ARIKESIARIKESI

International Journal of Health and MedicineInternational Journal of Health and Medicine

Latar Belakang: Budaya keselamatan pasien menjadi landasan utama dalam penyampaian layanan kesehatan yang aman dan berkualitas tinggi. Namun, pelaksanaannya sering menghadapi hambatan, terutama keberlangsungan budaya menyalahkan yang membuat staf enggan melaporkan insiden keselamatan pasien. Kepemimpinan klinis dan intensitas pelaporan insiden diperkirakan memainkan peran penting dalam membentuk dan mempertahankan budaya keselamatan pasien yang positif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh kepemimpinan klinis dan intensitas pelaporan insiden keselamatan pasien terhadap budaya keselamatan pasien, dengan budaya menyalahkan sebagai variabel intervening di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang. Metode: Pendekatan penelitian kuantitatif dengan desain eksplanatori diterapkan. Sebanyak 147 perawat dipilih melalui teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan metode Partial Least Squares (PLS) untuk menguji hubungan langsung dan tidak langsung antar variabel. Hasil: Temuan menunjukkan bahwa kepemimpinan klinis dan intensitas pelaporan insiden secara signifikan memengaruhi budaya keselamatan pasien, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui mediasi budaya menyalahkan. Kepemimpinan klinis yang kuat dan tingkat pelaporan yang tinggi berhubungan dengan budaya keselamatan pasien yang lebih positif, sementara budaya menyalahkan yang tinggi melemahkan hubungan tersebut. Kesimpulan: Studi ini menekankan pentingnya membina kepemimpinan klinis yang suportif serta menciptakan lingkungan pelaporan yang non‑punitif untuk memperkuat budaya keselamatan pasien. Manajemen rumah sakit sebaiknya memfokuskan pada pengembangan kepemimpinan dan pembentukan sistem komunikasi terbuka tanpa menyalahkan guna meningkatkan hasil keselamatan.

Berdasarkan temuan di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang, budaya keselamatan pasien dipengaruhi secara signifikan oleh sinergi kepemimpinan klinis, intensitas pelaporan, dan budaya menyalahkan.Kepemimpinan klinis yang kuat dan intensitas pelaporan yang tinggi meningkatkan budaya keselamatan, sedangkan budaya menyalahkan yang tinggi mengurangi pengaruh positif tersebut.Oleh karena itu, pengurangan budaya menyalahkan melalui kepemimpinan yang suportif dan sistem pelaporan yang non‑punitif menjadi kunci untuk membangun budaya keselamatan pasien yang berkelanjutan.

Penelitian lanjutan dapat melakukan studi longitudinal di berbagai rumah sakit, baik swasta maupun pemerintah, untuk menguji kestabilan dan evolusi pengaruh kepemimpinan klinis, intensitas pelaporan, serta budaya menyalahkan terhadap budaya keselamatan pasien seiring waktu. Penelitian kualitatif dengan wawancara mendalam kepada pemimpin klinis dan perawat dapat mengeksplorasi mekanisme spesifik bagaimana kepemimpinan klinis memoderasi atau mengurangi budaya menyalahkan dalam konteks budaya organisasi rumah sakit Indonesia. Sebuah intervensi eksperimental yang menerapkan program pelatihan kepemimpinan klinis berorientasi pada penciptaan lingkungan non‑punitif, diikuti dengan evaluasi perubahan intensitas pelaporan dan persepsi budaya keselamatan pasien, dapat menilai efektivitas pendekatan tersebut. Penelitian selanjutnya dapat meneliti peran faktor moderasi seperti tingkat pendidikan perawat, pengalaman kerja, dan ukuran rumah sakit terhadap hubungan antara intensitas pelaporan dan budaya menyalahkan, guna memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih tersegmentasi. Akhirnya, penggunaan metode mixed‑methods untuk mengintegrasikan data kuantitatif SEM‑PLS dengan narasi kualitatif dapat menghasilkan model komprehensif yang menjelaskan dinamika kompleks antara kepemimpinan, pelaporan, dan budaya dalam meningkatkan keselamatan pasien.

  1. The Influence of Clinical Leadership and Reporting Intensity on Patient Safety Culture: The Mediating... doi.org/10.62951/ijhm.v2i4.534The Influence of Clinical Leadership and Reporting Intensity on Patient Safety Culture The Mediating doi 10 62951 ijhm v2i4 534
  1. #budaya keselamatan#budaya keselamatan
  2. #pasien rumah sakit#pasien rumah sakit
Read online
File size281.75 KB
Pages14
Short Linkhttps://juris.id/p-3h2
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test