PROVISIPROVISI
JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASIJURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASIMangrove adalah suatu ekosistem pesisir yang multifungsi di wilayah pesisir. Habitat mangrove melindungi garis pantai dari pasang surut yang dapat menyebabkan abrasi, mangrove juga berperan sebagai pengendalian iklim global melalui penyerapan karbon. Pulau Panjang, Kecamatan Pulo Ampel, Kabupaten Serang merupakan salah satu kawasan mangrove yang memiliki kondisi mangrove yang cukup memprihatinkan, dengan banyaknya mangrove yang mengalami kerusakan dan terkikis hingga 10 kilometer sejak tahun 2000. Kabupaten Serang mengalami abrasi yang sudah cukup besar terjadi dari sekitar 587 ha lahan mangrove yang rusak sekitar 300 ha, diperkirakan 15 meter pesisir tergerus gelombang atau abrasi. Berdasarkan hal tersebut perlu adanya perhatian khusus sebagai upaya dalam melindungi dan memperbaiki kawasan mangrove yaitu dengan mengetahui data terbaru mengenai kondisi dan luasan mangrove sehingga dapat dijadikan acuan untuk perencanaan pengembangan pelestarian mangrove. Metode pengideraan jauh dapat membantu memperoleh data-data terbaru terkait luas kawasan mangrove dengan kriteria waktu dan cakupan daerah tertentu.
Sebaran kawasan mangrove di pulau Panjang Kabupaten Serang telah mengalami perubahan penurunan dalam kurun waktu 5 tahun dari 2017 sampai 2021.Dilihat dari penurunan luasan mangrove sebesar 5,47 ha dalam kurun waktu 5 tahun.Persebaran daerah penurunan mangrove terjadi di bagian pesisir barat dan tenggara pulau.Sedangkan berdasarkan nilai hasil NDVI sebaran mangrove di pulau Panjang dalam kurun waktu 5 tahun dari tahun 2017 sampai 2021 mengalami mengalami penurunan kerapatan mangrove dari tahun ketahunnya meskipun masih tetap tergolong dalam kategori kerapatan mangrove sedang sampai agak jarang.
Berdasarkan hasil penelitian, perlu dilakukan upaya mitigasi bencana abrasi pada kawasan pesisir Pulau Panjang. Upaya ini dapat mencakup berbagai strategi, seperti penanaman kembali mangrove, pengendalian erosi, dan pengelolaan sumber daya pesisir yang berkelanjutan. Selain itu, penelitian ini juga menyarankan untuk melakukan analisis lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang menyebabkan penurunan kerapatan mangrove, seperti perubahan penggunaan lahan dan aktivitas industri di sekitar kawasan mangrove. Dengan memahami faktor-faktor ini, dapat dikembangkan strategi konservasi yang lebih efektif untuk melindungi dan memulihkan ekosistem mangrove di Pulau Panjang.
| File size | 350.78 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
LAKASPIALAKASPIA Employing a descriptive qualitative design, data were collected through semi-structured interviews with eight secondary school English teachers who hadEmploying a descriptive qualitative design, data were collected through semi-structured interviews with eight secondary school English teachers who had
LAKASPIALAKASPIA Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi pembelajaran fikih berbasis kitab turâts serta menganalisis tantangan dalam implementasinya pada santriPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi pembelajaran fikih berbasis kitab turâts serta menganalisis tantangan dalam implementasinya pada santri
STAIMUNSTAIMUN Pada SMA PGRI 1 Palembang, ketidaktersediaan peralatan menyebabkan sesi praktikum sering digantikan dengan teori. Implikasi studi ini mengindikasikan bahwaPada SMA PGRI 1 Palembang, ketidaktersediaan peralatan menyebabkan sesi praktikum sering digantikan dengan teori. Implikasi studi ini mengindikasikan bahwa
UmriUmri Literasi pangan penting dikembangkan sejak dini agar anak-anak memahami berbagai aspek terkait ketahanan pangan, keberlanjutan lingkungan, dan pemanfaatanLiterasi pangan penting dikembangkan sejak dini agar anak-anak memahami berbagai aspek terkait ketahanan pangan, keberlanjutan lingkungan, dan pemanfaatan
UNSERAUNSERA Permasalahan ini berdampak pada keterbatasan siswa dalam memahami pelajaran dan menuangkan pikiran secara tertulis. Untuk membantu mengatasi permasalahanPermasalahan ini berdampak pada keterbatasan siswa dalam memahami pelajaran dan menuangkan pikiran secara tertulis. Untuk membantu mengatasi permasalahan
STITMUHBASTITMUHBA Selain itu, persentase siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) juga meningkat dari 90,62% pada kondisi awal menjadi 93,75% pada siklus I,Selain itu, persentase siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) juga meningkat dari 90,62% pada kondisi awal menjadi 93,75% pada siklus I,
STKIP JBSTKIP JB kecakapan menjadi manusia pembelajar, kecakapan komunikasi, kecakapan kerja dalam tim, dan kecakapan pemecahan masalah. Model pembelajaran yang palingkecakapan menjadi manusia pembelajar, kecakapan komunikasi, kecakapan kerja dalam tim, dan kecakapan pemecahan masalah. Model pembelajaran yang paling
UNIMALUNIMAL Metode penelitian bersifat kuantitatif. Sampel berjumlah 31 siswa yang diambil melalui teknik random sampling. Instrumen pengumpulan data untuk kepercayaanMetode penelitian bersifat kuantitatif. Sampel berjumlah 31 siswa yang diambil melalui teknik random sampling. Instrumen pengumpulan data untuk kepercayaan
Useful /
UmriUmri Selain itu, kegiatan High Impact Outbound mengarahkan anak untuk berpartisipasi dalam aktivitas luar ruang yang menantang secara fisik dan mental sambilSelain itu, kegiatan High Impact Outbound mengarahkan anak untuk berpartisipasi dalam aktivitas luar ruang yang menantang secara fisik dan mental sambil
UmriUmri Hasil pelatihan dan pendampingan menunjukan terjadi peningkatan pengetahuan pengurus Posbakum dan Aisyiyah terkait pendidikan karakter, sehingga dapatHasil pelatihan dan pendampingan menunjukan terjadi peningkatan pengetahuan pengurus Posbakum dan Aisyiyah terkait pendidikan karakter, sehingga dapat
UmriUmri Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada aspek pengetahuan (1,2 ± 0,6 menjadi 4,6 ± 0,5; p < 0,001), sikap (2,1 ± 0,5 menjadiHasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada aspek pengetahuan (1,2 ± 0,6 menjadi 4,6 ± 0,5; p < 0,001), sikap (2,1 ± 0,5 menjadi
PROVISIPROVISI Pada metode kuantitatif, diperoleh sebanyak 400 responden, sedangkan pada metode kualitatif terdapat 30 responden. Metode analisis data yang digunakanPada metode kuantitatif, diperoleh sebanyak 400 responden, sedangkan pada metode kualitatif terdapat 30 responden. Metode analisis data yang digunakan