IAIC PUBLISHERIAIC PUBLISHER

International Journal of Cyber ​​and IT Service Management (IJCITSM)International Journal of Cyber ​​and IT Service Management (IJCITSM)

Tingkat kewirausahaan pada apoteker profesional di Jakarta Raya serupa dengan tingkat kewirausahaan nasional yang relatif rendah. Penelitian pertama kali mengkaji pengaruh Pendidikan Kewirausahaan (EE) dan Self‑efficacy Kewirausahaan (ESE) terhadap Sikap Kewirausahaan (EA) serta implikasinya terhadap Niat Kewirausahaan (EI) menggunakan Theory of Planned Behavior (TPB). Dengan sampel acak proporsional sebanyak 391 apoteker, analisis CFA dan SEM menunjukkan bahwa ESE merupakan faktor paling kuat, sementara EE, ESE, dan EA memberikan pengaruh langsung positif signifikan terhadap EI, dan EA memediasi pengaruh ESE terhadap EI namun tidak memediasi EE.

Penguatan niat kewirausahaan (EI) pada apoteker profesional menjadi strategi penting untuk mempercepat pertumbuhan kewirausahaan sektor farmasi Indonesia, dengan temuan yang selaras dengan TPB dan prinsip pemasaran kewirausahaan berfokus pada pemanfaatan sumber daya seperti pengalaman kewirausahaan (EE) dan self‑efficacy (ESE).Implementasi model EI yang terstruktur, terutama penekanan pada peningkatan ESE, memerlukan kolaborasi terkoordinasi antara apoteker, institusi pendidikan farmasi, IAI, dan pemerintah, khususnya di wilayah Jakarta Raya, guna menghasilkan generasi apoteker yang inovatif.Penelitian lanjutan sebaiknya menelaah faktor tambahan seperti dukungan organisasi, kesiapan digital, atau regulasi, serta melakukan studi longitudinal atau kualitatif untuk memahami motivasi dan hambatan apoteker dalam beralih ke peran kewirausahaan.

Pertama, penelitian dapat menyelidiki pengaruh dukungan organisasi terhadap niat kewirausahaan apoteker dengan desain longitudinal selama dua sampai tiga tahun, mengumpulkan data survei tiap enam bulan untuk memantau perubahan sikap, self‑efficacy, dan niat, serta menganalisis bagaimana program pelatihan, mentoring, dan jaringan profesional di dalam institusi memfasilitasi atau menghambat proses tersebut. Kedua, untuk menilai peran kesiapan digital, studi campuran dapat dilakukan dengan mengukur tingkat adopsi teknologi seperti telefarmasi, sistem manajemen inventori berbasis AI, dan platform e‑commerce, kemudian menghubungkannya dengan skor niat kewirausahaan melalui analisis regresi struktural, sekaligus melakukan wawancara mendalam dengan apoteker yang telah berhasil mengintegrasikan teknologi untuk mengidentifikasi faktor motivasi, hambatan teknis, dan kebutuhan pelatihan yang spesifik. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana regulasi farmasi memoderasi hubungan antara self‑efficacy dan niat kewirausahaan, dengan membandingkan provinsi atau daerah yang menerapkan kebijakan lebih liberal versus yang lebih ketat, serta melakukan studi kasus pada apoteker yang mengembangkan model bisnis inovatif dalam kerangka regulasi yang ada, guna menilai apakah penyesuaian kebijakan dapat meningkatkan peluang inovasi dan pertumbuhan usaha farmasi.

  1. International Journal of Cyber ​​and IT Service Management (IJCITSM). journal cyber service management... doi.org/10.34306/ijcitsmInternational Journal of Cyber AUAUand IT Service Management IJCITSM journal cyber service management doi 10 34306 ijcitsm
  2. Predicting Professional Entrepreneurial Intention Through Core Determinants of Entrepreneurial Attitude... doi.org/10.34306/ijcitsm.v6i1.229Predicting Professional Entrepreneurial Intention Through Core Determinants of Entrepreneurial Attitude doi 10 34306 ijcitsm v6i1 229
Read online
File size944 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test