STIKESYARSIMATARAMSTIKESYARSIMATARAM

Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi MataramJurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit yang memerlukan terapi jangka panjang, sehingga diperlukan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan untuk mengontrol tekanan darah dan menurunkan risiko komplikasi. Angka kepatuhan melakukan pengobatan di Wilayah Kerja Puskesmas Penimbung tahun 2019 hanya sebesar 13% dan angka ketidakpatuhan sebesar 86%. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi dari penelitian ini berjumlah 1014 kunjungan pasien. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 84 responden dengan cara accidental sampling. Pengukuran kepatuhan dilakukan dengan menggunakan kuesioner MMAS (Modified Morisky Adherence Scale). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa faktor tingkat pendidikan terakhir (p=0,000), lama menderita hipertensi (p=0,005), tingkat pengetahuan tentang hipertensi (p=0,000), dukungan keluarga (p=0,000), peran petugas kesehatan (p=0,000), motivasi berobat (p=0,000) memiliki hubungan dengan kepatuhan dalam menjalani pengobatan hipertensi. Faktor jenis kelamin, status pekerjaan, keikutsertaan asuransi kesehatan dan keterjangkauan akses ke pelayanan kesehatan tidak berhubungan dengan kepatuhan dalam menjalani pengobatan hipertensi (p>0,05).

Penelitian ini menunjukkan bahwa beberapa faktor seperti tingkat pendidikan, lama menderita penyakit hipertensi, tingkat pengetahuan, dan dukungan keluarga serta motivasi merupakan faktor yang dapat berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan pengobatan pada penderita hipertensi.Sedangkan beberapa faktor seperti jenis kelamin, status pekerjaan, keterjangkauan akses ke pelayanan kesehatan dan faktor keikutsertaan dalam asuransi kesehatan tidak memiliki pengaruh yang signifikan dalam kepatuhan pengobatan penderita hipertensi.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki efektivitas intervensi edukasi berbasis digital, seperti aplikasi mobile yang menyediakan modul pengetahuan tentang hipertensi, dalam meningkatkan tingkat kepatuhan berobat pada pasien dengan tingkat pendidikan terakhir rendah di wilayah Puskesmas Penimbung. Selain itu, studi longitudinal selama tiga hingga lima tahun dapat dilakukan untuk memantau perubahan motivasi berobat seiring berjalannya waktu serta mengidentifikasi faktor psikososial yang menjadi mediator antara lama menderita hipertensi dan kepatuhan pengobatan. Penelitian kualitatif juga diperlukan untuk menggali secara mendalam persepsi dan pengalaman keluarga serta peran petugas kesehatan dalam memberikan dukungan, khususnya pada komunitas yang mengalami keterbatasan akses ke fasilitas kesehatan. Selanjutnya, uji coba intervensi komunitas berbasis kelompok dukungan keluarga dapat dievaluasi untuk menentukan kontribusinya dalam memperbaiki kepatuhan pada pasien yang sebelumnya menunjukkan tingkat kepatuhan rendah. Analisis biaya‑manfaat dari kombinasi intervensi edukasi digital dan dukungan sosial juga penting untuk menilai kelayakan implementasinya dalam program kesehatan daerah. Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan model intervensi yang terintegrasi, adaptif, dan berkelanjutan untuk meningkatkan kepatuhan berobat hipertensi di daerah dengan sumber daya terbatas.

Read online
File size320.89 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test