UNSURUNSUR

Jurnal Media Teknik dan Sistem IndustriJurnal Media Teknik dan Sistem Industri

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian jumlah produksi cacat yang terjadi pada produk kabinet piano jenis Side Arm R/L model up polyester di Departemen Woodworking bagian Cabinet Side PT Yamaha Indonesia. Kabinet Side Arm R/L merupakan bagian sisi samping keyboard piano yang berfungsi untuk melindungi tuts keyboard piano agar stabil ketika dimainkan. Permasalahan terjadi pada mutu produk, terutama pada bagian Cabinet Side. Dalam Penelitian ini metode yang digunakan adalah metode PDCA (Plan, Do, Check, Action) dengan alat bantu Basic Seven Quality Tool. Metode PDCA digunakan untuk menyelesaikan permasalahan defect product Cabinet Side. Data yang digunakan dalam Penelitian ini yaitu berupa data defect kabinet Side Arm R/L selama bulan April 2019-Maret 2020 (1 tahun). Berdasarkan hasil analisis diketahui 80% defect yang terjadi didominasi oleh jenis defect yakni gompal, renggang, uki (Hasil pres kabinet tidak rapat sehingga ada udara masuk ke dalam produk yang sudah di pres). Faktor utama munculnya ketiga jenis defect tersebut adalah faktor metode, mesin, dan material. Usulan perbaikan untuk mengatasi penyebab terjadinya defect tersebut di antaranya adalah melakukan pengawasan, pencatatan, dan evaluasi kesalahan metode kerja yang digunakan serta memberikan pelatihan untuk operator baru dan operator lama yang kurang memiliki skill, membuat jadwal pemeriksaan pra-operasi dan melakukan pemeriksaan serta perawatan mesin dan alat kerja. Hasil dari prioritas perbaikan, proporsi defect selama bulan April 2019 sampai dengan bulan Maret 2020 seluruhnya berada dalam batas kendali yang telah ditetapkan, sehingga bisa dikatakan bahwa proses telah terkendali.

Berdasarkan hasil penelitian, jenis defect yang paling sering terjadi dan menyebabkan kerugian terbesar adalah gompal, renggang, dan uki, yang menyumbang 80% dari total defect.Faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap defect tersebut adalah metode, mesin, dan material.Penerapan metode PDCA berhasil mengendalikan proses produksi, sehingga proporsi defect berada dalam batas kendali yang telah ditetapkan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh ergonomi tempat kerja terhadap tingkat kelelahan operator dan dampaknya terhadap kualitas produk. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan sistem pemeliharaan preventif yang lebih efektif untuk mengurangi downtime mesin dan mencegah terjadinya defect akibat kerusakan mesin. Ketiga, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan efektivitas metode PDCA dengan metode peningkatan kualitas lainnya, seperti Six Sigma, untuk mengidentifikasi pendekatan yang paling optimal dalam meningkatkan kualitas produksi kabinet piano di PT Yamaha Indonesia. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya peningkatan kualitas dan efisiensi produksi secara berkelanjutan.

Read online
File size871.31 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test