UKMCUKMC

Judul HalamanJudul Halaman

Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki efek keseimbangan hidup dan kelelahan emosional terhadap kinerja perawat di rumah sakit swasta di Palembang. Penelitian ini menekankan pentingnya menjaga keseimbangan hidup dan mengelola kelelahan emosional untuk meningkatkan kinerja perawat. Pendekatan penelitian kuantitatif menggunakan metode survei dilakukan pada 112 perawat dari berbagai rumah sakit swasta di Palembang. Hasil analisis menunjukkan bahwa keseimbangan hidup memiliki efek positif dan signifikan terhadap kinerja perawat, sedangkan kelelahan emosional memiliki efek negatif dan signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa keseimbangan hidup meningkatkan kinerja perawat, sedangkan kelelahan emosional mengurangi motivasi, fokus, dan produktivitas mereka. Hasil penelitian ini menekankan kebutuhan manajemen rumah sakit untuk mengembangkan kebijakan sumber daya manusia yang mempromosikan keseimbangan hidup dan kesejahteraan emosional, seperti jadwal shift yang optimal, kepemimpinan yang mendukung, dan program dukungan psikologis. Upaya-upaya ini dapat meningkatkan kinerja perawat dan kualitas layanan di institusi kesehatan.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa keseimbangan kehidupan kerja (work life balance) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja peran (in-role performance) perawat rumah sakit swasta di Palembang.Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan individu dalam mengatur waktu, energi, dan keterlibatan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan berkontribusi langsung terhadap efektivitas pelaksanaan tugas profesional.Semakin seimbang kehidupan kerja yang dimiliki perawat, semakin tinggi tingkat fokus, tanggung jawab, dan empati yang ditunjukkan dalam memberikan pelayanan kepada pasien.Sebaliknya, kelelahan emosional (emotional exhaustion) terbukti berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja perawat.Kondisi kelelahan psikologis yang muncul akibat tekanan kerja yang tinggi dan paparan emosional yang terus-menerus mengakibatkan penurunan motivasi, kehilangan energi, serta berkurangnya kemampuan profesional dalam menyelesaikan tanggung jawab kerja.Temuan ini menegaskan bahwa dimensi kesejahteraan psikologis memiliki peran sentral dalam menentukan kualitas pelayanan kesehatan.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar manajemen rumah sakit merancang kebijakan yang lebih adaptif terhadap keseimbangan kerja, seperti jadwal kerja yang fleksibel, rotasi shift yang adil, dan jeda istirahat yang memadai. Selain itu, rumah sakit perlu mengembangkan program employee assistance seperti konseling psikologis, pelatihan manajemen stres, dan kegiatan rekreatif bersama untuk menurunkan tingkat emotional exhaustion. Penerapan sistem komunikasi dua arah antara manajemen dan perawat juga penting untuk mengidentifikasi tekanan kerja dan kelelahan emosional lebih dini. Pemberian penghargaan non-finansial, dukungan sosial antarperawat, dan kebijakan penghormatan waktu pribadi tenaga kesehatan dapat memperkuat keseimbangan psikologis di tempat kerja. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk memperluas model penelitian dengan menambahkan variabel mediasi atau moderasi seperti dukungan organisasi, kepemimpinan transformasional, atau kepuasan kerja. Penelitian komparatif antarjenis rumah sakit atau lintas wilayah juga dapat memberikan perspektif yang lebih luas mengenai dinamika kesejahteraan tenaga kesehatan di Indonesia.

  1. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/0003-066X.44.3.513APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 0003 066X 44 3 513
Read online
File size334.79 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test