UNSRATUNSRAT

ACCOUNTABILITYACCOUNTABILITY

Tuntutan publik untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik, seperti akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah, mendorong pemerintah untuk meningkatkan upaya dalam mencapai implementasi anggaran berbasis kinerja yang sukses dengan memastikan keterkaitan yang jelas antara alokasi pengeluaran dan kinerja dengan efisiensi dan efektivitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh integrasi penganggaran dengan perencanaan dan pengorganisasian, sistem perencanaan dan penganggaran yang komprehensif, serta monitoring dan evaluasi APBD secara simultan dan parsial. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 70 orang untuk menguji hipotesis integrasi penganggaran dengan perencanaan dan pengorganisasian, sistem perencanaan dan penganggaran yang komprehensif, serta monitoring dan evaluasi APBD secara simultan dan parsial menggunakan metode analisis regresi linier berganda dengan uji F dan uji T. Hasil penelitian membuktikan bahwa integrasi penganggaran dengan perencanaan dan pengorganisasian, sistem perencanaan dan penganggaran yang komprehensif, serta monitoring dan evaluasi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap anggaran berbasis kinerja APBD. Integrasi penganggaran dengan perencanaan dan pengorganisasian serta monitoring dan evaluasi secara parsial juga berpengaruh signifikan terhadap anggaran berbasis kinerja APBD.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi penganggaran dengan perencanaan dan tata kelola organisasi berpengaruh signifikan terhadap penyusunan APBD berbasis kinerja.Perencanaan dan penganggaran yang komprehensif tidak berpengaruh signifikan terhadap penyusunan APBD berbasis kinerja, namun monitoring dan evaluasi berpengaruh signifikan terhadap penyusunan APBD berbasis kinerja.Hasil ini mengindikasikan pentingnya integrasi dan monitoring dalam pengelolaan keuangan daerah yang efektif.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada Pemerintah Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara untuk terus meningkatkan integrasi antara perencanaan, penganggaran, dan tata kelola organisasi dengan memanfaatkan data yang terintegrasi dan komitmen dari seluruh pemangku kepentingan. Selain itu, perlu ditingkatkan pelaksanaan monitoring dan evaluasi sebagai sarana kontrol atas pelaksanaan rencana dan anggaran serta kinerja yang ditetapkan. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk memperluas sampel penelitian ke kabupaten dan kota lain di Provinsi Sulawesi Utara, menggunakan metode campuran kuantitatif dan kualitatif untuk memperdalam analisis, serta mengembangkan kuesioner yang lebih komprehensif untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang mungkin berpengaruh terhadap penyusunan APBD berbasis kinerja. Penelitian lanjutan juga dapat fokus pada studi kasus implementasi anggaran berbasis kinerja di berbagai daerah untuk mengidentifikasi praktik terbaik dan tantangan yang dihadapi, serta mengembangkan model evaluasi kinerja yang lebih akurat dan relevan dengan konteks lokal.

Read online
File size170 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test