UMJ PremiumUMJ Premium

KonstruksiaKonstruksia

Proyek Z mengalami keterlambatan pekerjaan ditengah jalannya proyek sehingga berpotensi mengalami kerugian. Oleh sebab itu, pengendalian biaya dan waktu diharapkan mampu memberikan masukan dalam pelaksanaan proyek yang akan datang agar dapat sesuai dengan waktu perencanaan. Tujuan dari proyek akhir adalah menganalisis pengendalian biaya dan waktu pada Proyek Z yang diketahui mengalami keterlambatan di tengah jalannya proyek. Metode analisis yang digunakan yaitu konsep nilai hasil dengan indikator yang digunakan BCWS, BCWP, dan ACWP. Hasil analisis dan pembahasan menunjukkan bahwa biaya pekerjaan minggu ke-9 s/d minggu ke-17 serta minggu ke-21 s/d minggu ke-25 perlu dikendalikan dengan pertumbuhan rata-rata 0,208%-0,602%. Dari segi waktu perlu dilakukan percepatan pada minggu ke 9-17 serta minggu ke 21-41 dengan pertumbuhan rata-rata 0,545-13,918%. Faktor pengendalian dapat dilakukan dengan menambah tenaga kerja, peralatan serta waktu lembur sehingga mempercepat proses pelaksanaan pekerjaan.

Analisis menunjukkan keterlambatan pada minggu 9‑17 dan 21‑41, sementara pada minggu ke‑42 ada percepatan dengan SV positif dan SPI 1,001.Dari segi biaya, proyek mengalami kerugian pada periode 9‑17 dan 21‑25 karena CV negatif dan CPI < 1, namun pada minggu 26‑42 biaya lebih rendah dari rencana sehingga tidak diperlukan pengendalian tambahan.Disarankan penambahan tenaga kerja, lembur, koordinasi yang baik, serta evaluasi ketat pada pekerjaan struktural dan penggunaan alat berat secara optimal untuk mengendalikan waktu dan biaya.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi penggunaan alat bantu digital untuk monitoring proyek berbasis earned value guna meningkatkan akurasi kontrol biaya dan waktu pada proyek konstruksi serupa; selanjutnya, analisis prediktif dapat dikembangkan untuk mendeteksi dini potensi overrun biaya dengan memanfaatkan data historis dan teknik machine learning, yang memungkinkan intervensi lebih cepat; terakhir, studi komparatif antara strategi alokasi sumber daya tradisional dan pendekatan konstruksi modular dapat menilai efektivitasnya dalam mengurangi keterlambatan fase menengah proyek, terutama pada pekerjaan struktural yang memerlukan peralatan berat. Penelitian-penelitian ini diharapkan memberikan wawasan baru bagi praktisi dan akademisi dalam mengoptimalkan manajemen proyek konstruksi.

Read online
File size290.07 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test