UNIKOMUNIKOM

Telekontran : Jurnal Ilmiah Telekomunikasi, Kendali dan Elektronika TerapanTelekontran : Jurnal Ilmiah Telekomunikasi, Kendali dan Elektronika Terapan

Sensor PZEM-004T digunakan untuk monitoring arus listrik yang dikonsumsi oleh perangkat elektronik. Namun, data yang dihasilkan oleh sensor tersebut masih kurang akurat dan memerlukan optimasi. Dalam penelitian ini, digunakan metode Jaringan Syaraf Tiruan (JST) untuk optimasi sistem sensor PZEM-004T dengan menggunakan data amperemeter fluke 112 akurasi 1,5% sebagai target pembelajaran. Arsitektur JST yang digunakan adalah 1-10-1 karena memiliki nilai MSE terkecil sebesar 0,0009 dibandingkan 1-5-1 dan 1-15-1. Hasil simulasi Matlab menunjukkan bahwa arsitektur tersebut sangat efektif dengan selisih error 0,0027. Kemudian, parameter JST seperti bobot dan bias diterapkan pada sistem dan berhasil meningkatkan akurasi dengan rata-rata selisih error 0,0075. Meskipun terdapat selisih antara nilai error pada simulasi Matlab dan implementasi pada Arduino, nilai error masih dapat diminimalisir. Dengan demikian, penggunaan sistem optimasi sensor PZEM-004T dengan arsitektur 1-10-1 dan parameter JST pada Arduino dapat menjadi solusi yang efektif dalam meningkatkan akurasi pengukuran arus listrik.

Sistem optimasi sensor PZEM-004T dengan data amperemeter sebagai target pembelajaran dan arsitektur 1-10-1 terbukti sangat efektif.Simulasi Matlab menghasilkan output yang sesuai dan dapat diterapkan pada Arduino dengan rata‑rata selisih error 0,0027, sementara penerapan parameter JST (bobot dan bias) meningkatkan akurasi Arduino menjadi rata‑rata error 0,0075 meskipun terdapat sedikit perbedaan dengan simulasi.Nilai error yang masih kecil memungkinkan penggunaan pada berbagai aplikasi dengan upaya minimalisasi error lebih lanjut.

Penelitian lanjutan dapat menguji penerapan potensiometer khusus selama proses kalibrasi jaringan saraf tiruan untuk meningkatkan konsistensi data pelatihan dan mengurangi error pada rentang arus tinggi yang sebelumnya menunjukkan penurunan akurasi. Selanjutnya, sebuah studi komparatif antara arsitektur jaringan 1‑10‑1 dengan arsitektur alternatif seperti 1‑15‑1 atau model jaringan konvolusional dapat dilakukan untuk menentukan konfigurasi yang memberikan akurasi optimal pada sensor PZEM‑004T dalam berbagai kondisi beban. Selain itu, pengembangan sistem adaptif yang secara real‑time memperbarui bobot dan bias JST berdasarkan perubahan beban listrik dapat meningkatkan keandalan pengukuran pada aplikasi industri yang dinamis. Penelitian ini juga dapat memperluas pengujian ke perangkat keras lain, misalnya mikrokontroler dengan kapasitas memori lebih besar, untuk menilai dampak implementasi JST pada performa sistem secara keseluruhan. Dengan mengintegrasikan ketiga arah penelitian tersebut, diharapkan dapat dicapai solusi kalibrasi sensor yang lebih akurat, cepat, dan dapat diadaptasi pada beragam skenario penggunaan. Hasilnya akan memperkuat kontribusi metode JST dalam meningkatkan efisiensi energi dan keamanan sistem listrik rumah tangga serta industri.

Read online
File size734.06 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test