UNIBUNIB

Jurnal EngganoJurnal Enggano

Bakteri yang hidup pada tanah mangrove bersifat halofilik yaitu mampu hidup pada lingkungan dengan kondisi kadar garam yang tinggi. Bakteri yang hidup pada zona yang ekstrim memerlukan protein yang tinggi untuk mempertahankan hidup dan dapat melakukan metabolisme, salah satunya dengan membentuk enzim terutama enzim ekstra seluler (enzim amilase, protease, selulase dan lipase). Tujuannya yaitu untuk mengisolasi dan menyeleksi bakteri penghasil enzim ekstraseluler. Metode yang digunakan adalah survey dan eksperimental terhadap isolasi bakteri dari tanah mangrove yang dikarakterisasi berdasarkan morfologi, pewarnaan gram, dan uji aktivitas enzim amilase dengan media amilum, protease dengan media skim milk, selulase dengan media Carboxy Methyl Cellulosed an lipase dengan media tween 80. Analisis data secara deskriptif kuantitatif. Terdapat tiga parameter yang diukur yaitu suhu, salinitas dan pH. Berdasarkan data penelitian ditemukan bahwa tanah mangrove yang ada di pantai Noelbaki menghasilkan 70 isolat bakteri penghasil enzim ekstra seluler. 33 isolat bakteri memiliki aktifitas enzim amilase, 20 isolat memiliki aktifitas enzim proteolitik, 56 isolat memiliki aktifitas selulolitik,10 isolat memiliki aktifitas lipolitik, sehingga total isolat yang memproduksi enzim ekstraseluler adalah 119 isolat, hal ini menjelaskan bahwa beberapa isolat memiliki kemampuan menghasilkan enzim multi-aktifitas atau mampu menghasilkan beberapa enzim.

Tanah mangrove di pantai Noelbaki menghasilkan 70 isolat bakteri penghasil enzim ekstraseluler, dengan aktivitas tertinggi masing‑masing pada amilase (isolat TS1‑18, 20,3 mm), protease (isolat TS2‑23a, 10 mm), selulase (isolat TS1‑14a, 26,1 mm), dan lipase (isolat TS1‑15, 10,5 mm).Beberapa isolat menunjukkan kemampuan menghasilkan beberapa enzim (multi‑aktifitas), di antaranya tujuh isolat TS1 (08,10,12,19,20,21,27) dan dua isolat TS2 (03,32) menghasilkan amilase, protease, dan selulase, serta isolat TS1‑09 dan TS1‑11 menghasilkan protease, selulase, dan lipase.Berdasarkan karakteristik tersebut, bakteri yang diidentifikasi diduga termasuk genus Bacillus dan Pseudomonas.

Penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan melakukan identifikasi molekuler serta analisis filogenetik pada isolat bakteri multi‑aktifitas untuk memastikan taksonomi dan mengungkap kemungkinan spesies baru yang belum terdeskripsikan; selanjutnya, dilakukan optimasi kondisi kultur seperti variasi salinitas, pH, dan sumber karbon guna meningkatkan produksi enzim, khususnya lipase yang belum optimal pada kondisi saat ini; terakhir, evaluasi aplikasi industri dari enzim yang diisolasi, misalnya dalam formulasi deterjen, degradasi plastik biodegradable, atau proses pengolahan limbah, serta penilaian stabilitas enzim pada rentang suhu dan pH yang beragam, guna menentukan potensi komersialnya.

  1. Jurnal Enggano. isolasi seleksi bakteri penghasil enzim tanah mangrove pantai noelbaki jurnal enggano... doi.org/10.31186/jenggano.5.2.164-180Jurnal Enggano isolasi seleksi bakteri penghasil enzim tanah mangrove pantai noelbaki jurnal enggano doi 10 31186 jenggano 5 2 164 180
Read online
File size597.96 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test