JOURNALFKIPUNIVERSITASBOSOWAJOURNALFKIPUNIVERSITASBOSOWA

THE ACADEMIC: ENGLISH LANGUAGE LEARNING JOURNALTHE ACADEMIC: ENGLISH LANGUAGE LEARNING JOURNAL

Penelitian ini menganalisis bagaimana Richard Powers menggambarkan kecemasan iklim dalam novel The Overstory melalui kerangka ekokritik. Penelitian menyelidiki tantangan emosional dan psikologis yang dialami delapan tokoh utama—Patricia Westerford, Nick Hoel, Olivia Vandergriff, Douglas Pavlicek, Adam Appich, Neelay Mehta, Ray Brinkman, dan Dorothy Cazaly—akibat kehancuran ekologi. Karakter-karakter dalam cerita menampilkan reaksi emosional yang beragam, mencerminkan krisis ekologi melalui perasaan takut, bersalah, putus asa, dan kecemasan mendalam. Analisis penelitian berlandaskan pada meningkatnya minat literatur terhadap efek psikologis perubahan iklim. Penelitian bertujuan mempelajari representasi kecemasan iklim dalam novel sekaligus menunjukkan bagaimana ekokritik dapat mengungkap dimensi etika dan emosional yang kompleks. Metode yang digunakan bersifat kualitatif dengan analisis teks mendalam untuk memperlihatkan bagaimana perspektif naratif ganda dalam novel memungkinkan pembaca merasakan krisis lingkungan melalui sudut pandang pribadi dan etis yang berbeda. Melalui narasinya, The Overstory mendorong pembaca untuk mengevaluasi kembali hubungan mereka dengan alam serta menunjukkan bagaimana karya sastra dapat menyampaikan dan memperkuat respons emosional kolektif terhadap kecemasan iklim.

Berdasarkan analisis, Richard Powers berhasil menggambarkan kecemasan iklim melalui pengalaman mental dan emosional delapan tokoh utama dalam The Overstory, menampilkan spektrum respons emosional mulai dari teror, kesedihan, penyesalan, hingga perenungan eksistensial.Dengan struktur naratif multiperspektif, karya tersebut memperlihatkan kecemasan iklim sebagai realitas emosional kolektif, bukan pengalaman individu semata, serta menunjukkan bahwa sastra dapat membantu pembaca memproses respons emosional dan mengembangkan kesadaran moral terhadap bencana lingkungan.Penelitian ini memperdalam pemahaman tentang peran sastra dalam meningkatkan kesadaran lingkungan dan membuka peluang penelitian lebih lanjut mengenai hubungan antara literatur dan isu ekologi.

Penelitian selanjutnya dapat membandingkan representasi kecemasan iklim dalam novel-novel kontemporer dari berbagai budaya menggunakan pendekatan ekokritik untuk melihat perbedaan dan persamaan naratif. Selain itu, dilakukan studi empiris terhadap respons emosional pembaca The Overstory dengan menggunakan skala psikometrik guna mengukur sejauh mana narasi memengaruhi kesadaran dan kecemasan iklim mereka. Selanjutnya, kajian tentang adaptasi media digital seperti film atau serial televisi dari The Overstory dapat mengevaluasi bagaimana perubahan format memengaruhi persepsi penonton terhadap kecemasan iklim dibandingkan dengan teks tertulis, sehingga memperluas pemahaman tentang efektivitas media dalam menyampaikan pesan lingkungan.

Read online
File size176.43 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test