UNTARUNTAR
Jurnal Mitra Teknik Industri (JMTI)Jurnal Mitra Teknik Industri (JMTI)Tujuan dari penelitian ini untuk menyusun indikator yang akan menjadi prioritas perusahaan dengan melakukan perancangan pengukuran kinerja menggunakan metode Green Supply Chain Management (GSCM), Key Performance Indicator (KPI), Supply Chain Operation References (SCOR),Objective Matrix (OMAX), dan Traffic Light System untuk menganalisis strategi dan konsep logistik ramah lingkungan untuk mendukung keberlanjutan dan efisiensi perusahaan. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan manufaktur sepatu. Perancangan dan pengukuran kinerja menggunakan konsep green supply chain management yang disesuaikan dengan visi misi perusahaan diperoleh 45 key performance indikator yang telah disusun. Kemudian pihak perusahaan memilih 20 indikator kinerja dari 45 indikator kinerja yang diajukan, setelah itu dilakukan pemodelan menggunakan metode green score operation reference yang terdapat lima perspektif, yaitu plan, source, make, delivery, dan return. Kemudian memperoleh nilai menggunakan metode (OMAX) objective matrix, dan traffic light system diperoleh 12 indikator kinerja berwarna hijau, 6 berwarna kuning dan 2 berwarna merah. Masing-masing perspektif mempunyai nilai skor, skor yang diperoleh perspektif return 9,090, skor yang diperoleh perspektif delivery 8,402, skor yang diperoleh perspektif source 7,589, skor yang diperoleh perspektif make 7,333, dan yang terakhir yaitu perspektif plan dengan perolehan skor 6. Dari kelima perspektif, perspektif plan mendapatkan nilai terendah hal ini menunjukan bahwa perspektif plan sebaiknya segera dilakukan perbaikan terkait indikator yang tidak tercapai pada perspektif plan guna memenuhi target perusahaan.
Penelitian ini merancang model pengukuran produktivitas kinerja rantai pasok pada industri manufaktur sepatu menggunakan metode GSCOR, dengan 20 dari 45 indikator yang diusulkan divalidasi dan diukur.Hasil analisis OMAX dan Traffic Light System menunjukkan 12 indikator kinerja baik, 6 memerlukan perbaikan, dan 2 memerlukan perhatian khusus.perspektif return memiliki skor tertinggi (9,682) sementara plan terendah (6), mengindikasikan area prioritas untuk perbaikan.Model ini diharapkan dapat menjadi dasar pengambilan keputusan untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan rantai pasok, dengan saran penelitian lanjutan berfokus pada integrasi teknologi digital untuk pemantauan otomatis dan pengembangan indikator yang lebih spesifik, terutama pada perspektif plan.
Penelitian selanjutnya dapat menggali lebih dalam potensi integrasi teknologi digital, khususnya kecerdasan buatan (AI) dan analitik prediktif, untuk mengoptimalkan perencanaan produksi dan penjadwalan tenaga kerja dalam industri manufaktur sepatu. Hal ini penting untuk mengatasi tantangan seperti ketidakpatuhan jadwal dan waktu siklus proses yang belum efisien, terutama pada perspektif plan yang memiliki skor terendah. Sebuah studi bisa mengeksplorasi bagaimana penerapan algoritma AI dapat memprediksi permintaan, mengalokasikan sumber daya, dan menyusun jadwal yang lebih realistis dan adaptif, sehingga meningkatkan produktivitas dan mengurangi human error. Selain itu, riset dapat meninjau implementasi dan dampak platform kolaborasi digital yang lebih canggih antara perusahaan dan pemasok untuk meningkatkan akurasi pengiriman kuantitas material dan mengurangi produk cacat sejak dini. Pendekatan ini tidak hanya fokus pada evaluasi kinerja, tetapi juga pada bagaimana teknologi dapat secara proaktif mencegah masalah kualitas bahan baku dan pengiriman. Terakhir, sangat relevan untuk menginvestigasi efektivitas strategi ekonomi sirkular yang lebih inovatif, melampaui konsep 3R dasar, dalam pengelolaan limbah gudang dan proses produksi. Penelitian ini dapat menganalisis bagaimana bahan baku dapat didaur ulang atau digunakan kembali dalam skala yang lebih besar, atau bahkan mencari alternatif material yang lebih berkelanjutan, untuk mengurangi emisi CO2 dan mencapai target keberlanjutan lingkungan yang lebih ambisius. Ide-ide ini bertujuan untuk tidak hanya memantau kinerja, tetapi juga menyediakan solusi transformatif untuk tantangan operasional dan lingkungan yang dihadapi perusahaan.
| File size | 572.87 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
UNTARUNTAR Perusahaan pelapisan dan percetakan logam menghadapi tantangan dalam mengelola limbah, penggunaan energi, dan memilih bahan baku ramah lingkungan. PenelitianPerusahaan pelapisan dan percetakan logam menghadapi tantangan dalam mengelola limbah, penggunaan energi, dan memilih bahan baku ramah lingkungan. Penelitian
UNTARUNTAR Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsumsi energi tinggi dari listrik dan gas alam merupakan penyumbang utama emisi CO2 serta limbah padat yang belum terkelolaPenelitian ini menyimpulkan bahwa konsumsi energi tinggi dari listrik dan gas alam merupakan penyumbang utama emisi CO2 serta limbah padat yang belum terkelola
USMUSM Semakin tingginya permintaan pemakaian area ini menimbulkan permasalahan tersendiri, beberapa permintaan untuk pemakaian area pada jam dan hari yang sama,Semakin tingginya permintaan pemakaian area ini menimbulkan permasalahan tersendiri, beberapa permintaan untuk pemakaian area pada jam dan hari yang sama,
TRISAKTITRISAKTI Hal ini karena masih rendahnya tingkat pendidikan sebagian peserta, masih terbatasnya akses informasi serta infrastruktur seperti transportasi. DisampingHal ini karena masih rendahnya tingkat pendidikan sebagian peserta, masih terbatasnya akses informasi serta infrastruktur seperti transportasi. Disamping
UNTAGUNTAG Efisiensi pengisian energi berkisar antara 87–95%, dengan sistem medium charging menunjukkan efisiensi lebih tinggi dibandingkan fast charging. HambatanEfisiensi pengisian energi berkisar antara 87–95%, dengan sistem medium charging menunjukkan efisiensi lebih tinggi dibandingkan fast charging. Hambatan
UNSURUNSUR 002,77 hektar ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 29 tahun 2012 dalam rangka pengembangan kawasan-kawasan industri baru yang diarahkan pada industri-industri002,77 hektar ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 29 tahun 2012 dalam rangka pengembangan kawasan-kawasan industri baru yang diarahkan pada industri-industri
UNSURUNSUR Dalam Penelitian ini metode yang digunakan adalah metode PDCA (Plan, Do, Check, Action) dengan alat bantu Basic Seven Quality Tool. Metode PDCA digunakanDalam Penelitian ini metode yang digunakan adalah metode PDCA (Plan, Do, Check, Action) dengan alat bantu Basic Seven Quality Tool. Metode PDCA digunakan
POLNAMPOLNAM Lokasi usaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat pembelian konsumen. Variabel lokasi memberikan kontribusi sebesar 99,1% terhadap minat beli,Lokasi usaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat pembelian konsumen. Variabel lokasi memberikan kontribusi sebesar 99,1% terhadap minat beli,
Useful /
UMSUMS Desa memiliki potensi berupa 95 kader kesehatan aktif, lahan pekarangan untuk konservasi tanaman obat keluarga (TOGA), serta kelembagaan lokal sepertiDesa memiliki potensi berupa 95 kader kesehatan aktif, lahan pekarangan untuk konservasi tanaman obat keluarga (TOGA), serta kelembagaan lokal seperti
UNTARUNTAR Berdasarkan analisis Current VSM, diperoleh lead time sebesar 268,21 menit dengan Process Cycle Efficiency (PCE) sebesar 77,32%. Usulan perbaikan meliputiBerdasarkan analisis Current VSM, diperoleh lead time sebesar 268,21 menit dengan Process Cycle Efficiency (PCE) sebesar 77,32%. Usulan perbaikan meliputi
RISETPRESSRISETPRESS Diskusi akan didorong oleh model terpadu yang melibatkan Teori Kebijakan Sosial Feminis dan Birokrasi Tingkat Jalan. Temuan dari analisis kualitatif dokumenDiskusi akan didorong oleh model terpadu yang melibatkan Teori Kebijakan Sosial Feminis dan Birokrasi Tingkat Jalan. Temuan dari analisis kualitatif dokumen
UMSUMS Studi ini menyimpulkan bahwa keterlibatan ayah dalam masyarakat matrilineal Minangkabau adalah proses yang tertanam secara budaya dan berbasis makna, melengkapiStudi ini menyimpulkan bahwa keterlibatan ayah dalam masyarakat matrilineal Minangkabau adalah proses yang tertanam secara budaya dan berbasis makna, melengkapi