi sendi; studi komparatif ini dapat melibatkan ukuran outcome multidimensi termasuk kualitas hidup. Akhirnya, sebuah studi longitudinal dengan sampel yang lebih besar dan melibatkan beberapa pusat layanan kesehatan di wilayah berbeda diperlukan untuk menilai keberlanjutan efek kompres hangat jahe merah selama enam bulan atau lebih, serta mengidentifikasi faktor-faktor prediktif respon positif seperti tipe kelamin, usia, atau tingkat keparahan osteoarthritis.

Read online
File size291.94 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test