STIKBARSTIKBAR

Public Health of IndonesiaPublic Health of Indonesia

Latar Belakang: Pasien tuberkulosis (TB) dengan HIV/AIDS mengalami tingkat kematian yang lebih tinggi, tingkat kesembuhan yang lebih rendah, dan kepatuhan pengobatan yang lebih buruk dibandingkan dengan pasien TB tanpa HIV. Akibatnya, TB dapat memperburuk perkembangan HIV dan menyebabkan peningkatan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dan meringkas determinan insiden TB pada orang yang hidup dengan HIV/AIDS. Tujuan: Penelitian ini menggunakan pendekatan tinjauan lingkup untuk menjajaki faktor-faktor utama yang terkait dengan kejadian TB pada pasien HIV/AIDS. Metode: Pencarian literatur dilakukan di database terindeks, termasuk Scopus, PubMed, Google Scholar, dan Crossref. Studi yang diterbitkan antara tahun 2013 dan 2021 dipilih berdasarkan judul artikel, desain penelitian, populasi, intervensi, dan hasil. Empat belas artikel yang relevan disertakan. Data diproses dengan mengidentifikasi kalimat-kalimat kunci yang relevan dengan kerangka kerja pengkodean, menyoroti temuan-temuan penting, dan menyusun kerangka kerja tinjauan naratif. Analisis data kualitatif dilakukan menggunakan NVIVO-12 Plus, dengan penyajian data dan penyusunan laporan. Hasil: Penelitian ini mengidentifikasi usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan pengetahuan, status gizi, penggunaan terapi antiretroviral (ART), dan jumlah sel CD4 (cluster of differentiation 4) sebagai faktor dominan yang memengaruhi insiden TB pada orang yang hidup dengan HIV/AIDS.

Infeksi HIV melemahkan sistem kekebalan tubuh dengan menyerang limfosit, membuat individu dengan HIV/AIDS sangat rentan terhadap infeksi Mycobacterium tuberculosis.Usia, tingkat pendidikan yang rendah, status gizi buruk, merokok, tidak menggunakan terapi antiretroviral, dan jumlah sel CD4 yang rendah merupakan faktor risiko tinggi untuk terjadinya tuberkulosis.Penelitian ini menekankan pentingnya pemahaman faktor-faktor ini untuk meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi morbiditas pada orang yang hidup dengan HIV/AIDS.

Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk memahami interaksi kompleks antara faktor-faktor sosial, ekonomi, dan biologis yang memengaruhi kerentanan individu HIV/AIDS terhadap tuberkulosis, termasuk peran stigma dan akses terhadap layanan kesehatan. Studi longitudinal diperlukan untuk melacak perkembangan infeksi TB pada individu HIV/AIDS dari waktu ke waktu, mengidentifikasi biomarker prediktif untuk perkembangan penyakit, dan mengevaluasi efektivitas intervensi pencegahan yang ditargetkan. Selain itu, penelitian harus fokus pada pengembangan dan implementasi strategi yang disesuaikan secara budaya untuk meningkatkan kesadaran, kepatuhan pengobatan, dan perilaku mencari perawatan di antara populasi HIV/AIDS yang berisiko tinggi, dengan mempertimbangkan konteks lokal dan kebutuhan spesifik kelompok rentan.

  1. Determinants of adherence to clinic appointments among tuberculosis and HIV co-infected individuals attending... doi.org/10.11604/pamj.2020.37.118.23523Determinants of adherence to clinic appointments among tuberculosis and HIV co infected individuals attending doi 10 11604 pamj 2020 37 118 23523
  2. The Impact of Tuberculosis on People Living With HIV: Scoping Review | Public Health of Indonesia. impact... doi.org/10.36685/phi.v10i3.804The Impact of Tuberculosis on People Living With HIV Scoping Review Public Health of Indonesia impact doi 10 36685 phi v10i3 804
  3. Prevalence and determinants of Tuberculosis among HIV infected patients in south Ethiopia | The Journal... jidc.org/index.php/journal/article/view/26322884Prevalence and determinants of Tuberculosis among HIV infected patients in south Ethiopia The Journal jidc index php journal article view 26322884
Read online
File size268 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test