FMIPAUKITFMIPAUKIT

Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical)Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical)

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini diobati dengan Obat Antituberkulosis (OAT) menggunakan obat kombinasi sehingga sebagian besar pasien mengalami efek samping. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek samping Obat Anti Tuberkulosis (OAT) yang terjadi dengan menggunakan kausalitas Naranjo di RSUD Jailolo. Penelitian ini menggunakan metode pengambilan data secara non-eksperimental dengan pendekatan studi prospektif pada pasien Tuberkulosis Paru dengan atau tanpa komplikasi yang menerima terapi Obat Anti Tuberkulosis di instalasi rawat jalan RSUD Jailolo pada periode Januari–Juli 2024. Hasil kejadian Efek Samping yang terjadi pada pasien yaitu mual sebanyak 15 pasien (60%), kehilangan nafsu makan sebanyak 13 pasien (52%), demam sebanyak 13 pasien (52%), muntah sebanyak 10 pasien (40%), gatal-gatal sebanyak 7 pasien (28%), dan Pusing sebanyak 5 pasien (20%). Hasil penilaian kausalitas menggunakan Algoritma Naranjo pada pasien Tuberkulosis Paru ini terjadi dengan interpretasi skor nilai yaitu >9 sebanyak 2 pasien dan 5-8 sebanyak 23 pasien.

Kejadian efek samping yang paling banyak terjadi pada pasien di RSUD Jailolo adalah mual (60%), kehilangan nafsu makan (52%), demam (48%), muntah (40%), gatal-gatal (28%), dan pusing (20%).Penilaian kausalitas menggunakan Algoritma Naranjo menunjukkan kemungkinan kejadian efek samping pada pasien tuberkulosis paru, dengan skor >9 pada 2 pasien dan 5-8 pada 23 pasien.Penelitian ini memberikan informasi penting mengenai profil efek samping OAT di RSUD Jailolo.

Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko spesifik yang berkontribusi terhadap terjadinya efek samping OAT pada pasien TB-Paru di RSUD Jailolo, seperti faktor genetik, status nutrisi, atau penggunaan obat-obatan lain. Selain itu, studi intervensi yang bertujuan untuk mengurangi efek samping OAT, misalnya melalui edukasi pasien mengenai cara meminimalkan efek samping atau pemberian suplemen nutrisi, perlu dieksplorasi. Terakhir, penelitian yang melibatkan pemantauan farmakokinetik OAT pada pasien dengan efek samping dapat membantu mengoptimalkan dosis dan rejimen pengobatan untuk meningkatkan efektivitas dan mengurangi toksisitas.

Read online
File size323.23 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test