UNIBUNIB

Jurnal EngganoJurnal Enggano

Fauna bentik (makrozoobentos) telah dianggap sebagai salah satu kriteria untuk menilai keberhasilan program restorasi mangrove. Kajian korelasi karakteristik lingkungan terhadap makrozoobentos di kawasan reboisasi mangrove Kepulauan Seribu telah dilakukan pada bulan Maret 2014. Hal ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang diakibatkan oleh karakteristik terhadap kepadatan makrozoobentosnya. Data biota makrozoobentos di kawasan reboisasi mangrove Kepulauan seribu dikumpulkan dengan membuat transek garis dan plot yang ditarik dari titik acuan (tegakan mangrove terluar) dan tegak lurus garis pantai sampai ke daratan, dimana pengamatan dilakukan di tiga stasiun (pulau). Sebanyak 6 famili dan 6 spesies makrozoobentos telah ditemukan di kawasan reboisasi mangrove Kepulauan Seribu. Komposisi dan kepadatan spesies tertingginya adalah Littoraria scabra. Karakteristik lingkungan yang diukur tidak begitu berbeda antar stasiun serta juga tidak melebihi ambang batas baku mutu. Semakin rendah konsentrasi salinitas dan DO, maka kepadatan makrozoobentosnya semakin tinggi, semakin tinggi konsentrasi pH perairan, maka kepadatan makrozoobentosnya semakin menurun. Kemudian parameter suhu dengan kepadatan makrozoobentos tidak memiliki pengaruh.

Kajian ini mengindentifikasi 6 famili dan 6 spesies makrozoobentos di kawasan reboisasi mangrove Kepulauan Seribu.Komposisi dan kepadatan spesies tertingginya adalah L.scabra, kemudian karakteristik lingkungan yang diukur tidak begitu berbeda antar stasiun dan juga tidak melebihi ambang batas baku mutu.Selanjutnya pengaruh karakteristik lingkungan terhadap makrozoobentos memperlihatkan semakin rendah konsentrasi salinitas dan DO, maka kepadatan makrozoobentosnya semakin tinggi, sedangkan pengaruh pH kebalikannya yaitu semakin tinggi konsentrasi pH perairan, maka kepadatan makrozoobentosnya semakin menurun, kemudian parameter suhu dengan kepadatan makrozoobentos tidak memiliki pengaruh antara keduanya.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: (1) Mengkaji lebih lanjut pengaruh karakteristik lingkungan terhadap makrozoobentos di kawasan reboisasi mangrove Kepulauan Seribu dengan menggunakan metode analisis yang lebih kompleks dan mempertimbangkan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi kepadatan makrozoobentos. (2) Melakukan studi komparatif antara kawasan reboisasi mangrove dengan hutan mangrove alami untuk mengetahui perbedaan komposisi dan kepadatan makrozoobentos serta pengaruh karakteristik lingkungan. (3) Menganalisis hubungan antara karakteristik lingkungan dengan keanekaragaman hayati makrozoobentos dan mengidentifikasi spesies yang sensitif terhadap perubahan lingkungan.

  1. Jurnal Enggano. pengaruh lingkungan kawasan reboisasi mangrove kepulauan seribu jurnal enggano quick... doi.org/10.31186/jenggano.5.2.233-248Jurnal Enggano pengaruh lingkungan kawasan reboisasi mangrove kepulauan seribu jurnal enggano quick doi 10 31186 jenggano 5 2 233 248
Read online
File size776.46 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test