MAHESA INSTITUTEMAHESA INSTITUTE

Warisan: Journal of History and Cultural HeritageWarisan: Journal of History and Cultural Heritage

Penelitian ini mengeksplorasi makna dan fungsi tradisi Batalam Ampek sebagai komponen integral dalam upacara pernikahan adat Minangkabau di Nagari Tanjung Bonai, Sumatera Barat, dalam konteks transformasi sosial yang sedang berlangsung. Penelitian kualitatif ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan kajian literatur komprehensif, kemudian dianalisis dengan kerangka deskriptif‑interpretatif untuk mengungkap lapisan makna serta signifikansi sosialnya. Temuan menunjukkan bahwa Batalam Ampek mengandung makna religius yang mencerminkan integrasi nilai adat dan Islam, makna simbolik yang menegaskan struktur sosial dan peran kinship, serta makna budaya yang memperkuat identitas kolektif; secara fungsional tradisi ini memperkuat solidaritas sosial, melestarikan harmonisasi antar‑keluarga, dan memfasilitasi transmisi nilai adat Minangkabau antar generasi.

Tradisi Batalam Ampek di Nagari Tanjung Bonai bukan sekadar ritual seremonial, melainkan mekanisme sosial‑simbolik yang mereproduksi nilai‑nilai kekerabatan, solidaritas, dan integrasi adat‑agama dalam masyarakat Minangkabau.Keabsahan tradisi ini berakar pada keselarasan dengan prinsip Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, sehingga dimensi religius dan fungsinya saling memperkuat.Keberlanjutan tradisi bergantung pada kemampuan komunitas menjaga makna simbolik dan relevansi sosialnya di tengah proses rasionalisasi dan modernisasi.

Penelitian lanjutan dapat membandingkan variasi praktik Batalam Ampek di berbagai nagari untuk mengidentifikasi faktor‑faktor yang memengaruhi perbedaan simbolik dan fungsionalnya; selanjutnya, penting untuk mengkaji persepsi serta tingkat partisipasi generasi muda terhadap tradisi ini, guna memahami dinamika penerimaan dan potensi transformasi nilai dalam konteks pendidikan modern; serta, sebuah studi interdisipliner yang mengintegrasikan pendekatan antropologi, sosiologi, dan ilmu agama dapat meneliti dampak modernisasi terhadap transformasi simbolik Batalam Ampek, termasuk perubahan struktur material, makna religius, dan peran sosialnya, sehingga memberikan gambaran komprehensif tentang prospek keberlanjutan tradisi di era kontemporer.

  1. Makna Tradisi Mombasuoh Kaki pada Masyarakat Minangkabau dalam Upacara Perkawinan | Culture & Society:... culture.ppj.unp.ac.id/index.php/csjar/article/view/114Makna Tradisi Mombasuoh Kaki pada Masyarakat Minangkabau dalam Upacara Perkawinan Culture Society culture ppj unp ac index php csjar article view 114
  2. Batalam Ampek: Simbol Hubungan Induak Bako dan Anak Pisang dalam Upacara Perkawinan | Culture & Society:... culture.ppj.unp.ac.id/index.php/csjar/article/view/167Batalam Ampek Simbol Hubungan Induak Bako dan Anak Pisang dalam Upacara Perkawinan Culture Society culture ppj unp ac index php csjar article view 167
  3. History and Value of Batalam Tradition in Koto Baru Payakumbuh (1942-1990) | Journal of Philology and... doi.org/10.61540/jphr.v2i2.96History and Value of Batalam Tradition in Koto Baru Payakumbuh 1942 1990 Journal of Philology and doi 10 61540 jphr v2i2 96
  4. Melayu Islam dan Batak Kristen: Labelisasi Keagamaan Terhadap Identitas Kesukuan di Sumatera Timur pada... doi.org/10.34007/warisan.v3i3.1630Melayu Islam dan Batak Kristen Labelisasi Keagamaan Terhadap Identitas Kesukuan di Sumatera Timur pada doi 10 34007 warisan v3i3 1630
Read online
File size272.46 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test