ASTHAGRAFIKAASTHAGRAFIKA
Sagu: Jurnal Pengabdian MasyarakatSagu: Jurnal Pengabdian MasyarakatPerkembangan penyuluhan tentang kenakalan remaja dan penanganannya kepada mahasiswa sangat penting, mengingat meningkatnya jumlah kenakalan remaja di tingkat SMA. Sebagai bagian dari generasi muda yang menjadi penerus bangsa, mahasiswa perlu dibekali dengan wawasan tentang pentingnya membangun sikap mental yang kuat agar tidak mudah terpengaruh dan terjerumus dalam perilaku kenakalan yang mengarah pada tindak kriminal. Luaran dari kegiatan ini: Jurnal. Metodologi yang digunakan oleh Program Pendampingan ini dilaksanakan melalui kegiatan Seminar, Workshop dan Bimbingan dalam Penyuluhan tentang kenakalan remaja. Termasuk di dalamnya pengembangan materi Pelatihan Ceramah dari Narasumber, Studi Kasus, Diskusi Kelompok, Permainan, dan Curah Pendapat. Kegiatan pendampingan ini dilakukan dengan tiga tahap, Tahap pertama untuk Seminar, Tahap kedua: Workshop dan Bimtek, dan Tahap ketiga Pendampingan dan pelatihan pendaftaran hak cipta. Dari pengabdian ini Harapannya setelah kegiatan penyuluhan ini, remaja dapat memahami akan bahayanya dari perilaku-perilaku menyimpang serta tidak melakukan perilaku menyimpang.
Berdasarkan hasil kegiatan menunjukkan bahwa baik siswa-siswi maupun guru-guru tersebut, selain merupakan kebutuhan informasi dan pengetahuan, juga memiliki animo dan antusiasme dalam megikuti kegiatan PKM.Kegiatan PKM dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar, bahkan kerja sama dan respon yang positif terhadap kegiatan PKM sudah ditunjukkan pada saat sosialisasi dan pemberian bahan materi.Disarankan kepada seluruh siswa-siswi agar selalu memperhatikan sikap baik etika maupin moral dimana pun berada.
Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan beberapa ide berikut: Pertama, bagaimana peran orang tua dan keluarga dalam mencegah dan menangani kenakalan remaja? Apakah ada strategi atau pendekatan khusus yang dapat diterapkan untuk meningkatkan komunikasi dan kasih sayang dalam keluarga, sehingga dapat mencegah kenakalan remaja? Kedua, bagaimana peran sekolah dalam mendeteksi dan menangani kenakalan remaja? Apakah ada program atau kegiatan khusus yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang norma-norma sosial dan hukum? Ketiga, bagaimana peran masyarakat dalam mencegah dan menangani kenakalan remaja? Apakah ada upaya kolaboratif antara sekolah, keluarga, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang mendukung dan melindungi remaja dari perilaku menyimpang?.
| File size | 669.49 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
PENACCELERATIONPENACCELERATION Penelitian ini didasari karena banyaknya remaja milenial yang mulai terpengaruhi oleh budaya-budaya asing yang sudah masuk ke Indonesia. Penelitian iniPenelitian ini didasari karena banyaknya remaja milenial yang mulai terpengaruhi oleh budaya-budaya asing yang sudah masuk ke Indonesia. Penelitian ini
POLTEKKES SORONGPOLTEKKES SORONG Metode Penelitian desain analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 54 orang tua yang membawa anaknya berobat ke Puskesmas AnuntodeaMetode Penelitian desain analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 54 orang tua yang membawa anaknya berobat ke Puskesmas Anuntodea
POLTEKKES SORONGPOLTEKKES SORONG Kesimpulan tidak ada hubungan manajemen waktu dan prokrastinasi terhadap indeks prestasi kumulatif (IPK) pada mahasiswa keperawatan semester V. PenelitianKesimpulan tidak ada hubungan manajemen waktu dan prokrastinasi terhadap indeks prestasi kumulatif (IPK) pada mahasiswa keperawatan semester V. Penelitian
POLTEKKES SORONGPOLTEKKES SORONG Hasil observasi awal di SMPN 3 Banawa menunjukkan berbagai kasus seperti merokok, bullying, membolos, berkata kasar, dan tawuran, sementara beberapa orangHasil observasi awal di SMPN 3 Banawa menunjukkan berbagai kasus seperti merokok, bullying, membolos, berkata kasar, dan tawuran, sementara beberapa orang
ALFARABIALFARABI Hasil temuan yang didapatkan adalah perumusan kurikulum PAI yang diterapkan bersifat fleksibel dan berdasarkan pada analisis situasi yang dihadapi masyarakat.Hasil temuan yang didapatkan adalah perumusan kurikulum PAI yang diterapkan bersifat fleksibel dan berdasarkan pada analisis situasi yang dihadapi masyarakat.
ALFARABIALFARABI Penerapan nilai karakter yang diberikan dalam pembelajaran oleh Guru PAI di Sekolah Dasar kepada siswa-siswi kelas 1 hingga 6 di SD Negeri 4 PangandaranPenerapan nilai karakter yang diberikan dalam pembelajaran oleh Guru PAI di Sekolah Dasar kepada siswa-siswi kelas 1 hingga 6 di SD Negeri 4 Pangandaran
UIN MALANGUIN MALANG 4) Mengetahui pengaruh kepemimpinan demokratis kepala sekolah terhadap kinerja guru dan prestasi belajar peserta didik di MA Al – Ihsan Krian Sidoarjo.4) Mengetahui pengaruh kepemimpinan demokratis kepala sekolah terhadap kinerja guru dan prestasi belajar peserta didik di MA Al – Ihsan Krian Sidoarjo.
RADEN FATAHRADEN FATAH Untuk melaksanakan kurikulum pada suatu lembaga diperlukan manajemen kurikulum yang tertata, meliputi konsep, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. MAUntuk melaksanakan kurikulum pada suatu lembaga diperlukan manajemen kurikulum yang tertata, meliputi konsep, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. MA
Useful /
STIQISYKARIMASTIQISYKARIMA Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan penelitian kepustakaan. Data tentang karakteristik masyarakat Islam didapat dari tafsirMetode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan penelitian kepustakaan. Data tentang karakteristik masyarakat Islam didapat dari tafsir
ASTHAGRAFIKAASTHAGRAFIKA Pengabdian ini dilaksanakan dengan cara pembimbingan dan pelatihan Program Seminar, Workshop dan Bimbingan pengenalan dan budaya menabung dengan kegiatanPengabdian ini dilaksanakan dengan cara pembimbingan dan pelatihan Program Seminar, Workshop dan Bimbingan pengenalan dan budaya menabung dengan kegiatan
UNIRAYAUNIRAYA Apabila anak dijadikan saksi dalam perkara pidana, maka keterangannya pada hakekatnya tidak dapat dianggap sebagai alat bukti yang sah di pengadilan karenaApabila anak dijadikan saksi dalam perkara pidana, maka keterangannya pada hakekatnya tidak dapat dianggap sebagai alat bukti yang sah di pengadilan karena
ARIMBIARIMBI Sampel dalam penelitian terdiri dari 85 orang responden dengan menggunakan rumus Hair at al dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik pengambilanSampel dalam penelitian terdiri dari 85 orang responden dengan menggunakan rumus Hair at al dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik pengambilan