STIM LPISTIM LPI

Jurnal Online Manajemen ELPEIJurnal Online Manajemen ELPEI

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja aparatur Desa Majasetra dalam meningkatkan kepuasan masyarakat. Untuk menegtahui apa saja faktor penghambat kinerja aparatur desa dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di kantor lurah Majasetra kota Majalaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan verifikasi data. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa meskipun aparatur desa telah berupaya dalam melakukan pelayanan yang terbaik, terdapat beberapa kekurangan, seperti alat teknologi dan ruangan yang belum memadai. Kesimpulan dari penelitian ini ialah kinerja aparatur desa di kelurahan Majasetra masih kurang optimat dalam aspek waktu lamanya proses kerja, juga aspek komitmen terhadap sikap yang kurang baik dari sebagian pegawai kelurahan Majasetra. Mengenai aspek yang berkaitan dalam sasaran kinerja pegawai dan perilaku kerja yaitu antara lain kuantitas, kualitas, biaya, orientasi, integritas, disiplin, kerjasama dan kepemimpinan sudah dikatakan baik. Faktor-faktor yang menghambat kinerja pegawai yang peneliti temukan yaitu, adanya ketidaksamaan sikap yang diberikan pegawai kelurahan Majasetra dalam melayani masyarakat, yang menimbulkan anggapan bahwa adanya diskriminasi sosial. Selanjutnya terdapat kekurangan dari ketersediaan fasilitas dan sarana di kantor kelurahan Majasetra yang seluruhnya tidak bisa terutama pada alat-alat teknologi.

Penelitian menunjukkan bahwa kinerja aparatur desa di kantor desa Majasetra belum optimal, terutama terkait lamanya proses kerja bagi pegawai yang berusia lanjut dan kesulitan mereka dalam mengoperasikan teknologi.Meskipun aspek kuantitas, kualitas, disiplin, dan kerja sama dinilai baik, terdapat hambatan berupa sikap berbeda dalam melayani masyarakat yang menimbulkan persepsi diskriminasi sosial.Selain itu, keterbatasan fasilitas dan sarana, khususnya alat teknologi, menjadi faktor utama yang menghambat peningkatan kualitas pelayanan publik.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji bagaimana program pelatihan teknologi khusus untuk aparatur desa berusia lanjut memengaruhi efisiensi kerja mereka, dengan pertanyaan penelitian: Apakah pelatihan digital dapat memperpendek durasi proses kerja pegawai senior? Selanjutnya, studi komparatif tentang persepsi diskriminasi sosial dapat dilakukan dengan mengukur dampak variasi sikap pelayanan terhadap kepuasan masyarakat, misalnya: Bagaimana perbedaan sikap aparatur dalam melayani kelompok masyarakat memengaruhi persepsi keadilan layanan publik? Terakhir, penelitian tentang peningkatan infrastruktur teknologi di kantor desa dapat mengevaluasi efektivitas investasi alat modern, seperti: Apakah penyediaan perangkat teknologi terkini meningkatkan kualitas dan kecepatan layanan publik di desa Majasetra? Semua penelitian tersebut dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih tepat untuk memperbaiki kinerja aparatur desa.

Read online
File size301.92 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test